
Raja Wei membawa Se Se ke tempat pemandian, dia membersihkan tubuh istrinya yang penuh keringat dengan air hangat di dalam kolam mandi.
"Xuan, Putra Mahkota juga meminum teh itu." ucap Se Se.
"Ze Xing? Dia berada di sini?" tanya Raja Wei.
Se Se mengangguk, "Tadi dia datang menemui ku. Dia pergi ketika menyadari ada yang salah di dalam teh." jawab Se Se.
"Siapa yang mengantarkan teh itu?" tanya Raja Wei.
"Aku tidak tahu, aku tidak melihat wajahnya." jawab Se Se.
"Aku akan mengurus hal ini. Kamu istirahat saja di kamar." ucap Raja Wei.
Raja Wei mengeringkan tubuh Se Se dan memakaikan kembali pakaiannya. Dia membaringkan tubuh gadis itu di atas ranjang kemudian menyelimutinya.
Raja Wei keluar dari kamar, setelah bertanya kepada pengawal penjaga gerbang, Raja Wei mengetahui bahwa Han Ze Xing masih berada di dalam kediaman. Beberapa pengawal di tugaskan untuk mencari Han Ze Xing.
Zhou Yi Thing masih menangis di dalam kamarnya, Han Ze Xing tertidur pulas karena pengaruh obat. Tiba-tiba Zhou Yi Mei membuka pintu kamar, dia menarik Zhou Yi Thing keluar dari kamar dan membawa nya ke kamar sebelah (Kamar Zhou Yi Mei berada di sebelah kamar Zhou Yi Thing)
"Kakak diam saja di sini!" ucap Zhou Yi Mei.
Zhou Yi Mei kemudian masuk ke kamar Zhou Yi Thing, dia melepaskan pakaian dan mengacak-acak rambutnya kemudian mulai menangis histeris.
Raja Wei saat itu melewati pintu kamar dan mendengar tangisan Zhou Yi Mei. Dia membuka pintu kamar dan melihat Han Ze Xing di atas ranjang bersama Zhou Yi Mei yang meringkuk duduk di lantai.
"Apakah Ze Xing telah melakukan hal itu kepada gadis ini?" batin Raja Wei.
Raja Wei memanggil dan membangunkan Han Ze Xing. Masih dalam keadaan setengah sadar, Han Ze Xing membuka matanya, dia melihat Zhou Yi Mei yang tengah duduk menangis di lantai.
"Apakah aku telah memaksa gadis ini dan melakukan hal itu kepadanya?" batin Han Ze Xing.
Raja Wei membawa Han Ze Xing ke ruang kerja, dia bertanya tentang hal yang telah terjadi.
"Saya tidak tahu Paman, saat itu saya tidak melihat wajah gadis itu dengan jelas." jawab Han Ze Xing.
Tentu saja Han Ze Xing harus berbohong, tidak mungkin dia berkata bahwa dia melihat wajah Se Se saat melakukan tindakan terlarang itu.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Raja Wei.
"Saya akan bertanggung jawab, dia akan di angkat menjadi selir pertama." jawab Han Ze Xing.
__ADS_1
"Terserah kamu saja, tapi ingat... Jangan mempercayai wanita itu. Sifatnya tidak seperti wajahnya yang polos itu." ucap Raja Wei.
"Baik Paman." jawab Han Ze Xing.
Sementara itu Zhou Yi Mei tersenyum senang di dalam kamar, saat para pengawal ditugaskan untuk mencari Putra Mahkota, dia mendengar percakapan mereka. Zhou Yi Mei yang licik tentu mengetahui pria yang di maksud adalah Han Ze Xing yang kini berada di dalam kamar Zhou Yi Thing.
Niat jahatnya segera berubah, dia ingin menjadi Putri Mahkota Kerajaan Han. Itu sebabnya dia membawa Zhou Yi Thing ke kamarnya dan menggantikan Zhou Yi Thing sebagai korban.
"Kali ini, aku akan menjadi wanita yang paling berkuasa." batin Zhou Yi Mei.
Zhou Yi Thing masih menangis di dalam kamar Zhou Yi Mei, dia menyadari niat adiknya itu. Zhou Yi Thing membiarkan saja adik nya itu menggantikan diri nya. Dia tidak ingin menikah hanya karena rasa tanggung jawab. Dia ingin memiliki suami yang benar-benar mencintai nya.
"Apa guna nya aku menangisi hal yang sudah terjadi? Sepertinya Tuhan benar-benar membenci ku sehingga memberi hukuman yang keras kepada ku! Sampai kapan aku harus menahan semua penghinaan dan penderitaan ini?" batin Zhou Yi Thing.
Raja Wei memerintahkan semua pelayan untuk berkumpul di halaman.
"Siapa yang mengantarkan teh ke tempat Permaisuri tadi?" tanya Raja Wei.
Semua pelayan terdiam ketakutan, mereka menunduk dan saling menatap satu sama lain.
"Kalian semua akan di cambuk hingga ada yang mengakui kesalahan." ucap Raja Wei.
"Nona Zhou? Siapa maksud mu?" tanya Raja Wei.
"Nona yang lebih muda. Dia meminta hamba menyeduh teh karena Permaisuri memintanya. Namun teh itu di bawa dan di antarkan oleh Nona Zhou." jawab pelayan itu.
"Sudah ku duga gadis itu bermasalah." batin Raja Wei.
"Mulai hari ini, kalian semua harus melaporkan kegiatan wanita itu kepada pengawal jika menemukan hal yang mencurigakan!" perintah Raja Wei.
"Baik Yang Mulia." jawab pelayan serentak.
Raja Wei kembali ke kamar, Se Se baru saja terbangun karena suara pintu yang terbuka. Raja Wei mendekat, dia berbaring di samping Se Se.
"Lagi-lagi aku menyebabkan kamu terluka, maafkan aku." ucap Raja Wei.
"Apa maksudnya?" tanya Se Se tidak mengerti.
"Putri dari negara Zhou itu yang telah memasukkan obat ke dalam teh." jawab Raja Wei.
"Apa tujuan nya?" tanya Se Se.
__ADS_1
"Awalnya dia berniat menjebak mu dan Ze Xing. Namun tidak di sangka Ze Xing malah menuju ke kamarnya dan ... " Raja Wei menghentikan penjelasannya.
"Dan akhirnya Putra Mahkota berada di kamar gadis lain?" tanya Se Se.
"Benar, dan gadis itu adalah Putri Zhou Yi Mei. Orang yang telah memberi obat kepada kalian berdua." jawab Raja Wei.
"Lalu bagaimana dengan Putra Mahkota sekarang? Apa yang akan dia lakukan?" tanya Se Se.
"Ze Xing bilang dia akan bertanggung jawab, dia belum mengetahui bahwa Zhou Yi Mei yang telah memasukkan obat ke dalam teh." jawab Raja Wei.
"Apakah Xuan akan memberitahunya?" tanya Se Se.
"Tidak, aku tidak akan memberitahu Ze Xing." jawab Raja Wei.
"Aku harus mengalihkan perhatian Ze Xing agar tertarik dengan wanita lain." batin Raja Wei.
"Aku akan mendukung semua keputusan mu, tapi aku harap Putra Mahkota tidak akan di rugikan oleh wanita itu." ucap Se Se.
"Aku akan melindungi nya." ucap Raja Wei.
"Xuan ku memang yang terbaik." ucap Se Se.
"Sepertinya aku harus berterima kasih kepada wanita itu, berkat dia hari ini permainan istri ku sangat hebat dan memuaskan." ucap Raja Wei dengan wajah nakal.
"I... itu karena obat perangsang, bukan keinginan ku!" jawab Se Se dengan wajah merona.
"Lihat ini, banyak sekali bekas gigitan yang ditinggalkan oleh istri ku." goda Raja Wei sambil menunjukkan bekas luka di lehernya.
"Xuan...!!!" ucap Se Se dengan wajah kesal dan malu.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1