The Princess Story

The Princess Story
Ep 150. Thien Si Rui salah paham


__ADS_3

Selir Zhou Yi Mei memerintahkan seorang pelayan untuk membeli racun dari luar istana. Pelayan itu merupakan mata-mata yang di utus oleh Han Ze Xing untuk melaporkan semua kegiatan Selir Zhou Yi Mei.


"Yang Mulia, Selir Zhou memerintahkan hamba untuk membeli racun dari luar Istana." lapor pelayan yang bernama Yek Min.


"Lakukan saja semua perintahnya, jangan lupa untuk meninggalkan bukti ketika membeli racun." jawab Han Ze Xing.


"Baik Yang Mulia." jawab Yek Min.


Yek Min keluar dari Istana drngan membawa tanda perintah dari Selir Zhou Yi Mei, dia membeli racun yang dapat membuat korbannya mati secara perlahan.


Setelah tugasnya selesai, Yek Min kembali ke Istana. Dia menyerahkan racun yang telah dia beli kepada Selir Zhou Yi Mei.


"Aku akan membunuh wanita jalang itu secara perlahan." batin Zhou Yi Mei.


Zhou Yi Mei mengganti pakaian nya dengan pakaian pelayan, diam-diam dia pergi ke dapur dan memasukkan racun ke dalam teh yang akan di antar ke kamar Putri Mahkota.


Yek Min mengawasi Selir Zhou Yi Mei, dia mengikuti langkah Selir Zhou Yi Mei dari belakang sejak keluar dari kamar. Setelah melihat wanita itu masuk kembali ke kamar, Yek Min segera melaporkan hal yang dia lihat kepada Han Ze Xing.


"Awasi terus wanita itu, laporkan kepada pengawal di depan pintu kamar jika ada hal mendesak." ucap Han Ze Xing.


Yek Min mengangguk, "Baik Yang Mulia." jawab Yek Min kemudian berlalu meninggalkan Han Ze Xing.


"Mari kita lihat siapa yang akan jatuh lebih dulu." gumam Han Ze Xing.


Salah satu pelayan mengantarkan teh yang telah di beri racun ke kamar Putri Mahkota, wanita itu meminum teh tanpa menyadari ada racun di dalam nya.


Setelah beberapa hari mengkonsumsi teh yang di campur racun, Putri Mahkota di kabarkan sakit demam dan kejang-kejang. Tabib telah di perintahkan untuk memeriksa Putri Mahkota, namun mereka tidak menemukan penyebab kenapa Putri Mahkota bisa sakit.


KEDIAMAN RAJA WEI


Thien Si Rui dan Putri Yuan Cin Cu masih menginap di kediaman Raja Wei, hari-hari mereka terasa sangat cepat berlalu karena sering bermain dengan kedua bayi kembar yang menggemaskan.


Zhou Yi Thing hanya menatap mereka dari kejauhan tanpa berani mendekat. Putri Yuan Cin Cu yang memang peka terhadap sekeliling melihat Zhou Yi Thing yang berdiri di balik pohon.


Diam-diam Putri Yuan Cin Cu mendekat ke arah pohon dan mengagetkan Zhou Yi Thing.


"Apa anda seorang penguntit?" tanya Putri Yuan Cin Cu dari belakang Zhou Yi Thing.


Zhou Yi Thing terkejut mendengar suara Putri Yuan Cin Cu, dia berbalik dan segera berlari. Thien Si Rui yang tidak tahu apa-apa segera mengejar Zhou Yi Thing karena menganggap gadis itu adalah orang yang mencurigakan.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" teriak Zhou Yi Thing ketika Thien Si Rui menarik lengan nya.


"Siapa kau? Kenapa mengawasi kami?" tanya Thien Si Rui sambil mengencangkan genggaman tangan nya karena Zhou Yi Thing terus menerus meronta.


"Tolong lepaskan dia!" pinta Se Se yang mendekat ke arah suara ketika mendengar teriakan Zhou Yi Thing.


"Permaisuri mengenal gadis ini?" tanya Putri Yuan Cin Cu.


"Dia adalah tamu di kediaman ini. Tolong lepaskan tangan anda Yang Mulia!" ucap Se Se.


Thien Si Rui melepaskan tangan Zhou Yi Thing, namun gadis itu tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri.


"Cepat panggil tabib!" perintah Se Se kepada pelayan yang berada di sekitar sana.


Thien Si Rui membantu membawa Zhou Yi Thing ke kamar, tabib datang dan memeriksa gadis itu.


"Permaisuri, nona ini sedang hamil. Dia tidak boleh terlalu lelah dan tolong jaga perasaan hati nya. Nona ini sepertinya sangat tertekan dan jiwanya sangat tidak stabil." ucap Tabib.


"Hamil?" tanya Se Se dengan wajah gelisah.


"Benar, Nona ini sedang hamil muda." jawab Tabib.


"Baik Permaisuri." jawab Tabib.


Se Se mendekat ke tempat tidur, dia menggenggam telapak tangan Zhou Yi Thing.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu mu?" ucap Se Se dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Thien Si Rui dan Putri Yuan Cin Cu merasa bingung dengan sikap Se Se. Kini mereka mengira gadis itu adalah selir Raja Wei, dan Permaisuri menangis karena mendengar kehamilan nya.


Thien Si Rui merasa sakit hati dengan tebakan nya yang asal itu, dia keluar dari kamar Zhou Yi Thing dan segera mencari Raja Wei.


"Gadis itu hamil, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Thien Si Rui begitu dia masuk ke ruang kerja Raja Wei.


"Gadis? Siapa?" tanya Raja Wei tidak mengerti.


"Selir mu!" jawab Thien Si Rui.


"Selir?" ulang Raja Wei.

__ADS_1


"Jangan berpura-pura bodoh, aku sudah bertemu gadis cantik yang menetap di kediaman ini!" ucap Thien Si Rui dengan nada kesal.


"Maksudmu Zhou Yi Thing?" tanya Raja Wei.


"Aku tidak tahu nama gadis itu, tapi tabib baru saja bilang bahwa gadis itu sedang hamil." ucap Thien Si Rui.


"Dia hamil? Lalu apa hubungan nya dengan ku?" tanya Raja Wei.


"Hahhh... Sejak kapan kamu menjadi pria brengsek seperti ini?" ucap Thien Si Rui setelah menghela napas panjang.


"Apa maksud mu mengatai ku pria brengsek?" tanya Raja Wei menggoda Thien Si Rui yang sudah salah paham.


Raja Wei mulai mengerti kenapa Thien Si Rui marah, pria itu sudah menganggapnya menghamili wanita lain dan mengambil selir. Raja Wei sengaja membuat Thien Si Rui kesal dengan jawaban nya.


"Sampai kapan kamu mau berpura-pura bodoh? Apakah Permaisuri tahu perbuatan mu? Bagaimana bisa kamu mengambil selir tanpa memikirkan perasaan nya?" bentak Thien Si Rui.


"Hahaha... Rui, aku tidak pernah mengambil selir. Gadis itu hanya salah satu orang yang ku tampung di sini karena dia tidak punya tempat tujuan. Kehamilan nya tidak ada hubungan nya dengan ku." jawab Raja Wei sambil tertawa melihat kekesalan di wajah Thien Si Rui.


"Lalu siapa ayah dari bayi itu?" tanya Thien Si Rui.


"Entahlah, dia korban pelecehan beramai-ramai di hutan. Aku hanya menolong wanita itu karena merasa kasihan pada nya." jawab Raja Wei.


"Korban pelecehan?" tanya Thien Si Rui dengan mengerutkan keningnya.


Raja Wei mengangguk, "Dia adalah Putri dari kerajaan Zhou. Dia di culik oleh para bandit hutan saat akan pergi dari kerajaan Zhou. Adik nya kini menjadi selir dari Putra Mahkota." ucap Raja Wei.


"Ze Xing juga salah satu orang yang telah melecehkan wanita itu!" batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2