The Princess Story

The Princess Story
Ep 139. Calon Putri Mahkota


__ADS_3

"Tentu saja, Permaisuri ku adalah wanita yang paling luar biasa di dunia ini." jawab Raja Wei setelah mengecup bibir Se Se.


Gadis itu tersenyum, dia melingkarkan lengan nya di belakang leher Raja Wei kemudian membalas kecupan dari pemuda itu. Dengan senyum nakal, Raja Wei mengubah kecupan itu menjadi ciuman yang menggairahkan.


Setelah beberapa menit beradu lidah dan bibir, napas dan detak jantung kedua pasangan itu mulai memburu. Raja Wei berniat melepaskan pakaian yang di kenakan Se Se, dengan gesit jari jemarinya membuka semua ikatan pita di tubuh gadis itu.


"Xuan... Hentikan! Kehamilan ku sudah masuk sembilan bulan." ucap Se Se.


"Tapi aku sangat menginginkan mu sekarang!" ucap Raja Wei dengan napas yang menghembus di telinga Se Se.


"Tidak boleh! Ini berbahaya, kamu akan menyakiti bayi kita!" tolak Se Se dengan mencari alasan.


"Benarkah? Tapi aku sudah bertanya kepada tabib istana, dan dia bilang lebih sering berhubungan akan mempercepat dan mempermudah persalinan mu, Permaisuri..." jawab Raja Wei dengan senyum licik.


"Akhhh! Tabib kepo itu benar-benar mencelakai ku!" batin Se Se.


"Xuan... Lain hari saja yah... Saat ini aku benar-benar tidak bisa melayani mu. Semua tubuh ku masih terasa sakit." ucap Se Se dengan suara manja.


Suara manja gadis itu malah membuat gairah Raja Wei semakin memuncak, dia mempercepat gerakan jarinya. Kini tubuh mulus istrinya telah terlihat polos tanpa sehelai benang pun.


"Sayang, aku benar-benar tidak bisa menahan nya!" bisik Raja Wei.


Se Se meronta dan melawan, tangan nya meraih selimut kemudian menutupi tubuh nya dengan selimut itu.


"Xuan, tolong lepaskan aku hari ini saja!" ucap Se Se dengan wajah kesal.


Raja Wei tersenyum, semakin gadis itu meronta, semakin meningkat pula gairah nya. Dia menarik selimut itu dan membuang nya ke lantai. Dengan lembut namun penuh hasrat, dia kembali mencium bibir Se Se.


Se Se masih meronta, dia menggigit bibir atas Raja Wei dan mendorong tubuh nya.


"Xuan!" bentak nya dengan wajah sebal.


"Teruslah meronta, aku menyukai nya!" ucap Raja Wei dengan wajah nakal.

__ADS_1


Raja Wei menahan kedua tangan Se Se di atas kepala, dia mengikat tangan nya di sudut ranjang dengan pita kain yang digunakan untuk mengikat tirai.


"Lepaskan tangan ku... Jangan seperti ini!" ucap Se Se dengan suara memohon.


"Aku akan membuat mu bahagia, nikmati saja..." jawab Raja Wei dengan napas memburu.


"Akhhh...!!!"


Se Se merintih dan mendesah ketika jari Raja Wei menyelinap di antara pangkal kedua kakinya.


"Gadis kecil ku, seperti nya tubuh mu lebih jujur dari pada ucapan mu!" ucap Raja Wei sambil tersenyum puas.


Daerah intim gadis itu mulai basah karena rangsangan dari Raja Wei, meskipun pikiran nya menolak, tubuh nya tidak dapat menolak ketika mendapat sentuhan dari jari-jari dan bibir lembut Raja Wei.


"Xuan... Emmmm... Hentikan!" ucap Se Se sambil merintih.


Tubuh nya mulai berkeringat dan bergetar, Raja Wei benar-benar mengenal setiap inchi tubuh Se Se yang bisa membangkitkan gairahnya. Dengan agresif dia mulai bermain di atas kedua gunung kembar Se Se yang semakin membesar karena kehamilan nya. Sesekali dia menggigit lembut kedua gunung itu dan mengulum puncaknya.


Tubuh Se Se semakin bergetar, rasa nikmat dan puas terlihat di wajahnya yang basah karena keringat. Raja Wei tersenyum melihat wajah puas istrinya, perlahan dia memasukkan junior yang sudah terbangun sejak tadi ke dalam tubuh gadis itu.


Setelah beberapa jam melampiaskan hasratnya, Raja Wei mengecup bibir Se Se yang telah tertidur karena lelah. Dia melepaskan ikatan di kedua tangan gadis itu, terlihat bekas merah di pergelangan tangan nya karena meronta secara berlebihan.


"Maaf telah membuat tangan mu terluka..." ucap Raja Wei kemudian mengecup luka di pergelangan tangan Se Se.


"Aku benar-benar sudah gila! Setiap kali melihat wajah mu, aku tidak dapat menahan hasrat dan gairah ku. Apa yang harus aku lakukan terhadap mu?" batin Raja Wei.


Raja Wei memakaikan kembali pakaian Se Se setelah membersihkan sisa cairan lengket di tubuh nya. Dengan perlahan dia mengangkat tubuh gadis kecil nya agar dia tidak terbangun.


Setelah memastikan Se Se tidur dengan nyaman, Raja Wei meninggalkan kamar tidur dan kembali ke ruang kerja.


"Yu, bagaimana penyelidikan tentang Putri dari negara Yuan!" tanya Raja Wei.


"Yang Mulia, Putri Yuan bernama Yuan Cin Cu. Gadis itu terkenal dengan kecantikan nya sejak masih kecil, dia juga berbakat di bidang seni terutama kaligrafi dan musik." jawab Yu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan sifatnya?" tanya Raja Wei.


"Dia gadis pendiam, tidak banyak bicara dan juga tidak suka bersosialisasi. Putri Yuan tidak pernah menghadiri acara resmi, sehingga tidak banyak orang yang mengetahui sifat asli dari Putri Yuan Cin Cu." jawab Yu.


"Bagaimana dengan penyelidikan tentang tujuan Kaisar Yuan menjodohkan Putri nya kepada Ze Xing?" tanya Raja Wei.


"Sejauh ini, hanya terdengar kabar bahwa Putri Yuan Cin Cu menyukai Putra Mahkota sejak melihatnya pertama kali. Saat itu Putra Mahkota menginap di Istana Yuan karena menghadiri acara ulang tahun Kaisar Yuan. Putra Mahkota tanpa sengaja menyelamatkan Putri Yuan Cin Cu yang terjatuh dari atas pohon." jawab Yu.


"Menyelamatkan? Jatuh dari atas pohon?" ucap Raja Wei.


"Benar Yang Mulia, Putra Mahkota saat itu sedang duduk di bawah pohon, beliau secara kebetulan menangkap tubuh Putri Yuan Cin Cu yang terjatuh dari atas. Waktu itu kaki Putra Mahkota masih sakit, sehingga hanya bisa duduk di kursi dan menyendiri di sana. Sedangkan Putri Yuan Cin Cu memanjat pohon untuk meletakkan kembali seekor anak burung yang terjatuh dari sangkar." jelas Yu.


"Aku harap dia memang benar menyukai Ze Xing, jika dia memiliki tujuan lain, aku akan membunuh nya meskipun dia telah menjadi Putri Mahkota." ucap Raja Wei.


"Ada satu hal lagi Yang Mulia, ada rumor yang mengatakan bahwa Putri Yuan Cin Cu tidak bisa melahirkan anak." lapor Yu.


"Itu bukan masalah, Ze Xing bisa mendapat anak dari selir-selirnya kelak. Yang terpenting saat ini adalah mencari Putri Mahkota yang cocok untuk nya." jawab Raja Wei.


"Tapi seorang Putri Mahkota jika tidak bisa melahirkan penerus, bukan kah akan menjadi aib bagi keluarga kerajaan?" tanya Yu.


"Tutupi saja dulu hal itu, hal utama saat ini adalah membuat Ze Xing memiliki Putri Mahkota. Hal lain seperti penerus akan kita pikirkan lagi nanti." jawab Raja Wei.


"Ze Xing harus segera menikah agar bisa melupakan gadis kecil ku!" batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2