The Princess Story

The Princess Story
Han Ze Xing


__ADS_3

Raja Wei membawa Se Se kembali ke kediaman, dia membaringkan tubuh istrinya yang terasa dingin di atas ranjang.


"Siapkan air hangat!" perintahnya kepada Ling Er.


Gadis itu segera keluar dan menyiapkan air hangat seperti yang di perintahkan oleh Tuannya. Setelah selesai menuang air di dalam kolam pemandian, Ling Er kembali ke kamar untuk memberitahu Raja Wei.


Raja Wei membuka pakaian yang di kenakan oleh Se Se, perlahan dia membuka tali pengikat dan melucuti kain-kain yang sangat basah di tubuh istrinya. Tubuh mulus yang biasanya merona kini terlihat sangat pucat. Raja Wei memeluk lalu mengangkat tubuh itu, dia membawanya masuk ke kolam pemandian.


Dengan sangat pelan, raja Wei membasuh kulit mulus itu dengan kain halus. Setelah memastikan tubuh dingin istrinya mulai menghangat kembali, Raja Wei memeluknya dengan erat.


"Bertahanlah, jangan tinggalkan aku! Aku mohon!" ucapnya dengan linangan air mata.


Sementara itu Ye Yuan dan Huo Feng masih menunggu di ruang tamu. Mereka berjalan mondar mandir di dalam ruangan, karena merasa cemas dan gelisah membuat keduanya tidak bisa berdiam diri.


Setelah beberapa saat menunggu, Ling Er memberitahu jika Raja Wei sudah mengizinkan mereka untuk masuk ke kamar.


Kedua pria itu segera berlari menuju ke kamar utama. Wanita itu sedang berbaring di atas ranjang, wajahnya terlihat sedikit membaik dibanding sebelumnya. Ye Yuan mendekat ke sisi ranjang, diikuti oleh Huo Feng di belakang.

__ADS_1


"Bagaimana kondisinya?" tanya Ye Yuan.


"Apa dia masih hidup?" tanya Huo Feng dengan cara kasar yang seperti biasa.


"Entahlah, aku hanya membersihkan dan menghangatkan tubuhnya. Aku tidak tau bagaimana kondisinya, tapi tabib berkata dia hanya tertidur lelap." jawab Raja Wei sambil menatap wajah istrinya.


"Aneh sekali!" ucap Huo Feng.


"Apa yang aneh?" tanya Ye Yuan penasaran.


"Menurut hukum nirwana, seharusnya dia sudah meninggal begitu nyawa orang-orang itu bangkit. Tapi saat ini dia masih hodup, bukankah itu aneh?" ucap Huo Feng dengan wajah bingung.


"Aku bersyukur karena langit tidak langsung mengambil nyawa Se Se, akan lebih baik jika hukum nirwana tidak berlaku di dunia manusia." batin Ye Yuan.


"Aku merasa dia sudah meninggal ketika terjatuh tadi, apakah dia juga hidup kembali?" batin Huo Feng.


Huo Feng tidak merasakan tanda-tanda kehidupan saat menangkap tubuh Se Se yang terjatuh. Dia mengingat perasaan itu dengan sangat jelas, apalagi mereka memiliki kontrak hidup mati. Namun saat Raja Wei merebut wanita itu dari tangannya, tanda-tanda kehidupan itu pun kembali.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah ruangan gelap, sepasang suami istri terkurung di sana. Mereka sudah beberapa hari dikurung tanpa diberi makanan, hanya tersedia secangkir teh dingin di ruangan itu setiap pagi.


"Xing, kamu minum saja teh ini. Aku tidak apa-apa! Aku masih bisa bertahan." ucap seorang wanita dengan wajah putih pucat karena sudah berhari-hari menahan rasa lapar.


"Kamu belum minum setetes pun air dari semalam, hari ini giliranmu untuk menghabiskan teh ini!" ucap Han Ze Xing.


"Aku baik-baik saja." ucap wanita itu dengan suara yang semakin lemah.


"Maaf, ini semua salahku! jika saja aku tidak melawan keinginan ayah, kamu tidak perlu menderita bersamaku di tempat ini!" ucap Han Ze Xing.


Wanita itu menggeleng, dengan sangat pelan dia berkata, "Jangan menyalahkan diri, aku tidak keberatan berbagi penderitaan bersama suamiku!"


"Yi Thing!"


Han Ze Xing berteriak memanggil namanya, wanita itu tidak lagi merespon sebab ia sudah tidak lagi sadarkan diri.

__ADS_1


"Yi Thing!!!"


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2