
"Apa yang akan dia lakukan pada bayi ku?" Se Se memejamkan mata, air matanya menetes memikirkan nasib bayi malang nya.
Thien Si Rui menghentikan ciuman liarnya saat merasakan tetesan air hangat yang membasahi wajahnya. Dia menatap gadis yang sedang di tindihnya, seketika rasa iba dan bersalah menjalar di hatinya.
"Apakah aku sudah keterlaluan? Aku menyakiti wanita ini meskipun dia tidak melakukan kesalahan. Apakah aku boleh bersikap seperti ini padanya?" batin Thien Si Rui.
"Maaf..." tanpa sadar kata ini keluar dari mulut Thien Si Rui.
Pria itu melepaskan genggaman tangan nya dan berdiri dari tempat tidur. Dia menutupi tubuh Se Se dengan selimut bulu dan berjalan keluar meninggalkan ruangan.
Se Se membuka matanya, dia teringat dengan Raja Wei. "Aku sangat merindukan mu, apakah kamu juga merindukan aku? Xuan..."
Sementara itu seluruh rakyat di negara Han telah mengetahui kabar penculikan Permaisuri Raja Wei. Beberapa kota di negara Han porak poranda akibat di periksa oleh pengawal yang di kirim untuk mencari Se Se.
Raja Wei sendiri sudah beberapa hari mencari istrinya tanpa beristirahat. Yu setia menemani tuan nya untuk mencari Permaisuri.
"Yang Mulia, sepertinya orang yang membawa Permaisuri tidak berasal dari negara Han. Kita sudah mencari di semua kota namun tidak menemukan jejak Permaisuri. Mungkin kah pelaku nya berasal dari negara lain?" ucap Yu saat menyadari kemungkinan itu.
Raja Wei berdiri setelah mendapat pencerahan, dia kemudian berkata, "Pria berambut putih yang mempunyai dendam padaku kecuali Ou Yang Chien, orang itu adalah Thien Si Rui.
"Yu, kumpulkan Pasukan Elang! Kita akan mencari Permaisuri di Kerajaan Langit." perintah Raja Wei.
Raja Wei membuka sebuah laci rahasia yang berada di salah satu dinding. Dia mengambil sebuah surat dari laci itu kemudian menyimpan nya di balik lengan baju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu malam telah berlalu sejak Se Se membuka mata nya di Kerajaan Langit. Thien Si Rui tidak datang mengganggu nya lagi, dia duduk di depan kamar sambil memikirkan banyak hal.
"Apakah bayi ku baik-baik saja? Apakah pria itu memberinya makan dengan teratur? Apakah bayi ku menangis ketakutan di negara yang asing untuk nya? Di mana bayi ku sekarang?"
Seorang pelayan datang mengantarkan makanan, pelayan itu terlihat tidak ramah. Se Se yang terbiasa di musuhi orang tentu saja menyadari rasa benci dari pelayan yang di tujukan untuk nya.
"Makan ini!" pelayan menaruh makanan di meja dengan kasar.
"Pranggg!"
__ADS_1
Se Se melempar makanan itu ke wajah pelayan.
"Kenapa tidak kau sendiri saja yang makan makanan ini? ucap Se Se dengan wajah dingin.
"Kau! jalang rendahan, berani sekali kau melempar makanan yang ku siapkan untuk mu!" maki pelayan sambil menunjuk Se Se dengan jari nya.
"Wushhhh!"
Se Se mengeluarkan sebuah belati dan dengan cepat menebas jari pelayan.
"Argh....! Arghh...!"
Pelayan menjerit kesakitan, beberapa pengawal datang dan melihat keributan apa yang sedang terjadi.
"Apa yang terjadi di sana? Ayo kita lihat!"
"Xiao Cui!" panggil seorang pengawal yang merupakan kekasih pelayan itu.
"Bunuh dia untuk ku! Jalang ini sudah memotong jari tangan ku." ucap Xiao Cui sambil menangis.
Pengawal melihat ke arah seorang wanita cantik yang sedang duduk dengan tenang nya. Wajah pengawal itu berubah merah dan segera memberi perintah dengan suara lantang.
Se Se mengeluarkan pistol, dia menembak beberapa pengawal. Pengawal yang tersisa tampak terkejut dan ketakutan melihat senjata yang di pegang Se Se. Mereka mundur ke belakang dan menghindari wanita itu.
Thien Si Rui melihat kejadian itu saat mendengar keributan, dia mengawasi apa yang di lakukan oleh Se Se dari kejauhan.
Karena beberapa pengawal sudah menjadi korban, Thien Si Rui mendekat ke tempat wanita itu berada dan segera bertanya, "Ada apa dengan semua keributan ini?
"Baginda, wanita jalang ini sudah melempar makanan yang hamba siapkan untuk nya dan memotong jari tangan hamba dengan kejam. Dia juga membunuh beberapa pengawal kerajaan." ucap Xiao Cui mencari pembelaan.
Thien Si Rui menatap wajah Se Se, dia tidak melihat kekejaman di wajah gadis ini. Tentu nya Thien Si Rui tidak mengetahui watak asli Se Se jika sudah marah, wajah polos nya menutupi semua sifat kejam dan aura pembunuh di tubuh nya.
"Apa yang terjadi?" tanya Thien Si Rui pada gadis yang diam membisu di sana.
"Pelayan ini memberi ku makanan yang beracun dan bersikap kasar." jawab Se Se dengan nada datar.
__ADS_1
Xiao Cui ketakutan saat mendengar kata beracun, dia tidak menyangka Se Se mengetahui makanan itu beracun.
"Apakah itu benar?" tanya Thien Si Rui sambil menatap Xiao Cui dengan pandangan membunuh.
"Ti..tidak benar. Hamba tidak memberi racun di makanan itu!" jawab Xiao Cui terbatah.
"Kalau begitu buktikan! Makan lah makanan itu sekarang!" perintah Thien Si Rui pada Xiao Cui.
Tubuh Xiao Cui gemetaran, dia tentu tidak berani makan makanan itu karena makanan itu mengandung racun kuat yang apabila di makan sedikit saja akan membunuh nyawa manusia.
Xiao Cui berlutut dan segera memohon pengampunan.
"Baginda, maafkan hamba. Hamba tidak akan berani lagi... Mohon maafkan hamba sekali ini."
"Katakan! Siapa yang menyuruh mu melakukannya?" tanya Thien Si Rui.
"Tidak ada yang menyuruh hamba Baginda. Hamba hanya membenci orang dari negara Han." jawab Xiao Cui dengan bola mata bergetar.
"Seret pelayan ini ke penjara. Jangan beri dia makanan dan minuman hingga dia mengatakan siapa yang menyuruh nya melakukan kejahatan ini!" perintah Thien Si Rui.
"Baginda hamba mohon maaf, hamba mohon ampuni nyawa hamba!" Xiao Cui terus berteriak histeris saat di seret oleh dua pengawal.
Thien Si Rui menatap wajah sembab Se Se yang menangis memikirkan nasib bayi nya. Hati nurani nya merasa bersalah namun pikiran nya untuk membalas dendam menepis semua rasa bersalah itu.
"Di mana bayi ku?" tanya Se Se memecah keheningan.
"Ikut dengan ku!" ucap Thien Si Rui.
Wajah Se Se seketika bersemangat, dia merasa senang akan segera menemui bayi Xia Xia.
Thien Si Rui berjalan dengan langkah besar, Se Se mengikuti langkah Thien Si Rui dari belakang.
Se Se melihat sekeliling Istana dan mengingat jalan di sana. Dia mencoba mencari jalan keluar dari Istana Langit ini.
Istana Langit sangat luas, bisa di bilang lebih besar tiga kali dari Istana Kerajaan Han. Memang Kerajaan Langit terkenal dengan kekayaan mereka.
__ADS_1
"Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk membawa Xia Xia kabur." batin Se Se.
^^^BERSAMBUNG...^^^