The Princess Story

The Princess Story
Ep 84. Ungkapan hati


__ADS_3

"Tidak apa-apa, selama anda baik-baik saja. Terima kasih telah kembali dengan selamat, terima kasih telah kembali ke sisi saya." jawab Se Se dalam pelukan Raja Wei.


"Apakah istriku baik-baik saja?" tanya Raja Wei.


"Ya, saya baik-baik saja." jawab Se Se.


"Apakah bayi kecil baik-baik saja?" tanya Raja Wei.


"Ya, bayi kecil baik-baik saja."


"Apakah istriku merindukanku?" tanya Raja Wei.


"Ya, saya sangat merindukan suami saya yang sudah lama tidak pulang." jawab Se Se.


Raja Wei melepas pelukannya, dia menatap wajah istrinya yang terlihat lelah. Hatinya merasa bersalah karena dia yang menyebabkan Se Se harus mengalami semua penderitaan ini.


"Masih ada urusan lain yang belum selesai. Istirahatlah, kita akan pulang bersama setelah urusan di sini selesai." ucap Raja Wei dengan wajah bersalah dan penuh penyesalan.


Se Se menganggukkan kepalanya, dia memeluk Raja Wei dan berkata, "Berjanjilah anda tidak akan menghilang lagi! Berjanjilah anda akan kembali apapun yang terjadi!"


"Aku berjanji. Tunggu aku pulang permaisuri." jawab Raja Wei sambil mengecup kening istrinya.


Se Se menatap punggung Raja Wei yang berjalan keluar, hatinya tidak tenang namun dia tidak bisa mencegah Raja Wei untuk menjalankan tugasnya.


"Aku akan menunggumu, tolong kembalilah dengan selamat." batin Se Se.


Tiga hari telah berlalu, Se Se berjalan-jalan di depan kolam kediaman Yang. Yang Wei Zhao menghampiri Se Se dan mengajaknya minum teh bersama.


Di dalam sebuah gazebo, tersusun rapi makanan ringan di atas meja. Seorang pelayan membawa teh hangat dan menuangkan teh itu untuk Yang Wei Zhao dan Se Se.


"Terima kasih permaisuri bersedia menemani saya minun teh di sini." ucap Yang Wei Zhao.


"Seharusnya saya yang berterima kasih karena telah membiarkan kami menginap di sini." ucap Se Se dengan senyuman ramah di wajahnya.


"Deg Deg Deg!"


Jantung Yang Wei Zhao berdebar-debar, dia terpesona melihat senyuman di wajah gadis cantik itu.


Yang Wei Zhao memperhatikan wajah Se Se yang duduk di depannya.


"Mata yang indah bersinar, rambut hitam panjang menambah keindahan wajahnya. Hidung tinggi lancip dan bibir merah mungil yang mirip buah cerry. Benar-benar kecantikan yang luar biasa. Aku ingin memiliki gadis ini, sayang sekali dia adalah permaisuri Raja Wei." batin Yang Wei Zhao.

__ADS_1



Seorang pemuda mendekati gazebo, dia menarik lengan Se Se dan memeluknya dengan erat. Wajah pemuda itu memancarkan aura pembunuh yang kuat. Matanya dipenuhi api cemburu yang membara.


"Hormat saya pada Yang Mulia Raja Wei." ucap Yang Wei Zhao dengan menundukkan kepalanya.


"Siapa yang mengizinkanmu menatap wajah permaisuriku?" ucap Raja Wei dengan nada marah.


"Yang Mulia... Saya tidak bermaksud seperti itu." jawab Yang Wei Zhao, dia mulai ketakutan.


Se Se melepas pelukan Raja Wei, dia tersenyum dan berkata, "Yang Mulia, saya hanya duduk minum teh bersama Tuan muda Yang."


"Aku tahu kamu tidak memiliki pemikiran lain, tapi beda dengan pria ini. Aku melihat tatapan matanya padamu, tatapan itu adalah tatapan seorang pria yang tertarik pada lawan jenisnya. Tatapan yang ingin memiliki dan menguasai sepenuhnya. Berani sekali dia menginginkan wanita milikku." batin Raja Wei.


Raja Wei menarik lengan Se Se dan berjalan menuju kamar. Dia menutup pintu dengan kasar.


"Blammm!"


"Kamu, tidak boleh mendekati pria lain lagi! Tidak boleh berbincang dengan pria lain dan tidak boleh minum teh bersama pria lain!" ucap Raja Wei dengan nada tinggi.


Se Se mengerutkan keningnya, namun dia tersenyum setelah menyadari apa yang salah dengan pemuda di depannya.


"Ya, aku cemburu, sangat cemburu! Sebaiknya kamu menjauhi pria itu atau aku akan membunuhnya!" ucap Raja Wei dengan mata penuh amarah.


"Hehehe..."


Se Se tertawa kecil melihat wajah cemburu suaminya, dia merasa senang Raja Wei cemburu pada pria lain.


"Muachh..."


Se Se mendekat ke wajah Raja Wei dan mengecup bibirnya. Amarah Raja Wei seketika memudar, wajahnya kini tersenyum, dia menatap istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Maaf, aku tidak bisa mengendalikan emosiku." ucap Raja Wei.


"Saya senang melihat anda marah dan cemburu." jawab Se Se jujur.


"Kamu tidak boleh menggoda pria lain lagi." perintah Raja Wei.


"Saya hanya akan menggoda suami saya." jawab Se Se.


"Siapa suamimu?" tanya Raja Wei dengan senyuman nakalnya.

__ADS_1


"Suami saya adalah seorang pemuda tampan yang suka menutup wajahnya dengan topeng, dia adalah pemuda kejam yang telah membunuh ketujuh istrinya, dia adalah orang yang telah mengambil jutaan nyawa prajurit saat berperang, dia adalah pria kejam yang suka menyiksa orang lain." jawab Se Se.


"Huff..."


Raja Wei berubah cemberut, dia menghela napas mendengar jawaban Se Se yang hanya mengatakan keburukannya.


"Tapi suami saya adalah orang yang paling baik di dunia ini. Saya masih ingin hidup dengan umur panjang karena dia, saya rela memaafkan masa lalu saya demi dia, saya merasakan perasaan bahagia karena dia. Hidup saya saat ini hanya demi pemuda itu, pemuda yang telah menjadi suami saya.


"Terima kasih telah menikah dengan gadis seperti saya, terima kasih telah menerima saya apa adanya, terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup saya dan terima kasih telah menerima bayi kecil yang berada dalam perut saya." ucap Se Se dengan senyuman kebahagiaan di wajahnya.


Raja Wei merasa terharu mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari bibir mungil itu, dia merasa bahagia mendapat istri yang begitu menghargai dirinya.


Raja Wei memeluk istrinya dengan erat dan berkata, "Tidak, akulah yang harus berterima kasih pada permaisuriku. Hidupku dulu bagaikan warna hitam dan putih, kamu yang telah merubah warna itu menjadi warna pelangi. Terima kasih telah hadir dalam hidupku dan bersedia menjadi permaisuriku! Huang Se Se, aku sangat mencintaimu."


Se Se melepas pelukan mereka, wajahnya penuh dengan senyuman, dia memegang kedua pipi Raja Wei dengan sepasang telapak tangannya.


"Apakah urusan anda sudah selesai, suamiku? tanya Se Se dengan suara manja.


"Belum, masih ada satu urusan yang paling penting belum kuselesaikan." jawab Raja Wei.


Wajah Se Se berubah cemberut, dia tidak ingin Raja Wei meninggalkannya lagi sendirian di tempat itu.


Raja Wei tersenyum melihat wajah cemberut Se Se, dia mendekatkan wajah mereka dan berbisik di telinga Se Se, "Aku belum membuat permaisuriku bahagia di tempat tidur."


"Blush"


Wajah Se Se menjadi merah, dia malu mendengar kalimat itu. Raja Wei tersenyum nakal dan menggendong Se Se ke tempat tidur, dia menyiksa istrinya selama satu malam tanpa jeda.


Entah berapa kali junior pemuda itu memuntahkan cairan kentalnya, hingga akhirnya pemuda itu puas dan tertidur lelap dengan tubuh istrinya sebagai guling.


Keesokan harinya mereka berangkat pulang ke ibu kota. Yang Wei Zhao mengantar Raja Wei dan Se Se di depan gerbang.


"Terima kasih telah merawat saya selama di sini Tuan muda Yang." ucap Se Se dengan senyuman ramah.


Raja Wei kesal melihat senyuman Se Se ditujukan untuk pemuda itu, dia menarik lengannya agar segera masuk ke dalam kereta.


Yang Wei Zhao menatap mereka dengan mata penuh ambisi. Dia terlihat seperti menyimpan niat jahat pada kedua orang itu.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Terima Kasih teman-teman pembaca yang sudah mengikuti karya ini hingga sekarang. Jangan lupa tulis komentar teman-teman mengenai kekurangan karya ini. Saya senang membaca komentar-komentar dari kalian semua💖

__ADS_1


__ADS_2