
Selir Fei ketakutan, dia segera berlutut di depan Kaisar. Kaisar berjalan mendekat, dia memegang dagu Selir Fei dan mengangkatnya.
"Katakan pada ku, apa benar Han Ze Liang bukan anak ku?" tanya Kaisar dengan suara tinggi.
Selir Fei mulai menangis, dia tidak menjawab pertanyaan itu. Kaisar merasa jijik melihat air mata Selir Fei, dia melepas dagu Selir Fei dengan kasar.
Kaisar dengan mengepalkan kedua tangan nya. "Anak di dalam rahim mu, apakah janin itu juga milik pria lain?"
"Tidak, ini anak anda Yang Mulia." jawab Selir Fei sambil menggelengkan kepala.
"Kalau begitu, kau mengakui bahwa Han Ze Liang bukan anak ku?" tanya Kaisar dengan nada membentak.
"Tidak, Ze Liang adalah anak anda, anda tidak boleh meragukannya Yang Mulia." jawab Selir Fei, dia memegang kaki Kaisar dengan kedua tangannya.
Kaisar menendang Selir Fei, wanita itu terhempas ke lantai. Wajahnya basah oleh air mata yang mengalir deras. Kaisar sama sekali tidak merasa kasihan pada wanita itu.
"Kau pikir aku akan percaya? Di antara semua anak-anak ku, hanya dia yang tidak mirip dengan ku. Kau... wanita kotor yang mempermalukan nama baik keluarga Kaisar. Aku tidak akan pernah memaafkan mu!" ucap Kaisar dengan mata penuh kebencian.
Kaisar memberi perintah pada kasim untuk membawa Selir Fei keluar dari ruangan. Selir Fei tidak kembali ke istana nya, dia berlutut di depan pintu ruang kerja Kaisar. Selir Fei berharap Kaisar akan luluh dan memaafkan dirinya.
Ibu Suri berjalan mendekat ke arah Selir Fei, wanita itu tersenyum dan berkata pada Selir Fei, "Kau sebaiknya menutup mulut mu dengan rapat, jika kau berani menentangku, kau pasti tahu apa yang akan aku lakukan padamu!"
Selir Fei menggertakan gigi menahan amarah. Dia bersumpah akan membuat Ibu Suri membayar mahal karena telah menyebarkan rahasia Selir Fei.
Yu melaporkan semua peristiwa yang terjadi di Istana kepada Raja Wei. Pemuda itu terdiam sebelum memberi perintah lain kepada Yu.
"Kumpulkan pasukan Elang, aku membutuhkan bantuan mereka malam ini."
"Baik Yang Mulia," Yu berjalan pergi meninggalkan ruang kerja.
Raja Wei kembali ke kamar untuk melepas rasa rindu pada keluarga kecilnya. Dia mengecup bibir istri dan kedua bayi nya.
__ADS_1
"Apa ada hal bahagia yang terjadi?" tanya Se Se.
"Apa terlihat begitu jelas?" tanya Raja Wei.
Se Se mengangguk dan berkata, "Itu tertulis di wajahmu Xuan."
Raja Wei menceritakan semua hal yang terjadi, di akhir cerita dia berkata harus kembali ke ruang kerja karena Pasukan Elang sudah menunggu di sana.
"Apa yang akan anda lakukan?" tanya Se Se penasaran.
"Menyuruh Pasukan Elang menulis kebenaran dan menyebarkan ke seluruh pelosok negeri ini." jawab Raja Wei dengan mata dingin.
"Bukan kah itu sangat merepotkan?" Se Se memiringkan kepala menatap Raja Wei.
"Ya, tapi aku tidak punya cara lain." jawab Raja Wei.
Gadis itu tersenyum licik, dia memberi sebuah ide yang bagus kepada Raja Wei. Pemuda itu memeluk dan mengecup seluruh bagian wajah istrinya. "Terima Kasih Permaisuri."
Dalam waktu seminggu saja, kebenaran tentang kematian Ratu Wei Jia Li telah menyebar luas. Ibu Suri menganggap itu adalah perbuatan Selir Fei, dia memberi perintah untuk membunuh Selir Fei.
Selir Fei tahu apa yang akan dilakukan oleh Ibu Suri, dia telah mempersiapkan diri menghadapi pembunuh yang datang padanya. Rencana pembunuhan itu gagal, sekarang kedua wanita itu berperang secara terang-terangan. Mereka tidak lagi bekerja sama seperti sebelumnya. Rencana Raja Wei untuk mengadu domba mereka telah berhasil dengan sukses.
...****************...
"Pergi!! Jangan mengemis di sini!"
Pengawal yang menjaga gerbang pintu mengusir seorang pengemis wanita.
"Pergi, kalau masih di sini, kau akan ku pukul!" ancam Pengawal dengan mengayunkan kayu di tangan nya.
"Tuan, biarkan saya bertemu dengan Raja Wei, ada sesuatu yang harus saya sampaikan. Saya mohon Tuan." ucap pengemis sambil berlutut.
__ADS_1
"Ling Er, ada apa ribut-ribut di luar sana?" tanya Se Se yang mendengar suara keributan di gerbang pintu.
"Ada seorang pengemis yang ingin bertemu dengan Yang Mulia." jawab Ling Er.
Se Se berjalan ke depan gerbang, dia merasa penasaran dengan pengemis itu. "Mau apa pengemis itu bertemu dengan Xuan?" benak Se Se.
Wanita pengemis melihat Se Se berjalan ke arahnya, dia segera mendekat dan berkata, "Permaisuri, hamba punya rahasia Ibu Suri. Mohon izinkan hamba untuk bertemu Yang Mulia Raja Wei."
Se Se menatap kondisi pengemis itu dengan wajah iba, "Aku makan dan minum dengan baik di sini tanpa memperdulikan masyarakat miskin yang tersebar di luar sana. Lihatlah kondisi wanita ini, dia bahkan lebih menyedihkan dari pada narapidana. Setidaknya narapidana masih di beri makanan dan pakaian."
Wanita itu sangat kurus, seperti tulang berbalut kulit tipis tanpa lemak. Tidak ada sedikit pun daging terlihat di tubuhnya. Dia bahkan tidak memilik baju yang layak, tubuhnya berbalut kain jerami dengan lubang di beberapa bagian.
Se Se menunduk dan membantu wanita itu berdiri, wanita pengemis menatapnya dengan wajah kagum.
"Permaisuri kami benar-benar orang yang sangat baik." benak wanita pengemis.
"Katakan padaku, rahasia apa yang kamu ketahui?" tanya Se Se dengan wajah penasaran.
Wanita Pengemis terdiam sebelum berkata, "Kaisar bukan anak kandung Ibu suri."
Se Se sedikit terkejut mendengar rahasia besar itu, dia membawa wanita pengemis masuk ke dalam dan bertanya lebih lanjut.
"Apa kamu punya bukti bahwa Kaisar bukan anak kandung Ibu Suri?" Se Se menatap lekat mata wanita pengemis itu. Dia berusaha mencari kebenaran dari matanya.
Wanita pengemis mengeluarkan sebuah surat, dia meletakkan surat itu di atas meja. Se Se membaca isi surat.
"Aku menulis surat ini sebelum melahirkan, Entah anak ini seorang Pangeran atau Putri, tapi aku bersumpah anak ini adalah milik Kaisar. Ibu Suri akan mengambilnya jika aku melahirkan kelak, aku tau anak di dalam perut ku akan di gunakan sebagai alat untuk merebut kekuasaan. Jika ada yang menemukan surat ini, tolong ungkapkan kebenaran pada dunia.
Ibu Suri meminta ku melayani Kaisar, beberapa kali aku di paksa tidur dengan Kaisar di saat Kaisar mabuk. Setelah aku hamil, Ibu Suri mengurungku di sebuah kamar gelap yang tidak pernah di datangi orang. Setelah hamil, aku menyadari rencana Ibu Suri. Wanita jahat itu akan merampas bayi ku dan menjadikan bayi ku sebagai anaknya. Tolong... katakan kebenaran ini pada dunia, atau setidaknya biarkan anak ku tau bahwa wanita jahat itu telah membunuh ibu kandungnya dan katakan pada anak ku, nama ibu kandungnya adalah Li Qing Qing."
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1