
"Apa yang terjadi pada anda Permaisuri?" tanya Zhou Yi Thing.
"Saya hanya bermimpi buruk, dalam mimpi itu, saya terjebak di sebuah ruangan gelap. Saat kembali ke sini, lima hari telah berlalu." jawab Se Se.
"Mimpi?" tanya Han Ze Xing.
"Ya, mimpi yang sangat sangat panjang. Saya bahkan tidak menyadari bahwa itu hanyalah mimpi. Mimpi itu seperti kenyataan yang terjadi di alam bawah sadar saya." jawab Se Se.
"Saya senang Permaisuri sudah bangun dari mimpi itu, jika Raja Wei mengetahui hal ini, dia pasti tidak akan tenang di negara Ming. Mungkin saja beliau akan segera kembali ke sini." ucap Zhou Yi Thing.
"Karena Permaisuri baru sadar, kami tidak akan mengganggu waktu anda terlalu lama." ucap Han Ze Xing.
"Terima kasih telah mengkhawatirkan saya. Saya akan mengantar Yang Mulia dan Putri Mahkota ke depan gerbang." ucap Se Se.
Se Se mengantar Han Ze Xing dan Zhou Yi Thing ke depan gerbang, setelah kereta kuda tidak terlihat lagi, dia kembali ke kamar.
"Apakah tidak ada yang mengirim kabar tentang keadaan ku kepada Yang Mulia saat aku tidak sadar?" tanya Se Se kepada dua pelayan yang ada di ruangan kamar.
"Pengawal Ti Liu telah mengirim seseorang untuk mengirimkan pesan. Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari pembawa pesan itu." jawab salah satu pelayan.
"Apa maksudnya belum ada kabar?" tanya Se Se.
"Itu ... Pelayan yang mengirimkan pesan sampai sekarang belum kembali." jawab pelayan.
"Kalian boleh keluar, aku ingin sendiri." ucap Se Se.
"Baik Permaisuri." jawab kedua pelayan serentak sambil memberi hormat.
"Aneh sekali, kemana pembawa pesan itu pergi? Lima hari adalah waktu yang cukup untuk melakukan perjalan pergi dan pulang ke Kerajaan Ming. Apakah terjadi sesuatu kepada pelayan itu?" batin Se Se.
"Tok Tok Tok!"
Pintu di ketuk dari luar, Se Se yang ingin sendirian merasa terganggu dengan suara ketukan pintu. Tanpa mengetahui siapa yang berada di balik pintu, dia membentak dan mengusir orang itu.
"Sudah aku katakan aku ingin sendiri! Berhenti mengetuk dan pergi lah!" ucap Se Se dengan nada kesal.
"Tok Tok Tok!"
Suara pintu yang masih juga terdengar membuat Se Se makin kesal. Dia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu, saat pintu di buka, dia tidak melihat siapapun ada di sana.
"Siapa yang mengetuk pintu? Apakah orangnya telah pergi?" batin Se Se.
__ADS_1
Se Se menutup pintu kamar, dia kembali duduk di atas ranjang. Namun beberapa saat kemudian ...
"Tok Tok Tok!"
"Tok Tok Tok!"
"Ckk... Siapa orang menyebalkan ini? Apa dia sedang mempermainkan aku?" gumam Se Se.
"Tok Tok Tok!"
Se Se kembali bamgkit dan membuka pintu, namun masih tidak terlihat satu orang pun di depan pintu.
"Hahhh... Orang ini benar benar kurang kerjaan ya?" ucap Se Se dengan senyum dingin nya.
Se Se kembali menutup pintu, kali ini dia berdiri di depan pintu kamar untuk melihat siapa orang yang mengganggu nya.
"Tok Tok Tok!"
"Brakkk!"
Se Se membuka pintu dengan cepat dan kasar, namun lagi lagi tidak ada siapapun di depan pintu kamar.
"Berhenti lah mengetuk pintu, aku tidak punya waktu untuk bermain dengan mu!" ucap Se Se dengan nada kesal.
"Liu ..." ucap Se Se.
"Ada apa dengan raut wajah anda? Apakah ada seseorang yang membuat anda kesal?" tanya Ti Liu.
"Ya, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar. Namun saat aku membuka pintu, tidak ada siapapun di depan pintu ini." jawab Se Se.
"Apakah Permaisuri salah dengar?" tamya Ti Liu.
"Mana mungkin aku bisa salah mendengar suara ketukan pintu berulang kali!! Tapi ... Kenapa kamu di sini? Bukan kah aku menyuruh mu untuk istirahat?" ucap Se Se.
"Saya sudah tidur beberapa jam, saya tidak terbiasa tidur terlalu lama." jawab Ti Liu.
"Karena kamu sudah di sini, masuk lah dulu. Ada beberapa pertanyaan yang mengusik ku dari tadi." ucap Se Se.
Ti Liu dan Se Se masuk ke dalam kamar, dia kembali menutup pintu kamar. Namun kali ini tidak ada lagi suara ketukan pintu.
"Apa yang ingin Permaisuri tanyakan?" ucap Ti Liu.
__ADS_1
"Aku dengar seorang pelayan di kirim ke Kerajaan Ming untuk mengabarkan kondisi ku saat aku tidak sadar, dan pelayan itu belum kembali hingga saat ini. Apalah itu benar?" tanya Se Se.
"Benar, saya yang menulis surat dan meminta salah satu pelayan untuk mengirimkan mya kepada Yang Mulia. Tapi sampai saat ini belum ada kabar dan Yang Mulia juga belum kembali." jawab Ti Liu.
"Apakah mungkin terjadi sesuatu kepada pelayan itu? Atau ada sesuatu yang terjadi dengan Yang Mulia sehingga dia tidak bisa kembali?" ucap Se Se.
"Tidak mungkin, jika Yang Mulia sudah menerima pesan, beliau pasti akan segera kembali untuk menemui Permaisuri apapun yang terjadi. Mungkin pelayan itu melarikan diri dari tempat ini." ucap Ti Liu.
"Untuk apa seorang pelayan melarikan diri?" tanya Se Se.
"Pelayan itu adalah salah satu budak dari negara lain yang telah di jual ke tempat ini. Mungkin pelayan itu kabur dan lari ke negara lain karena ada kesempatan" ucap Ti Liu.
"Liu, itu terdengar aneh. Semua pelayan di sini diperlakukan dengan adil. Mereka tidak mungkin melarikan diri karena hal itu." ucap Se Se.
"Sepertinya Permaisuri benar." ucap Ti Liu.
Ti Liu berpikir sebentar, tiba tiba saja dia berdiri dari kursi nya dengan tatapan panik.
"Ada apa Liu? Kamu membuat ku terkejut." ucap Se Se.
"Maaf Permaisuri, saya harus memastikan sesuatu. Saya pamit dulu." ucap Ti Liu.
Ti Liu berjalan dengan langkah lebar ke arah penjara bawah tanah, dia memeriksa penjara Su Li An. Ada seorang wanita yang berbaring di sana, namun bentuk tubuh dan fisiknya berbeda dengan Su Li An.
"Buka pintu itu!" perintah Ti Liu kepada penjaga.
Ti Liu membalikkan wanita itu, ternyata dia bukan Su Li An. Wanita lain menggantikan Su Li An terkurung di penjara itu.
"Kenapa baru sekarang aku menyadari hal ini!" ucap Ti Liu dengan wajah kesal.
"Ada apa Tuan?" tanya penjaga.
"Siapa yang bertugas menjaga ruangan ini lima hari yang lalu?" tanya Ti Liu.
"Itu ... Seperti nya Gui Gui yang menjaga penjara ini." jawab penjaga.
"Panggilkan dia ke sini!" ucap Ti Liu.
"Baik Tuan." jawab penjaga yang langsung pergi memanggil rekan nya.
"Tuan Ti Liu, ada apa anda memanggil saya?" tanya seorang pria yang berwajah imut seperti anak anak.
__ADS_1
"Ceritakan apa yang kamu lakukan lima hari lalu?" perintah Ti Liu.
^^^BERSAMBUNG...^^^