The Princess Story

The Princess Story
Ep 93. Masa lalu terungkap


__ADS_3

Mereka tiba di gunung Li'An, makam Ratu Wei Jia Li ada di puncak gunung. Raja Wei membawa Se Se ke sana untuk menemui Ibu nya.


"Ini makam ibu ku. Dia meninggal karena di bunuh oleh Ibu Suri. Hari ini adalah hari peringatan kematiannya." ucap Raja Wei dengan wajah sedih.


Raja Wei mulai menceritakan bagaimana Ratu Wei Jia Li terbunuh, juga rencana yang dilakukan oleh Ibu Suri untuk membunuhnya selama ini.


Se Se meneteskan air mata saat mendengar cerita itu, hatinya terasa sakit mengingat dirinya juga di fitnah dan di bunuh oleh suaminya.


Se Se memeluk Raja Wei dan berkata, "Aku akan membalaskan dendam mu, aku akan menyiksa perempuan keji itu hingga dia menyesal pernah terlahir di dunia ini."


Raja Wei membalas pelukan Se Se dan mencium keningnya. Setelah melakukan penghormatan di makam Ratu, mereka mengunjungi Kuil yang ada di puncak gunung.


"Kau! kenapa kau ke sini?" bentak Lin Wan saat melihat Se Se masuk ke kuil bersama Raja Wei.


"Kenapa aku tidak boleh kemari? Kau pikir tempat ini milik mu?" jawab Se Se dengan wajah datar.


Sudah hampir setahun Nyonya Xin, Lin Wan dan Min Wan di usir dari kediaman Huang. Mereka tinggal di Kuil Li'An sesuai perintah Tuan Huang. Selama itu pula dendam mereka terhadap Se Se bertambah besar.


Raja Wei mengandeng tangan Se Se, dia membawanya masuk untuk bersembahyang di kuil.


"Aku akan berdoa untuk kesehatan dan keselamatan bayi-bayi kita." ucap Raja Wei sambil menyalakan tiga buah dupa di tangannya.


Se Se ikut mengambil dan menyalakan dupa. Mereka berlutut dan memulai doa nya dalam hati masing-masing.


"Jika di dunia ini benar ada dewa, aku mohon lindungi lah bayi-bayi dan suami ku. Aku mohon biarkan kami hidup bahagia selamanya." batin Se Se.


"Dewa di langit, aku meminta kesehatan untuk istri dan anak-anak ku. Aku tahu dosa yang telah ku lakukan sangat banyak, tapi aku akan menanggung semua dosa itu sendiri tanpa membebani istri dan anak ku." batin Raja Wei.


Hari mulai gelap, kepala kuil berkata kepada Raja Wei untuk menginap satu malam. Melakukan perjalanan pada malam hari akan sangat berbahaya.


Raja Wei setuju untuk menginap, dia tidur terpisah dengan istrinya, kamar mereka terpisah jauh, pembagian kamar wanita dan pria memang berada di lokasi yang berbeda.


Tengah malam saat mereka tidur, Nyonya Xin dan kedua putrinya menyiram minyak di sekeliling kamar Se Se, mereka menyalakan api dan membakar kamar itu.

__ADS_1


Dari kejauhan, Raja Wei melihat asap yang berasal dari arah kamar Se Se, dengan kecepatan penuh dia berlari ke sana. Saat tiba di sana, kamar berukuran kecil itu telah terbakar habis. Raja Wei dengan panik mengobrak-abrik kamar yang kini hancur menyisakan kayu dengan nyala api yang belum padam.


"Xiao Se Se...!"


"Xiao Se Se...!"


Raja Wei terus menyebut nama itu sembari memindahkan kayu-kayu yang mulai menjadi arang. Yu menatap Raja Wei dengan wajah cemas, dia berusaha menghentikan Raja Wei. Luka bakar di tangan Raja Wei sudah begitu parah akibat memindahkan kayu yang masih terbakar api.


"Tidak... tidak mungkin!" ucap Raja Wei saat menemukan sesosok mayat yang tertimbun atap bangunan.


Raja Wei segera memindahkan pecahan atap, Yu membantu Raja Wei. Kedua pria itu sangat terkejut saat melihat mayat yang sudah menghitam di lantai.


Kondisi mayat itu sangat mengerikan, seluruh bagian tubuh dan wajah mayat telah hitam menggosong karena dilalap api. Mayat itu tidak bisa dikenali lagi karena terbakar hingga menyerupai arang yang berbentuk tengkorak manusia.


Jantung Raja Wei terasa berhenti saat melihat mayat itu, dia menangis histeris sambil berlutut di depan mayat. Yu yang melihat Tuannya menangis turut meneteskan air mata.


Nyonya Xin dan kedua putrinya menyaksikan dari kejauhan, mereka tersenyum dan tertawa puas melihat mayat itu.


"Apa yang terjadi?" suara seorang wanita membuat kedua pria yang sedang menangis langsung menoleh menatapnya.


Raja Wei segera berdiri, dia berlari dan memeluk erat istrinya yang dikira telah meninggal.


"Terima Kasih, Terima Kasih kamu baik-baik saja. Terima Kasih kamu masih hidup." ucap Raja Wei dengan suara terisak.


"Apa yang terjadi? kenapa kamar ini bisa terbakar?" tanya Se Se dengan wajah curiga.


Kamar itu memang disiapkan untuknya, namun saat akan tidur, seorang gadis mengetuk pintu. Gadis itu ingin pindah kamar, dia merasa takut berada di kamar yang bersebelahan dengan kuburan. Karena merasa bukan masalah besar, Se Se menyetujui untuk pindah kamar.


Tidak di sangka kebaikan kecil yang dilakukan Se Se membuatnya terhindar dari bencana besar. Se Se menatap sekeliling, matanya menangkap ketiga wanita keji yang membakar kamar itu. Kini Se Se tahu apa penyebab terjadinya kebakaran.


"Yu, seret mereka bertiga ke sini!" perintah Se Se.


Yu menoleh ke arah tatapan mata permaisuri, dia segera mengerti siapa orang yang dimaksud. Yu menyeret mereka bertiga dan menghempaskan tubuh mereka ke tanah.

__ADS_1


"Sepertinya kalian sudah bosan hidup!" ucap Se Se dengan wajah dingin.


Raja Wei menatap mereka dengan aura pembunuh, dia merasa ingin segera melenyapkan ketiga orang yang berusaha mencelakakan Se Se.


Se Se mengeluarkan 3 butir racun dari balik lengan bajunya, dia memaksa mereka bertiga untuk menelan racun. Yu membantu membuka mulut mereka satu persatu, Se Se melempar racun itu ke dalam.


"Kalian akan merasakan sakit yang luar biasa, sakit yang membuat kalian lebih memilih mati dari pada meneruskan hidup." ucap Se Se.


"Kau, jalang seperti ibumu! aku akan membunuhmu seperti aku membunuh ibumu!" bentak Nyonya Xin dengan penuh amarah.


Se Se menatap wajah Nyonya Xin, dia mendekat dan menampar wajahnya.


"Plakkk!"


"Kau lah wanita jalang, bukan ibu ku, kau lah yang telah merebut suami dari wanita lain. Bercermin lah sebelum kau mengeluarkan kata makian. Karena kata makian itu lebih cocok untuk dirimu!"


"Hahaha... kau tidak tahu betapa besar penderitaan ibumu sebelum dia meninggal." ucap Nyonya Xin sambil tertawa lebar.


Se Se manatapnya dengan penuh amarah, dia ingin segera menghabisi dan menutup mulut wanita itu.


Nyonya Xin meneruskan ucapannya, "Ibumu, jalang itu... aku menyuruh orang menculik dan memperkosa nya. Hahaha... dia telah di gilir bergantian oleh pria hidung belang yang ku bayar. Tidak disangka dia masih punya muka untuk kembali ke kediaman Huang.


"Tapi tidak masalah karena para dewa membantuku. Jalang itu hamil dan Tuan besar saat itu sedang keluar kota. Tuan besar mengira jalang itu telah selingkuh dengan pria lain. Dia mengabaikan ibumu selama bertahun-tahun hingga akhirnya dia mati. Hahaha... jalang itu mati dengan sengsara. Aku menyiksanya selama bertahun-tahun di kediaman Huang. Hahaha... hahaha..."


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hayo tebak apa yang akan dilakukan Se Se setelah mendengar kebenaran itu?


A. Membunuh Nyonya Xin.


B. Menyiksa Nyonya Xin sebelum membunuhnya.


C. Memukuli Nyonya Xin hingga mati.

__ADS_1


D. Tulis jawaban teman-teman di kolom komentar.


Terima Kasih sudah mengikuti kisah hidup Huang Se Se. Jangan lupa Vote dan LikeπŸ‘ nya yah...πŸ’–


__ADS_2