The Princess Story

The Princess Story
Ep 176. Serangan pembunuh


__ADS_3

"Kamu memang benar, tapi jika Permaisuri kembali dan mengetahui hal ini, dia akan sangat marah. Mungkin saja dia akan pergi meninggalkan aku untuk selamanya jika aku menikah lagi." ucap Raja Wei.


"Permaisuri akan memahami hal ini. Permaisuri adalah wanita yang sangat luar biasa, dia tidak akan mempermasalahkan hal kecil seperti ini." jawab Yu.


"Aku tidak bisa melakukan hal itu, aku tidak ingin melukai perasaan nya." ucap Raja Wei.


"Saya akan mendukung semua keputusan Yang Mulia." ucap Yu.


"Terima kasih, kamu memang teman yang terbaik." ucap Raja Wei.


ISTANA MATAHARI


Han Ze Xing meminta seorang pelayan untuk menyiapkan pakaian wanita yang terbuat dari sutra. Pakaian itu akan dia berikan untuk Zhou Yi Thing yang saat ini masih tinggal di kediaman Raja Wei.


Bayi mereka sudah berusia 3 bulan, Pangeran kecil itu kini di asuh oleh seorang pelayan yang dulu nya mengasuh Han Ze Xing.


Zhou Yi Thing masih menolak lamaran dari Han Ze Xing, dia tidak bisa menerima pria yang tidak dia cintai. Apalagi pria itu pernah menyakiti fisik dan batin nya.


Pelayan membawa Pangeran kecil ke kamar Han Ze Xing, bayi kecil itu sangat imut dan lucu. Beberapa kali dia mencoba menyentuh wajah Han Ze Xing tapi tangannya terlalu pendek untuk mencapai wajah ayah nya.


"Ze Le, apakah kamu ingin bertemu dengan ibu? Ayah akan membawa mu kesana besok." ucap Han Ze Xing.


"Pangeran masih terlalu kecil, dia belum mengerti ucapan anda Yang Mulia." ucap pelayan sambil tersenyum lucu.


"Kapan kamu akan dewasa? Jika kamu dewasa nanti kamu harus membantu ayah untuk membujuk ibu mu agar dia mau menerima lamaran dari ayah." ucap Han Ze Xing.


"Putra Mahkota sangat kasihan, dia sudah berusaha selama satu tahun untuk melamar wanita itu. Kenapa wanita itu berhati seperti batu? Sangat sulit untuk di lelehkan." batin pelayan.


"Tolong bawa Ze Le ke kamarnya, aku masih punya urusan penting." ucap Han Ze Xing.


"Baik Yang Mulia." jawab pelayan.


Han Ze Xing berjalan ke Istana utama tempat Kaisar Han berada, dia memberi hormat kemudian duduk di sebelah Kaisar Han.


"Ayah Kaisar, saya ingin membahas sesuatu dengan anda." ucap Han Ze Xing.


"Ada apa?" tanya Kaisar Han.


"Ini tentang Paman, saya harap ayah Kaisar tidak memaksanya untuk menikahi Su Li Ching. Wanita itu sangat licik dan berhati busuk, dia akan menjadi masalah di kerajaan kita." ucap Han Ze Xing.

__ADS_1


"Apa kamu sedang berusaha membela Paman mu itu?" tanya Kaisar Han.


"Saya tidak membela Paman, saya hanya berkata yang sebenar nya." jawab Han Ze Xing.


"Aku juga tidak ingin wanita itu berada di kerajaan Han, tapi jika kita tidak melakukan permintaan dari Kaisar Yuan, rakyat kita akan menderita akibat perang nanti." ucap Kaisar Han.


"Tapi itu tidak adil untuk Paman dan Permaisuri." jawab Han Ze Xing.


"Aku tidak punya pilihan lain, hanya bisa menyusahkan dan mengorbankan mereka berdua." jawab Kaisar Han.


"Apakah tidak ada cara lain?" tanya Han Ze Xing.


"Banyak orang yang melihat kejadian di malam itu, mereka melihat Xuan tidur di kamar wanita itu dengan pakaian yang berantakan. Tidak akan ada yang percaya jika kita menjelaskan bahwa itu hanya rencana licik yang di lakukan oleh Su Li Ching." jawab Kaisar Han.


"Saya akan berbicara dengan Paman, saya harap masalah ini akan selesai dengan baik tanpa ada perselisihan." jawab Han Ze Xing.


"Tolong bujuk Paman mu itu agar dia bersedia menikah dengan Su Li Ching." pinta Kaisar Han.


"Baik Ayah Kaisar. Jika tidak ada hal lain, saya permisi dulu." ucap Han Ze Xing.


Han Ze Xing pergi ke kediaman Raja Wei, dia menemui Paman nya itu di ruang kerja.


"Untuk apa kamu kemari? Jika kamu datang ke sini hanya ingin membujuk ku untuk menikah dengan Su Li Ching maka kamu boleh pergi sekarang juga!" ucap Raja Wei.


"Hentikan tingkah mu, aku merinding melihat nya." jawab Raja Wei.


"Saya datang untuk mengirimkan sebuah berita baik untuk Paman." ucap Han Ze Xing.


"Berita baik apa?" tanya Raja Wei.


"Saya sudah menemukan cara untuk menyingkirkan Su Li Ching." jawab Han Ze Xing.


"Lanjutkan!" ucap Raja Wei.


"Kita akan membuat pernikahan palsu, di hari pernikahan, saya akan mencari seorang pelayan yang bersedia untuk mengaku bahwa dia adalah ayah dari bayi Su Li Ching. Pernikahan akan di batalkan, Paman tidak perlu menanggung omongan jelek dari orang orang lagi." ucap Han Ze Xing.


"Rencana itu terdengar bagus, tapi mereka tidak akan berhenti hanya karena seseorang mengaku bahwa dia adalah ayah dari bayi Su Li Ching." jawab Raja Wei.


"Saya sudah menyiapkan rencana lain." ucap Han Ze Xing

__ADS_1


"Jelaskan apa rencana mu!" perintah Raja Wei.


"Saya akan mencari Tabib yang bisa membuktikan bahwa usia kandungan Su Li Ching lebih lama dari pada malam di mana Paman tidur di kamar nya." jawab Han Ze Xing.


"Aku akan memikirkan kembali rencana mu itu. Terima kasih karena telah membantu ku untuk menyusun rencana ini." ucap Raja Wei.


"Saya hanya ingin Paman bahagia bersama Permaisuri. Tidak ada orang yang boleh merusak kebahagiaan kalian." jawab Han Ze Xing.


"Tapi saat ini aku tidak merasa bahagia. Entah di mana gadis itu berada sekarang, aku bahkan tidak mengetahui kabarnya selama satu tahun ini." ucap Raja Wei dengan wajah sedih.


"Permaisuri akan kembali, Paman harus menunggu nya." ucap Han Ze Xing


"Kembali lah ke Istana, jangan keluyuran di malam hari. Masih banyak musuh di luar sana yang berusaha untuk mengambil nyawa mu!" ucap Raja Wei.


"Baik Paman!" jawab Han Ze Xing sambil melangkah keluar.


"Yu, bawa beberapa pasukan Elang yang terbaik. Lindungi Xing hingga tiba di Istana." perintah Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.


Yu mengikuti kereta Han Ze Xing secara diam diam, sesuai insting dari Raja Wei, para pembunuh kembali menyerang kereta kuda Han Ze Xing dengan anak panah.


"Lindungi Yang Mulia!" perintah Yu.


Semua pasukan Elang mengelilingi kereta kuda, mereka menghadang anak panah dengan pedang yang mereka bawa.


"Aku pasti akan membunuh Putra Mahkota hari ini!" ucap salah satu pembunuh.


"Kau terlalu meninggikan diri mu!" ucap Yu sambil mengayunkan pedangnya ke arah pembunuh itu.


"Lemparkan bola api ke arah kereta kuda!" perintah salah satu pembunuh yang lain.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2