The Princess Story

The Princess Story
Ep 204. Jeritan bisu


__ADS_3

Salah satu anggota Pasukan Elang menutup mulut Su Li An dengan sapu tangan agar dia tidak menjerit, lalu satu persatu dari mereka mulai menyiksa wanita itu dengan berbagai cara.


Mulai dari menaburkan garam di luka hingga membalurkan bubuk cabai dan lada di luka nya yang masih terbuka. Beberapa dari mereka menginjak jari tangan dan menendang tubuh kecil Su Li An karena kesal dan marah setelah mengetahui apa yang terjadi kepada Permaisuri mereka karena perbuatan Su Li An yang telah meracuni Raja Wei.


Bukan hal aneh jika mereka marah, selama ini Se Se memperlakukan mereka semua seperti keluarga. Se Se memberi mereka makanan hangat di saat musim dingin dan memberi mereka selimut tebal di malam bersalju. Hanya dia satu satu nya yang benar benar tulus memperhatikan para pasukan Elang selain Raja Wei.


Su Li An hanya bisa menjerit dalam hati sambil terus mengeluarkan air mata karena menahan rasa sakit di tubuh nya. Dia tidak bisa mengeluarkan suara apapun karena sapu tangan yang di selipkan di rongga mulut nya.


"Sudah cukup, dia masih belum boleh mati sekarang." ucap Ti Liu.


Mereka keluar dari ruangan penjara, tidak lupa mereka mengeluarkan sapu tangan yang menutup mulut Su Li An sebelum mengunci kembali pintu penjara.


Para pasukan Elang terlihat puas setelah menyiksa Su Li An secara bergantian, mereka kembali ke kamar masing masing tanpa merasa bersalah meskipun telah menyiksa wanita lemah yang terluka.


Hari menjelang pagi, Raja Wei menuju ke ruang tahanan untuk melihat keadaan Su Li An. Bukan karena khawatir, tapi Raja Wei ingin melihat dengan mata nya sendiri jika wanita itu benar benar telah di hukum dengan berat.


Para penjaga ketakutan, mereka segera berlutut dan meminta maaf atas kelalaian mereka. Para pengawal di beri obat tidur oleh Ti Liu dan kawan kawan nya agar aksi mereka berjalan lancar.


Para penjaga yang tidak mengetahui bahwa kesalahan mereka di sebabkan oleh Ti Liu dan para anggota pasukan Elang segera memohon maaf kepada Raja Wei setelah melihat kondisi mengerikan di tubuh wanita itu.


"Yang Mulia, kami hanya memukul nya dengan tongkat besi. Kami tidak melakukan hal lain kepada wanita itu." ucap salah satu penjaga.


"Benar Yang Mulia, kami hanya melaksanakan perintah dari anda. Tapi saat pagi, wanita ini terlihat seperti sudah mati. Kami memeriksa keadaan nya dan menemukan garam, lada beserta cabai bubuk kering di luka nya." ucap penjaga lain menjelaskan.


"Aku tidak pernah mengatakan kalian tidak boleh melakukan hal itu, lakukan apa saja yang kalian inginkan asal wanita ini tidak mati." jawab Raja Wei.


"Ya ... ???" ucap penjaga itu bingung.


"Aku bilang, kalian boleh menghukumnya sesuka hati asal dia tidak mati!" ucap Raja Wei menegaskan perkataan nya.


"Ba... Baik Yang Mulia." jawab para penjaga serentak.


Mereka saling menatap satu sama lain, Raja Wei pergi meninggalkan ruangan bawah tanah setelah memastikan Su Li An membayar kesalahan nya.


"Apakah kita boleh melakukan apa saja sesuai kata Yang Mulia?" tanya salah satu penjaga.


"Tadi Yang Mulia memang berkata seperti itu."


"Sayang sekali wajah dan tubuh nya yang cantik itu. Boleh kah kita melakukan hal itu juga?"


"Sepertinya Yang Mulia tidak akan perduli."


Para penjaga menatap Su Li An yang masih tidak sadarkan diri dengan tatapan penuh gairah.

__ADS_1


"Bolehkah aku melakukan nya lebih dulu?"


"Tidak, aku yang lebih dulu.


"Tunggulah malam tiba, jangan sekarang!"


"Baiklah, kita lakukan saja bersama nanti malam."


"Aku tidak sabar menunggu untuk menikmati tubuh wanita itu."


"Kabarnya dia salah satu wanita penghibur, seharusnya tidak apa apa jika kita juga menikmati tubuhnya sebelum dia di hukum mati."


"Sayang sekali wajah cantik seperti itu harus mati di usia muda."


"Itu salah nya sendiri karena meracuni Yang Mulia."


Sementara Ti Liu dan Ti Yi mendengarkan percakapan para penjaga dari luar pintu.


"Liu, bagaimana menurut mu?" tanya Ti Yi.


"Apa maksud mu?" tanya Ti Liu.


"Bolehkah kita juga melakukan hal itu? Saudara kita yang lain juga sudah lama tidak mencari wanita penghibur." ucap Ti Yi.


Wajah Ti Liu merona karena malu, dia belum pernah melakukan hal seperti itu.


"A... Aku tidak tahu, terserah kalian saja." jawab Ti Liu dengan suara terbata bata.


"Kenapa wajah mu memerah?" tanya Ti Yi.


"I.. Itu karena di sini sangat panas." jawab Ti Liu.


"Panas?? Jangan bilang kamu belum pernah melakukan hal itu?" ucap Ti Yi yang menyadari respon canggung dari Ti Liu.


"Aku memang belum pernah melakukan hal seperti itu." jawab Ti Liu dengan wajah yang semakin merona.


"Bagaimana kalau aku mengajari mu malam ini?" goda Ti Yi.


"Aku tidak ingin menyentuh tubuh wanita jahat itu! Kalian lakukan saja tanpa aku." jawab Ti Liu sambil berlari menjauh.


"Hahaha... Tidak ku sangka Liu sangat polos." ucap Ti Yi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Yu melaporkan kepada Raja Wei mengenai hasil penyelidikan obat yang di gunakan oleh Se Se.


"Tabib mengatakan obat ini tidak di ketahui asalnya, dan mereka tidak tahu bahan apa yang di gunakan untuk membuat obat ini." ucap Yu.


" ... "


"Yang Mulia, apakah saya harus mencari tabib lain untuk menyelidiki obat ini?" tanya Yu.


"Tidak perlu, jawaban dari tabib lain juga tidak akan jauh berbeda. Mereka tidak akan mengetahui bahan dari obat ini." ucap Raja Wei.


Karena melihat Yu yang berdiri dengan wajah gelisah, Raja Wei merasa Yu ingin melaporkan sesuatu.


"Ada apa? Katakan!" tanya Raja Wei.


"Yang Mulia, sebenarnya kemarin malam saya pergi ke penjara bawah tanah dan menyebabkan masalah." ucap Yu.


"Aku sudah tahu, keluarlah!" jawab Raja Wei.


"Yang Mulia tidak menghukum ku?" tanya Yu.


"Tentu saja kamu akan di beri hukuman, tapi bukan sekarang. Keluarlah, aku ingin sendiri." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." ucap Yu sambil memberi hormat sebelum keluar meninggalkan ruang kerja Raja Wei.


"Dasar bodoh! Apa dia pikir aku tidak tahu semua ini adalah ulah anggota Pasukan Elang? Yu selalu saja melindungi kesalahan mereka." ucap Raja Wei.


Yu singgah ke kamar Ti Liu sebelum kembali ke kamar nya, dia bertanya kepada Ti Liu apa saja yang telah mereka lakukan kepada Su Li An.


"Yang Mulia tidak terlihat marah dengan ulah kalian." ucap Yu.


"Tentu saja Yang Mulia tidak marah, wanita itu seharusnya di siksa dan di beri hukuman yang lebih berat lagi karena telah mencoba untuk mencelakai Yang Mulia dan Permaisuri." jawab Ti Liu.


"Apakah malam ini kalian akan menyiksa nya lagi?" tanya Yu.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2