
Semua mata tertuju pada pria itu, pria yang selama ini di tunggu-tunggu oleh semua orang di depan gerbang ternyata berada di sana sejak mereka tiba.
Dengan pakaian elegan dari benang sutra yang berwarna hijau terang, pria itu menyamarkan diri di antara kerumunan orang-orang yang berada di depan gerbang. Pria itu adalah seorang pemimpin negara, Kaisar Han, Han Ze Ti.
"Saya memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar!" ucap Se Se sambil menundukkan kepala begitu ia menatap wajah pria itu.
Meskipun terkejut, semua prajurit dan penduduk di sana segera berlutut dan memberi salam kepada Kaisar. "Kami memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar!" jerit mereka bersamaan.
Melihat seorang pemimpin negara berbaur di antara kerumunan, orang-orang pun mulai berkicau.
"Yang Mulia Kaisar?"
"Dia benar-benar Kaisar?"
"Ada apa ini?"
"Ternyata pria itu adalah Kaisar kita!"
"Sayang sekali aku tidak menggodanya tadi, padahal beliau duduk tepat di sampingku."
"Kau jangan bermimpi untuk menggoda Yang Mulia!"
"Kaisar negara ini masih terlihat muda meskipun umurnya sudah 40an!"
"Apakah Putra Mahkota juga berada di sekitar sini?"
"Bangunlah kalian semua!" titah Han Ze Ti. Dia lalu menatap Permaisuri Raja Wei yang juga merupakan adik iparnya, "Aku baru pertama kali melihat seseorang yang sangat tak kenal takut! Juga, kau bahkan membuat semua pasukan kerajaan berpihak padamu." ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Pria ini, kenapa dia berada di sini? Jika dia tidak berada di dalam istana, lalu siapa? Siapa orang yang membuat semua prajurit ini berdiri seharian dan menunggu tanpa kepastian? Aku akan membalas orang itu puluhan kali. Tidak! Ratusan kali bahkan tidak cukup untuk meredakan amarahku!" pikir Se Se sambil menatap wajah Kaisar Han Ze Ti.
"Adik ipar, sepertinya kau memiliki banyak pertanyaan untukku!" ucap Han Ze Ti masih dengan senyuman yang ramah namun terlihat mengancam di mata Se Se.
"Jika saya bertanya, apakah anda akan menjawabnya?" tanya Se Se dengan wajah serius.
Han Ze Ti mengangguk, dia kemudian berkata, "Aku akan menjawab semua yang ingin diketahui oleh adik ipar."
"Kenapa anda melakukan ini semua?" tanya Se Se langsung tanpa berbasa basi lebih jauh karena dia masih merasa marah terhadap pria yang di panggil dengan sebutan Kaisar itu.
Han Ze Ti balik bertanya, "Apa maksudnya dengan melakukan ini? Apa yang sudah ku lakukan?"
"Bukankah anda yang sudah membuat semua kejadian ini terjadi? Anda berada di sini, melihat prajurit negara ini menjadi bahan tontonan namun apa yang anda lakukan Yang Mulia?" tanya Se Se dengan wajah yang mulai kelihatan kesal.
Wajah Han Ze Ti masih saja tersenyum, dia tidak merasa terganggu dengan wajah kesal yang di tunjukkan oleh Se Se.
"Aku hanya ingin melihat sampai kapan para prajurit ini bisa bertahan di bawah tekanan. Aku sedikit terkejut melihat mereka masih berdiri meski matahari sangat terik dan yang lebih mengejutkan lagi adalah kehadiran anda di sini, adik ipar!
"Ketakutan?" gumam Se Se namun masih terdengar oleh Han Ze Ti.
"Ya, kau sangat menakutkan! Aura kepemimpinan dan kekuatan untuk menggerakkan hati rakyat yang kau miliki membuat ku takut!" jawab Han Ze Ti, kali ini dia secara terang-terangan menunjukkan wajah yang marah sekaligus kebenciannya.
"Apakah anda benar-benar Kaisar Han Ze Ti yang saya kenal?" tanya Se Se tanpa sadar karena sosok Kaisar yang dia kenal sangat berbeda dengan Han Ze Ti yang saat ini berdiri di hadapannya.
Han Ze Ti menyeringai, dia kemudian mendekatkan wajah mereka lalu menjawab, "Entahlah, mungkin aku yang selama ini hanya menunjukkan sisi seorang pria bijak membuatmu terkecoh." bisiknya di dekat telinga Se Se.
"Brukkk!"
__ADS_1
Han Ze Ti terjatuh ke tanah, Se Se mendorongnya dengan sangat kuat setelah ia menjulurkan lidahnya ke daun telinga Se Se.
Semua mata yang memandang mereka merasa terkejut melihat tindakan Se Se yang sudah dapat dikatakan memberontak dan mencoba untuk membunuh Kaisar.
"Sial! Haruskah ku bunuh saja pria ini?" benak Se Se.
Han Ze Ti kembali menyeringai, dia kemudian berkata dengan suara yang sangat pelan, "Rasanya sangat manis, pantas saja Xuan sangat menyukainya!"
"*Mesum sialan ini!" maki wanita itu dalam hati*.
Se Se mengepal erat kedua tangannya, ia mencoba menahan amarahnya saat ini. Jika saja pria itu bukan seorang Kaisar, nyawanya pasti sudah melayang begitu ia menyentuh tubuh Se Se dengan cara yang tak sopan.
"Yang Mulia, anda harus ingat jika negara ini tidak akan kuat tanpa prajurit-prajurit yang sedang anda permalukan di tempat ini! Sampai kapan Yang Mulia akan bersikap seperti ini?" ucap Se Se dengan wajah yang sangat marah.
Han Ze Ti berdiri, dia lalu berjalan mendekat ke tempat Se Se berada. Melihat pria itu mendekat, Se Se memundurkan langkahnya. Bukan karena takut dengan Han Ze Ti, tapi dia takut akan langsung membunuh pria itu jika emosinya sudah tak lagi bisa dikendalikan.
"Aku bisa mempekerjakan prajurit baru yang lebih setia. Aku tidak membutuhkan orang-orang yang sudah berpaling dari ku!" ucap Han Ze Ti dengan melirik ke arah Pasukan Istana.
"Bukankah Yang Mulia hang sudah menyebabkan semua ini terjadi?" tuding Se Se tanpa rasa takut.
"Hahaha...! Kau masih saja bersikap seenaknya ya! Sejak hari pertama aku melihatmu, aku sudah menyadari jika kau tidak memiliki rasa takut. Meskipun berhadapan dengan orang yang memiliki gelar yang lebih tinggi, mata jernihmu tidak pernah bergetar sekali pun. Aku masih berharap kau akan membuat masalah untuk Xuan, tak ku sangka kau malah menjadi bintang keberuntungan baginya, dan ini benar-benar membuat ku marah!" Han Ze Ti mengepal erat kedua tangannya ketika menyebut nama Xuan, adiknya.
"Dasar bajingan gila!" maki Se Se begitu Han Ze Ti menatapnya.
"Aku akan memberi mu satu kesempatan!" ucap Han Ze Ti tanpa mempedulikan kata-kata dari Se Se.
"Kesempatan? Apa maksud anda?" tanya Se Se dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Jika kau bersedia menjadi milik ku, aku akan melepaskan mereka semua. Aku akan membiarkan mereka semua tetap hidup!" ucap Han Ze Ti sambil menatap ke arah Pasukan Istana yang tadi hendak mengundurkan diri.
^^^BERSAMBUNG...^^^