
Hai teman readers, episode ini mengandung sedikit "Ehem Ehem..." .
Pasti pada ngerti kan? Iyakan? π
Bagi yang tidak nyaman, harap di skip saja ya chapter ini βMaafkan saya yang terlalu berlebihan dalam mengetik karya ini π€§
\=\=\=\=\=\=\=\=
Raja Wei tersenyum melihat reaksi gadis kecilnya, dia menggoda gadis itu dengan bertanya, "Apa yang sedang kamu pikirkan? kenapa memejamkan mata seperti itu? Permaisuriku..."
Se Se membuka matanya, kedua pipinya memerah karena pertanyaan Raja Wei. Wajahnya berubah cemberut karena keinginan hatinya tidak dipenuhi. Wajah cemberut gadis itu membuat Raja Wei ingin menggodanya lagi.
"Apakah permaisuriku sedang memikirkan sesuatu?" tanya Raja Wei sambil menyentuh bibir mungil Se Se.
Wajah gadis itu makin memerah, malu karena tertangkap basah mengharapkan ciuman dari bibir Raja Wei.
Raja Wei mendekatkan kembali wajahnya dan menggoda Se Se dengan senyuman mematikan.
"Bolehkah aku minta jatah manisan hari ini?" bisik Raja Wei.
"Deg Deg Deg!"
Se Se mengangguk pelan, wajahnya tambah merah saat disentuh jari jemari Raja Wei. Tubuhnya terasa memanas, Raja Wei menggendongnya dengan ala princess dan membawanya ke tempat tidur.
Raja Wei membaringkan tubuh Se Se dengan perlahan, bagai meletakkan kaca tipis yang akan hancur jika diperlakukan dengan kasar.
Raja Wei menindih tubuh gadis kecil itu, dia mulai mengecup kening, hidung dan pipinya. Dia menatap bibir merah itu dengan penuh gairah, tanpa berlama-lama Raja Wei mendaratkan bibir di atasnya.
"Pranggg!"
Ling Er masuk tanpa mengetuk karena pintu tidak di tutup. Dia menjatuhkan ember air yang dibawanya saat melihat adegan khusus dewasa itu.
Ling Er menutup matanya dengan kedua telapak tangan dan berkata, "Maaf Nona, Ling Er tidak melihat apa-apa. Silakan dilanjutkan."
Ling Er segera keluar, tak lupa dia menutup pintu agar kedua insan itu lebih leluasa.
Se Se merasa sangat malu karena tertangkap basah sedang bermesraan dengan pria di kamar. Raja Wei makin gemas saat melihat wajah malu gadis kecilnya. Dia kembali menikmati bibir mungil gadis itu tanpa membuang waktu.
__ADS_1
Raja Wei seolah tak pernah puas merasakan bibir lembut nan manis itu. Dia masih sibuk menyapu isi langit-langit dan sesekali menghisap lembut bibir bawahnya.
Tubuh mereka makin memanas setelah beberapa waktu berciuman, bibir Raja Wei kini turun ke leher jenjang yang mulus. Dia menyapu leher itu dengan rakus dan meninggalkan beberapa jejak merah.
"Aaahhh..."
Bibir mungilnya mulai mendesah, dia menikmati semua perlakuan lembut dari Raja Wei. Dia mulai bergairah, tubuhnya meliuk menahan rasa geli dari sentuhan itu.
Raja Wei tersenyum mendengar desahan gadis kecilnya, dia memberanikan diri untuk bertindak lebih jauh.
Jarinya mulai menari kecil di atas tubuh Se Se, perlahan dia menyelipkan tangannya di balik kain yang membalut tubuh ramping itu.
Se Se memejamkan matanya dan menikmati semua sentuhan, dirinya seperti dihipnotis hingga tak sadar kain yang membalut tubuh telah lepas sepenuhnya.
Raja Wei menelan saliva saat melihat keindahan tubuh gadis itu.
Se Se membuka mata saat menyadari ada benda yang tengah menusuknya, dengan cepat dia mendorong tubuh Raja Wei.
Se Se menarik selimut yang ada di samping tempat tidur, dia segera menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Da... Da... Dasar cabul!" ucap Se Se terbata-bata.
Raja Wei terlihat kecewa, dalam hati dia berkata, "Padahal hanya tinggal sedikit lagi dia akan menjadi milikku. Sangat disayangkan, aku gagal lagi."
Se Se menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan, dia tidak ingin menunjukkan wajahnya yang memerah pada Raja Wei.
Raja Wei kembali menggodanya dengan berbisik, "Semua bagian tubuhmu sudah kulihat saat mengganti pakaianmu di kamarku. Tidak ada bagian yang tidak pernah kulihat, untuk apa menutupnya sekarang?"
"Deg!"
Jantungnya hampir melompat keluar, dia tidak pernah tahu bahwa selama ini Raja Wei yang telah mengganti pakaiannya.
"Mesum, cabul , hidung belang!" ucap gadis itu dengan mata yang membesar.
Sudah beberapa kali pemuda itu membawanya pulang, dia berpikir bahwa pelayan yang telah mengganti pakaiannya.
Dia merasa malu saat malam Raja Wei melamarnya, walau hanya melepas pakaian luar saja. Tidak disangka seluruh pakaiannya sudah pernah dilepas oleh pemuda ini.
__ADS_1
Rasa malunya bertambah besar saat berpikir Raja Wei telah berulang kali melihat tubuhnya tanpa busana.
"Ternyata pemuda ini sangat tidak tahu malu, bisa-bisanya dia melepas pakaian seorang gadis. Apa dia selalu mengganti pakaian gadis yang dia bawa pulang?" kata batin Se Se.
Wajahnya berubah merah padam, dia merasa api membakar dadanya saat memikirkan sudah berapa banyak tubuh gadis yang di lihat oleh Raja Wei.
Raja Wei tersenyum getir, gadis ini terus menerus menolaknya. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu.
"Bukankah permaisuriku sangat menikmati permainan tadi? Aku bisa melanjutkannya lagi..." bisik Raja Wei sambil menghembuskan napasnya.
Gadis itu merasa geli dan hasratnya kembali naik saat merasakan hembusan napas Raja Wei, namun dia menahan gejolak perasaannya itu.
"Jujurlah padaku, sudah berapa banyak gadis yang telah anda lepas pakaiannya?" tanya Se Se dengan wajah merah dan amarah yang membara di matanya.
"Aku hanya pernah melepaskan pakaian seorang gadis, dan gadis itu saat ini ada di hadapanku." bisik Raja Wei lalu menjilat kelopak telinga Se Se.
Tubuh gadis itu merinding menahan rasa geli, darahnya kembali memanas. Raja Wei tersenyum senang melihat reaksi gadis itu.
Perlahan Raja Wei menarik turun selimutnya, dia melahap buah kembar di sana dengan ganas tanpa ada perlawanan sedikitpun dari pemilik buah itu.
Se Se merasa tenang setelah mendengar jawaban dari Raja Wei, dia rela memberikan hartanya yang paling berharga itu untuk Raja Wei.
Dia sudah mempersiapkan dirinya untuk melayani pemuda itu malam ini. Besok adalah hari pernikahan mereka, dia tidak ragu lagi memberikan seluruh jiwa dan raganya.
^^^BERSAMBUNG...^^^
βMaaf jika ada part yang kurang sopan. Saya hanya berusaha memanaskan suasana di karya ini π€§
Jangan Lupa Voteπ dan Like π
Jangan Lupa tinggalkan saran dan pendapat
Jangan Lupa tinggalkan jejak π€
Terima Kasih buat para pembaca, saya ini hanya upik abu tanpa kalian yang membaca karya saya π€§
Salam sejahtera buat semua dan jangan lupa bahagia.
__ADS_1
Aku padamu... πππ