
Se Se dan Ti Liu berada di markas para preman, namun saat ini tidak ada seorang pun di dalam gubuk itu.
"Permaisuri, sebaiknya kita bersembunyi sebelum para preman itu kembali." ucap Ti Liu.
Se Se mengangguk, mereka berdua menyembunyikan diri di balik pohon yang ada di luar gubuk.
Setelah menunggu beberapa saat, preman yang di tunggu akhirnya muncul. Mereka menyeret paksa seorang gadis cantik dengan pakaian yang robek di beberapa bagian tubuhnya.
"Lepaskan aku! Aku mohon lepaskan aku!" teriak gadis itu.
Ti Liu mengintip dari balik pohon, gadis yang sedang di seret oleh para preman adalah Zhou Yi Thing. Dengan cepat Ti Liu menyerang para preman dan membunuh mereka semua.
Se Se menutup tubuh Zhou Yi Thing dengan jubah pemberian dari Thien Si Rui sebelum mereka masuk ke pintu rahasia.
"Anda tidak apa apa Nona?" tanya Se Se.
"Saya tidak apa apa. Terima kasih sudah menyelamatkan saya." ucap Zhou Yi Thing.
"Jangan kemana-mana. Tunggulah di sini sampai pengawal Xuan... tidak, pengawal Raja Wei datang untuk menyelamatkan anda. Jangan pergi dari tempat ini sampai mereka tiba. Ikutlah dengan Raja Wei untuk kembali ke Kerajaan Han. Anda akan selamat dan memulai hidup baru anda di sana." ucap Se Se.
"Tapi, siapa anda? Kenapa anda bisa tahu jika rombongan Raja Wei akan melewati tempat ini?" tanya Zhou Yi Thing.
"Saya tidak bisa menjelaskan lebih banyak, tolong percaya lah kepada saya. Sebentar lagi mereka akan tiba di sini dan membawa anda dan adik anda kembali ke Kerajaan Han.
"Tolong ikut dengan mereka, anda tidak boleh berkeliaran di tempat ini. Tempat ini sangat berbahaya apalagi dengan wajah cantik yang anda miliki, banyak pria mesum akan mencoba untuk mengambil kesempatan." ucap Se Se meyakinkan.
Zhou Yi Thing mengangguk, dia juga tidak memiliki tempat tujuan. Lagi pula gadis di hadapan nya sudah menolong kehormatan nya yang hampir saja hilang akibat ulah preman preman yang sudah tak bernyawa ini.
"Saya akan mendengarkan perkataan Nona, saya akan menunggu di sini hingga pengawal Raja Wei tiba." jawab Zhou Yi Thing.
"Saya harus pergi, jaga diri anda baik-baik. Kita akan bertemu lagi secepatnya." ucap Se Se.
Ti Liu memberi hormat kepada Zhou Yi Thing sebelum pergi meninggalkan gubuk, tidak lama setelah kepergian mereka berdua, Yu tiba di gubuk itu bersama para pasukan dan Zhou Yi Mei.
Sejarah di masa lalu memang telah berubah, tapi ada satu hal yang tidak diperkirakan oleh Se Se.
Begitu mereka keluar dari pintu gubuk, Ti Liu dan Se Se terlempar ke dimensi yang berbeda.
Sebuah ruangan gelap yang bau dan penuh debu, tidak ada cahaya lilin di dalam sana, hanya sedikit sinar matahari yang menyelinap masuk dari lubang di atap bangunan tua itu.
__ADS_1
"Liu, dimana ini?" tanya Se Se dengan wajah cemas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di Kerajaan Langit, Thien Si Rui sudah menunggu mereka selama dua bulan lama nya, namun Se Se dan Ti Liu belum juga kembali.
Raja Wei yang tidak menerima kabar lagi dari Permaisuri sejak dua bulan lalu juga merasa gelisah dan cemas. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Langit, dia akan menjemput Se Se di sana. Habis sudah kesabaran nya menunggu kepulangan Se Se selama dua bulan tanpa kabar.
Raja Wei menuju ke Kerajaan Langit di temani oleh Yu. Mereka berkuda dari pagi hingga pagi lagi tanpa beristirahat. Begitu sampai di Kerajaan Langit, Raja Wei sangat marah ketika mengetahui Se Se masuk ke ruang dimensi dan belum kembali hingga sekarang.
"Kau sudah berjanji untuk melindungi nya!" bentak Raja Wei.
"Maaf, aku sudah mencoba menghalangi Permaisuri untuk masuk ke pintu itu." ucap Thien Si Rui.
"Bughhh!"
Raja Wei memukul wajah Thien Si Rui, pria itu hanya menahan rasa sakit nya tanpa membalas atau pun menghindar dari serangan Raja Wei.
"Brengsek!" maki Raja Wei.
"Maafkan aku!" ucap Thien Si Rui dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah.
"Tidak boleh, kita tidak tahu apa yang terjadi dan di mana dia berada saat ini. Kamu tidak boleh masuk ke sana!" ucap Thien Si Rui.
"Rui benar, aku tidak tahu di mana saat ini Se Se berada. Jika aku masuk di saat dia keluar nanti, kami tidak akan bisa bertemu untuk waktu yang lama." batin Raja Wei.
"Tenangkan diri mu, aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar. Tinggal lah di sini sampai Permaisuri kembali." ucap Thien Si Rui.
Beberapa bulan telah berlalu, Raja Wei masih tinggal di Kerajaan Langit menunggu kepulangan Permaisuri nya. Hari hari begitu berat tanpa melihat wajah istri nya.
Raja Wei sangat menyesali keputusan nya karena telah membiarkan gadis itu kembali ke Kerajaan Langit.
"Jika waktu bisa kembali, aku tidak akan pernah membiarkan gadis kecil ku untuk menginjakkan kaki di tempat ini lagi." batin Raja Wei.
Ingatan mereka tentang pemerkosaan Zhou Yi Thing mulai memudar, Thien Si Rui juga tidak mengingat lagi alasan kenapa Se Se masuk ke pintu rahasia itu.
Masa lalu yang di ubah oleh Se Se dan Ti Liu membuat ingatan mereka terhapus dan terkikis begitu saja.
Di saat yang sama, Zhou Yi Thing tiba tiba mengingat pertemuan nya dengan Se Se di dalam hutan.
__ADS_1
"Permaisuri yang telah menyelamatkan aku saat di hutan. Kenapa aku baru mengingatnya sekarang?" batin Zhou Yi Thing.
Saat ini kehamilan Zhou Yi Thing telah masuk empat bulan, perutnya yang sedikit buncit mengundang perhatian dari beberapa pelayan dan pengawal yang tidak tahu tentang kehamilan nya.
Han Ze Xing masih terus berusaha mendapatkan hati Zhou Yi Thing, dia sering keluar masuk kediaman Raja Wei seperti rumah nya sendiri.
Raja Wei dan Thien Si Rui merasa frustasi karena setelah tiga bulan menunggu, Se Se masih belum kembali dari masa lalu.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Raja Wei dengan wajah gelisah.
"Maafkan aku, seharusnya aku tidak mengajaknya ke tempat ini." ucap Thien Si Rui.
"Rui, tolong bawa aku ke pintu itu!" pinta Raja Wei.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Thien Si Rui.
"Memohon kepada pintu itu agar membawa gadis kecil ku kembali ke sini!" jawab Raja Wei.
"Aku akan membawa mu ke sana." ucap Thien Si Rui.
Raja Wei dan Thien Si Rui baru saja sampai di depan pintu besar itu, tiba-tiba pintu itu terbuka.
Seperti yang pernah terjadi, pintu itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan mata.
"Apa yang terjadi?" tanya Raja Wei.
"Aku tidak tahu, pintu itu tidak pernah terbuka sebelum Permaisuri menyentuhnya." jawab Thien Si Rui.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1