The Princess Story

The Princess Story
Episode 215


__ADS_3

Pelayan mondar mandir membawa ember air yang telah bercampur darah. Raja Wei duduk bertelanjang dada di pinggir ranjang. Seorang tabib membalut luka luka yang ada di sekujur tubuh Raja Wei.


"Xuan..."


Panggil Se Se sambil menatap pilu ke arah tubuh yang dipenuhi perban.


Raja Wei mengalihkan pandangan matanya ke arah Se Se.


"Maafkan aku karena membuat mu melihat kondisi mengerikan ini." ucap Raja Wei.


"Aku akan mendengarkan ceritamu setelah tabib selesai. Istirahatlah, Xuan pasti lelah setelah melalui semua kejadian ini." ucap Se Se.


Se Se keluar dari kamar dengan wajah yang memendam emosi dan kekhawatirannya. Dia menuju ke ruang Yu untuk mendapatkan penjelasan tentang apa yang telah terjadi pada Raja Wei.


"Brakk!!"


Se Se tanpa sadar membuka pintu dengan kekuatan besar. Yu dan para bawahan yang terkejut segera menoleh ke arah pintu.


"Permaisuri..." ucap Yu dengan suara kecil.


Secara serentak semua pengawal berlutut di depan Se Se sambil menundukkan kepala mereka.


"Yu, jelaskan padaku! Kenapa Yang Mulia bisa terluka? Siapa? Siapa orang yang telah melukainya seperti itu? Apa itu masuk akal untuk seseorang yang sekuat Yang Mulia terluka sementara para pengawalnya... Tidak, bukan pengawal, tetapi kalian... Kenapa kalian semua baik baik saja di sini? Apa yang kalian lakukan di saat suamiku terluka seperti itu?" ucap Se Se sambil mengepalkan kedua tangannya seolah menahan emosi yang telah memuncak.


"...."


Semua pengawal itu hanya terdiam sambil menunduk. Terlihat jelas penyesalan di wajah mereka semua terutama Yu yang merupakan pengawal pribadi Raja Wei.


"Kenapa kalian semua diam saja? Apa kalian semua bisu?" ucap Se Se masih dengan nada tinggi.


"Permaisuri, semua ini salah saya. Saya yang telah lalai dalam menjalankan tugas untuk menjaga Yang Mulia. Tolong hukum saya..." ucap Yu yang masih menunduk.


"Permaisuri, kami semua yang bersalah. Tolong hukum saja kami semua." jawab pemimpin pasukan.


"Kalian semua tentu saja akan di beri hukuman. Tapi sebelum itu, tolong jelaskan apa yang telah terjadi pada Yang Mulia!" ucap Se Se.


KILAS BALIK

__ADS_1


Raja Wei dan Yu menyelinap ke kediaman keluarga Ximen yang di curigai sebagai penculik Luo Luo. Dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah, mereka berdua mencari Luo Luo di semua ruangan yang ada di kediaman itu.


Lewat tengah malam para penjaga kediaman mulai tertidur sambil berdiri di tempat jaga masing masing, hal itu membuat Raja Wei dan Yu lebih leluasa untuk mengelilingi kediaman.


Setelah semalaman mencari di kediaman Ximen, Yu akhirnya menemukan sebuah ruangan bawah tanah yang berada di belakang kediaman. Yu dan Raja Wei membunuh dua penjaga yang berada di depan pintu masuk bawah tanah. Mereka masuk ke bawah tanah setelah memakai pakaian milik kedua penjaga itu.


Raja Wei yang duluan masuk terlihat sangat terkejut dengan pemandangan yang berada di ruangan itu. Ruangan gelap yang berisi gadis kecil hingga wanita remaja dan dewasa.


Semua wanita yang ada di ruangan gelap itu memakai pakaian yang sama, pakaian yang bahkan tidak layak disebut pakaian. Mereka hanya memakai kain tipis transparan untuk menutupi kulit mereka yang telah bersimbah darah penuh luka dari wajah hingga ke bawah kaki.


"Yang Mulia!" ucap Yu ikut terkejut setelah menyusul Raja Wei.


Raja Wei dan Yu saling menatap sebentar sebelum akhirnya melihat ke arah para wanita yang terlihat ketakutan sambil menahan rasa sakit.


"Yang Mulia, kita harus pergi dari sini sebelum para penjaga menyadari kita ada di tempat ini." ucap Yu.


Raja Wei menggengam erat pedang yang selalu dia bawa saat berperang. Dalam hati Raja Wei bertanya, "Apakah aku harus meninggalkan semua wanita ini di sini?"


Belum sempat pertanyaan itu di jawab, suara gendang telah memenuhi ruangan. Salah satu penjaga telah menemukan mayat kedua teman penjaganya di balik semak semak. Pria berbadan besar itu segera membunyikan gendang sebagai tanda adanya penyusup yang masuk ke kediaman.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan itu, para wanita yang kelihatan sangat lelah dan frustasi di sana tidak menunjukkan respon sama sekali.


Raja Wei berkeliling menatap satu persatu wanita yang masih terikat di sana sambil memperhatikan ekspresi wajah mereka.


"Ming Luo Xi!" ucap Raja Wei setelah melihat seorang wanita yang menunjukkan ketakutan luar biasa di wajahnya ketika Raja Wei berdiri di depannya.


Wanita itu segera mengangkat wajahnya dan kemudian menatap Raja Wei.


"Ming Luo Xi... Apakah nona mengenal nama itu?" tanya Raja Wei.


"Saya..."


Wanita itu kembali menunduk, dia menghentikan jawaban yang akan dia berikan.


"Nona, apakah anda bernama Luo Luo?" tanya Raja Wei.


"..."

__ADS_1


Wanita itu kembali diam dan tidak menjawab apapun.


"Yang Mulia, kita harus segera pergi dari sini." ucap Yu mengingatkan Raja Wei bahwa waktu mereka terbatas.


"Yu, bawa wanita ini!" perintah Raja Wei sambil berbalik badan.


"Nona, maafkan kelancangan saya." ucap Yu.


Yu melepas ikatan wanita yang diperkirakan adalah Luo Luo. Dia melepas jubah luarnya untuk menutupi tubuh wanita itu.


Raja Wei dan Yu segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Ximen. Mereka kembali ke penginapan tanpa ada keributan. Sementara penjaga di kediaman Ximen sibuk mengejar pengawal Raja Wei yang telah ditugaskan untuk menarik perhatian.


"Luo Luo, benarkah itu nama anda Nona?" tanya Yu sambil memberikan segelas teh kepada wanita yang ada di depannya.


"Apakah anda ditugaskan oleh Ming Luo Xi untuk membawa saya kembali?" tanya Luo Luo.


"Tidak, kami hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Yang Mulia." jawab Yu.


"Yang Mulia? Apakah beliau pria yang menugaskan anda untuk membawa saya ke tempat ini?" tanya Luo Luo sambil mengalihkan pandangan matanya ke arah Yu.


Yu menganggukkan kepala


"Lalu, apa mau anda dari saya yang rendahan ini?" tanya Luo Luo.


"Apakah mereka ingin menjadikan aku sebagai alat untuk tawar menawar dengan Pangeran Ming Luo Xi?" tanya Luo Luo dalam batinnya.


"Kami akan mengembalikan anda ke negara Ming." jawab Yu.


"Kenapa anda harus melakukan hal itu? Apa yang anda inginkan dari Pangeran Ming Luo Xi?" tanya Luo Luo dengan wajah curiga.


"Nona, anda tidak perlu bersikap was was seperti itu! Yang Mulia hanya ingin mencegah terjadinya perang, demi melindungi rakyat yang akan menderita jika perang terjadi maka anda, Nona Luo Luo, kekasih Pangeran Ming Luo Xi, anda harus segera kembali ke negara Ming!" jawab Yu tegas.


"Perang? Apa maksudnya? Bagaimana bisa aku menjadi penentu perang?" batin Luo Luo.


"Brakkk!"


"Yu, cepat keluar dari sini! Tempat ini sudah di kepung!" teriak seorang rekan Yu setelah mendobrak pintu.

__ADS_1


__ADS_2