The Princess Story

The Princess Story
Ep 89. Bayi kecil telah lahir


__ADS_3

Hari telah berganti, suara rintihan yang keluar dari dalam kamar mulai tidak terdengar lagi. Se Se mulai kehilangan kesadaran, tenaganya sudah habis terkuras menahan sakit di seluruh tubuh serta mencoba mengejan mengeluarkan bayi.


Raja Wei memanggil nama Se Se berulang kali, dia menggoyang pelan tubuh istrinya agar tersadar. Se Se membuka mata dan menatap wajah pemuda itu, dia berkata dengan suara berbisik hampir tidak terdengar.


"Xuan... Selamatkan bayi kita... ku mohon!"


Raja Wei mengepal erat kedua tangannya, dia tidak sanggup melakukan permintaan istrinya. Namun apa pun pilihan yang dia buat, nyawa istrinya tetap dalam bahaya.


"Keluar!" perintah Raja Wei.


Ling Er dan bidan merasa ragu dengan kata yang baru saja mereka dengar.


"Keluar!" bentak Raja Wei.


Bidan segera berlari keluar, tetapi Ling Er berlutut di lantai dan memohon pada Raja Wei agar tidak melakukan permintaan Se Se.


"Yang Mulia, tidak boleh... anda tidak boleh melakukan itu. Permaisuri akan kehilangan nyawanya jika anda membuka perutnya. Hamba mohon, jangan lakukan itu!" ucap Ling Er sambil terus membenturkan kepalanya ke lantai.


"Ling Er... "


Se Se memanggil pelayannya, Ling Er segera mendekat ke ranjang berusaha mendengar kata-kata dari Se Se yang sulit terdengar.


"Jangan menyalahkan Yang Mulia, aku akan mati kesakitan jika bayi ini tidak di keluarkan, dan bayi di dalam perut akan ikut mati jika ibunya mati nanti. Jadi... tolong bantu Yang Mulia untuk mengeluarkan bayi ini."


"Nona... anda akan mati jika perut anda di buka dengan pisau. Hamba tidak tega melakukan hal itu. Hamba tidak bisa melakukannya. Hikss... hikss..." Ling Er menangis pilu mendengar permintaan Se Se, seolah itu adalah permintaan terakhirnya.


"Aku akan baik-baik saja. Jadi tolong dengarkan aku dan lakukan semua hal yang ku katakan." ucap Se Se.


"Tapi Nona ... " ucap Ling Er.


"Keluarlah jika kau tidak bisa membantu!" bentak Raja Wei.


Ling Er menepi di sudut kamar, dia menatap Se Se dengan wajah sedih, air matanya terus mengalir ke pipinya.


Raja Wei duduk di tepi ranjang, dia menghapus keringat yang ada di wajah Se Se.


"Aku benar-benar tidak berguna bukan? Hidupmu jadi menderita karena aku. Karena aku juga, bayi ini ada di dalam sana. Seharusnya aku tidak membuatmu hamil, seharusnya aku tidak membuatmu melahirkan bayi ini." ucap Raja Wei


Se Se menutup mulut Raja Wei dengan telapak tangan.


"Jangan berkata seperti itu, bayi kita akan mendengarnya. Aku bersedia hamil dengan mu, aku bersedia melahirkan bayi kita. Jangan menyalahkan diri mu. Berjanjilah kamu akan menyayangi mereka dengan sepenuh hati!" ucap Se Se dengan suara pelan.

__ADS_1


"Aku ... aku berjanji." jawab Raja Wei dengan berat hati.


"Akhh...!!!"


Se Se merintih kesakitan, gerakan kepala bayi terasa menyakitkan saat keluar dari bagian bawah perutnya. Se Se merasa ada sesuatu yang robek di bawah sana.


Ling Er dengan cepat memeriksa kepala bayi yang sudah hampir keluar sepenuhnya, Ling Er tersenyum bahagia dan dengan panik berkata, " Sudah hampir keluar! Sedikit lagi Nona, ayo dorong sedikit lagi!"


Raja Wei ikut panik, pemuda itu membiarkan Se Se menggenggam erat telapak tangannya meskipun terasa menyakitkan. Rasa sakit itu bukan lah apa-apa jika dibandingkan dengan rasa sakit yang telah di derita oleh istrinya.


"Oekkk.... Oekkk....!"


Bayi keluar dan menangis dengan suara nyaring. Raja Wei tersenyum dan langsung memeluk istrinya.


Tuan Huang, Ye Yuan, Yu dan Putra Mahkota tersenyum lega mendengar suara tangisan bayi. Akhirnya mereka bisa mengendurkan otot-otot yang sudah tegang selama dua hari penantian ini.


"Nona, bayi ini sangat mirip dengan anda, putri kecil yang cantik." ucap Ling Er sambil membersihkan sisa darah di tubuh bayi.


Se Se tersenyum lemah, dia bahagia bayinya selamat tanpa harus membedah perutnya. Namun kebahagiaan di wajahnya tidak bertahan lama, semenit kemudian perutnya terasa sakit lagi.


"Akhhh...!!! Sakit... perutku sakit sekali! ucap Se Se dengan wajah mengerut menahan rasa sakit


"Apa yang terjadi?" tanya Raja Wei dengan nada cemas.


Se Se merasakan sesuatu keluar dari bawah perutnya. Sama seperti saat bayi keluar dari sana.


"Bayi... bayi... ada satu lagi." ucap Se Se gagap menahan sakit.


Raja Wei bingung harus bahagia atau sedih, yang pertama saja sudah membuat istrinya menderita, sekarang malah bertambah satu lagi.


"Akhhh...!!!"


Se Se mengejan dengan sekuat tenaga yang tersisa. Untungnya bayi kedua tidak terlalu sulit dilahirkan. Kepala bayi meluncur dengan cepat diikuti tubuhnya, Ling Er terlihat bahagia saat melihat bayi kedua lahir dengan selamat tanpa banyak pengorbanan dari nona nya.


"Pangeran tampan. Mereka sepasang bayi cantik dan tampan." ucap Ling Er dengan senyuman lebar di wajah.


Raja Wei menggendong putra dan putrinya, dia membawa dan meletakkan bayi-bayi di atas dada Se Se.


"Anak kita sangat mirip dengan mu." kata Raja Wei.


Raja Wei mengecup kening dan pipi Se Se. Dia memeluk mereka bertiga. Hidupnya terasa bahagia dengan kehadiran kedua malaikat kecil.

__ADS_1


Ling Er keluar meninggalkan keluarga kecil yang sedang berbahagia, dia memberi tahu tamu yang sedang menunggu kelahiran bayi Raja Wei bahwa bayi itu kembar, sepasang laki-laki dan perempuan.


"Selamat, Paman, Huang Se Se." gumam Han Ze Xing.


Han Ze Xing kembali ke istana Matahari tanpa melihat bayi Raja Wei. Hatinya kacau karena gadis yang dia cintai saat ini telah memiliki dua anak dari pamannya.


"Tok... Tok... Tok...!"


Ye Yuan mengetuk pintu, ingin segera masuk melihat keponakan kembarnya.


Raja Wei membuka pintu, dia memberikan bayi perempuan untuk di gendong Ye Yuan dan bayi laki-laki di gendong Tuan Huang. Raja Wei kembali ke tepi ranjang dan memeluk Se Se yang sedang lemah.


Raja Wei meminta Ling Er menyiapkan obat penambah darah dan ginseng untuk Se Se. Dia khawatir dengan kesehatan Se Se yang baru saja melahirkan.


Ling Er mengangguk dengan semangat, dia senang melihat Raja Wei sangat perhatian pada Nona nya.


"Mirip sekali dengan Meimei." ucap Ye Yuan.


"Tidak, mereka mirip Raja Wei." sanggah tuan Huang.


"Tidak, mereka mirip dengan Meimei." sanggah Ye Yuan.


"Tidak, mereka mirip Raja Wei." sanggah Tuan Huang.


Raja Wei dan Se Se tertawa melihat tingkah kedua pria itu.


"Tentunya bayi-bayi itu mirip dengan ayah dan ibunya. Ngak mungkin mirip tetangga kan? Bener ngak?" 😁✌ini kata author.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Ayo tebak... bayi kembar mirip siapa hayooo???


A. Mirip Raja Wei


B. Mirip Huang Se Se


C. Mirip tetangga


D. Jangan kepo ✌🀣


Yuk komen yang panjang dan lebar.....πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2