The Princess Story

The Princess Story
Ep 195. Permintaan Permaisuri


__ADS_3

Setelah semua jarum di keluarkan dari tubuh Pangeran Han Ze Le, Se Se meletakkan dua jari di tengah dada Pangeran Han Ze Le, dia lalu melakukan CPR dan napas buatan berulang kali secara bergantian.


Bayi kecil itu tetap tidak bernapas, meskipun sudah mencoba untuk melakukan hal yang bisa di lakukan, bayi itu masih belum berhasil di selamatkan.


Zhou Yi Thing tidak sanggup menahan kesedihannya, dia mendorong Se Se ke samping dan segera mengangkat tubuh bayi kecilnya.


Zhou Yi Thing memeluk erat Pangeran Han Ze Le, dia menangis menyesali keputusan nya telah menolak lamaran dari Han Ze Xing.


"Andai saja ibu berada di samping mu ... Andai saja ibu menjaga mu dengan baik ... Andai saja ibu tidak meninggalkan mu sendiri di sini. Kamu pasti masih tertawa riang seperti kemarin." ucap Zhou Yi Thing.


"Aku tahu kamu sedih, tapi kita masih belum boleh menyerah. Tolong serahkan Pangeran kepada ku, Nona Zhou." ucap Se Se.


Zhou Yi Thing melepas pelukan nya, dia menyerahkan bayi itu kepada Se Se. Namun saat dia menjauhkan Pangeran Han Ze Le dari dadanya, air mata Zhou Yi Thing menetes di wajah Pangeran Han Ze Le.


Tiba tiba saja bayi itu menangis, Se Se segera memeriksa napas dan jantungnya. "Dia selamat, dia akan baik baik saja sekarang." ucap Se Se.


"Terima kasih Permaisuri, terima kasih ..." ucap Zhou Yi Thing.


"Ini semua berkat anda Nona Zhou, cinta dan kasih sayang anda telah membuat Pangeran kecil kita kembali ke dunia ini." ucap Se Se.


Setelah mendengar tangisan dari Pangeran Han Ze Le, Raja Wei dan Han Ze Xing segera masuk kembali ke kamar untuk melihat kondisi Pangeran kecil mereka.


"Beruntung ada Permaisuri di sini, Ze Le bisa selamat karena kemampuan Permaisuri yang luar biasa." ucap Kaisar Han.


"Ini bukan jasa saya Yang Mulia, Nona Zhou yang telah menyelamatkan Pangeran Han Ze Le." jawab Se Se.


Mendengar jawaban Se Se, semua yang ada di ruangan mengarahkan pandangan mereka ke arah Zhou Yi Thing.


"Saya tidak melakukan apapun, Permaisuri yang telah menyelamatkan nyawa Pangeran Han Ze Le." ucap Zhou Yi Thing.


"Tidak, Nona Zhou yang telah menyelamatkan nyawa Pangeran kecil." ucap Se Se.


"Sudah, sudah hentikan. Kalian berdua telah berjasa menyelamatkan Pangeran Han Ze Le. Katakan apa yang kalian inginkan, aku akan mengabulkan permintaan kalian." ucap Kaisar Han.


"Saya tidak menginginkan apapun. Terima kasih atas kebaikan hati Yang Mulia." jawab Zhou Yi Thing.


"Saya ingin meminta satu permintaan, mohon Yang Mulia mengabulkan nya." ucap Se Se.


"Katakan apa permintaan Permaisuri." jawab Kaisar Han.

__ADS_1


"Saya ingin meminta kepada Yang Mulia untuk memberikan posisi Putri Mahkota kepada Nona Zhou." ucap Se Se.


Semua yang berada di dalam ruangan merasa terkejut mendengar permintaan dari Se Se, bukan meminta harta atau jabatan, dia malah meminta sesuatu demi orang lain.


"Karena aku telah berjanji, maka aku akan mengabulkan permintaan Permaisuri." jawab Kaisar Han.


"Terima kasih Yang Mulia." ucap Se Se sambil tersenyum senang.


Han Ze Xing menatap ke arah Se Se, dia berkata dalam hati, "Terima kasih Permaisuri."


Begitu pula dengan Zhou Yi Thing, dia merasa terharu karena perhatian dan sikap Se Se yang terlampau baik terhadap diri nya. Tentu saja dia menginginkan posisi itu agar dia dapat menjaga dan merawat Pangeran Han Ze Le, tapi permintaan itu terlalu berat jika dia ucapkan sendiri.


"Terima kasih Permaisuri, saya akan selalu mengingat kebaikan anda." batin Zhou Yi Thing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa minggu telah berlalu sejak kejadian penculikan Pangeran Han Ze Le, namun pelaku dan dalang di balik nya masih belum di temukan.


Han Ze Xing mengganti semua pelayan dan penjaga di kamar Pangeran Han Ze Le. Pelayan di kediaman Raja Wei di kirim ke Istana Matahari sebagai pengganti pelayan yang menjaga Pangeran Han Ze Le.


Hal itu di lakukan untuk melindungi Pangeran Han Ze Le dari penculik yang di curigai memiliki mata mata di dalam Istana Matahari.


Perhiasan yang di siapkan sebagai hadiah pernikahan juga di buat oleh perajin ternama di ibu kota. Se Se memperlakukan Zhou Yi Thing seperti saudara kandung nya. Se Se membeli semua barang barang pernikahan yang mewah dan terbaik untuk gadis itu.


"Nona, barang anda telah sampai di kediaman." lapor salah satu pelayan.


"Barang? Barang apa? Aku tidak memesan barang apapun." jawab Zhou Yi Thing.


"Permaisuri yang memesan barang barang itu untuk anda Nona." jelas pelayan.


Zhou Yi Thing menatap ke arah kamar Se Se, dalam hati dia berkata, "Anda benar benar seperti malaikat yang di kirim Tuhan untuk menolong saya. Terima Kasih Permaisuri."


Zhou Yi Thing ikut dengan pelayan untuk memeriksa barang yang baru sampai, barang barang itu di letakkan di gudang yang telah di siapkan khusus untuk menyimpan barang barang Zhou Yi Thing.


"Semua barang ini pasti sangat mahal. Saya tidak bisa menerima kebaikan Permaisuri yang seperti ini. Bolehkah barang barang ini di kembalikan?" ucap Zhou Yi Thing setelah melihat isi barang barang di dalam kotak kayu yang dikirimkan kepada nya.


"Kami hanya bertugas mengantarkan barang ini, barang yang sudah kami antar tidak dapat di bawa kembali tanpa izin dari pembeli nya." jawab seorang pria pengantar barang.


"Aku akan membicarakan hal ini dengan Permaisuri nanti, pelayan ini hanya menjalankan tugas. Aku tidak boleh menyulitkan nya." batin Zhou Yi Thing.

__ADS_1


"Nona, jika tidak ada masalah dengan barang barang ini, saya permisi dulu." ucap pelayan pemgantar barang.


"Terima kasih atas kerja keras anda." ucap Zhou Yi Thing sambil mengangguk.


Zhou Yi Thing berjalan menuju ke kamar Se Se, setelah tiba di depan kamar, dia mengetuk pintu kamar dan menunggu jawaban dari Se Se sebelum membuka pintu itu.


"Nona, Permaisuri sedang keluar. Apakah ada yang ingin anda sampaikan? Saya akan menyampaikan pesan anda untuk Permaisuri setelah beluau kembali." ucap salah satu pelayan.


"Tidak, aku akan kembali lagi nanti jika Permaisuri sudah pulang." jawab Zhou Yi Thing.


Setelah kepergian gadis itu, Se Se membuka pintu kamar. "Kerja bagus." ucap Se Se kepada pelayan.


"Permaisuri, kenapa anda menghindar dari Nona Zhou?" tanya pelayan.


"Aku tidak ingin dia menolak hadiah dari ku." jawab Se Se.


"Bagaimana anda bisa tahu bahwa Nona Zhou akan datang kemari?" tanya pelayan.


"Itu karena barang barang yang aku pesan baru saja tiba di kediaman. Dia pasti merasa terbebani karena harga barang itu sedikit mahal." jawab Se Se.


"Sedikit mahal? Boleh hamba tahu berapa harga barang itu Permaisuri?" tanya pelayan dengan wajah penasaran.


"Jumlahnya mungkin sekitar lima puluh ribu keping emas." jawab Se Se.


" .... Li ... Lima puluh ribu? Ke ... keping emas???" ucap pelayan dengan wajah terkejut.


"Ya, sekitar segitu." jawab Se Se.


"Permaisuri benar benar orang yang murah hati. Tapi ... berapa banyak sebenarnya uang yang di berikan oleh Yang Mulia untuk Permaisuri? Kenapa beliau bisa memiliki uang sebanyak itu? Beliau bahkan berkata itu hanya sedikit mahal. Padahal dengan uang lima puluh ribu keping emas sudah bisa membangun satu istana besar." batin pelayan.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2