The Princess Story

The Princess Story
Curahan Hati


__ADS_3

Thien Si Rui terdiam, dia memang merasa sudah gila, bisa-bisanya dia merasa bosan dengan kehidupan mewahnya sebagai seorang penguasa. Thien Si Rui menginginkan hidup sederhana, dia tidak ingin terlibat dalam urusan negara yang membuat sakit kepala.


"Beberapa tahun ini, aku memikirkan banyak hal. Aku memikirkan apa sebenarnya tujuan hidupku? Setelah banyak berpikir dan banyak melihat dunia, sepertinya aku hanya menginginkan kehidupan rakyat jelata yang bebas dari pertikaian politik." ucap pria itu dengan menatap serius Raja Wei.


Raja Wei mengerutkan dahi, dia lalu bertanya, "Lalu kepada siapa kau akan menyerahkan tahta mu?"


Thien Si Rui tersenyum licik, dia menatap mata Raja Wei lalu menunjuk jari ke arah temannya itu. "Kau!"


"Bajingan gila! Siapa pula yang mau menggantikan mu untuk sakit kepala setiap hari!" ucap Raja Wei dengan wajah kesal dan suara meninggi.


"Hahaha... Itu sebabnya aku kemari, aku akan memberikan tahta ini untuk Han Ze Xing!" ujar pria itu setelah tertawa, puas berhasil membuat Raja Wei kesal dan marah.


"Kau mau menyerahkan tahta mu kepada Xing?" Raja Wei bertanya, memastikan pendengarannya.


Thien Si Rui mengangguk, "Lagi pula dia akan menjadi Kaisar di Kerajaan Han, tidak ada salahnya menjadi Kaisar di Kerajaan Langit juga."

__ADS_1


"Kau pikir menjadi Kaisar itu sebuah permainan ya?" hardik Raja Wei yang terlihat semakin pusing mendengar kegilaan Thien Si Rui.


"Kalau begitu, kau saja yang menjadi Kaisar di sana!" ucapnya dengan wajah serius yang langsung di tolak oleh Raja Wei.


"Terima kasih, tapi aku akan menolak!"


"Kenapa?"


Raja Wei terdiam sesaat, raut wajahnya tampak sedih seketika. Dia lalu menjawab, "Karena aku tidak ingin menambah musuh lagi! Aku tidak ingin istri dan anak-anakku menjadi target pembunuhan atau pun penculikkan. Aku ingin mereka hidup dengan nyaman tanpa harus mengkhawatirkan dan ketakutan setiap harinya."


"Ya, aku akan mengundurkan diri dari semua jabatan." jawab Raja Wei dengan cepat.


"Bukankah kau sama gilanya dengan ku?" goda Thien Si Rui sambil tersenyum.


"Memangnya jabatan kita sama?" tukasnya langsung.

__ADS_1


"Hahaha... Meskipun berbeda, bukankah kau adalah pilar dari negara ini? Apa jadinya negara ini tanpa seorang dewa perang? Bisa-bisa semua negara tetangga datang menyerang begitu tau kau sudah mengundurkan diri!" ucap Thien Si Rui yang memang masuk di akal.


Banyak Kekaisaran yang ingin menguasai Negara Han karena mereka memiliki banyak sumber daya, namun hanya sedikit saja yang berani secara terang-terangan menyerang. Mereka takut terhadap kekuatan dari dewa perang yang di miliki Negara Han. Jika mereka mengetahui Dewa Perang itu sudah lenyap, tentu saja Negara Han akan menjadi target penjajahan.


"Kau benar! Itu sebabnya aku masih bertahan sampai saat ini." ucap Raja Wei dengan wajah yang terlihat memendam banyak penyesalan.


"Apa pendapat istrimu?" tanya Thien Si Rui.


Raja Wei tersenyum saat memikirkan istrinya, dia terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab, "Wanita itu selalu mengetahui isi hatiku. Dia tau jika aku masih belum bisa melepaskan negara ini, itu sebabnya dia selalu mendukung dan membantu semua masalah ku. Walaupun semua ini terasa berat baginya, wanita itu tidak pernah sekali pun mengeluh. Aku benar-benar suami yang terburuk!"


Thien Si Rui berucap dalam hati, "Dia terlihat begitu sedih, Haaaahhh....! Mencintai seseorang, memang menyedihkan."


"Kalau kau tidak bisa menjaga Huang Se Se, kau boleh memberikannya kepadaku!" ucap Thien Si Rui dengan senyum menyeringai.


Emosi Raja Wei kembali terpancing, dengan mata membesar dan wajah yang memerah. Dia lalu membentak dengan suara tinggi, "Hey brengsek!"

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2