
Han Ze Xing menghadiri acara penyambutan Putri Yuan Cin Cu. Acara itu di hadiri oleh semua anggota kerajaan dan para pejabat.
Semua tamu sudah hadir namun pemeran utamanya masih belum menampakan diri. Kaisar meminta salah satu pelayan untuk memanggil Putri Yuan Cin Cu.
Raja Wei dan Se Se duduk di sebelah meja Han Ze Xing, beberapa kali Han Ze Xing melirik ke arah Se Se dan menatapnya.
Raja Wei tentu saja mengetahui hal itu, hatinya sedikit tidak senang karena bukan hanya Han Ze Xing saja yang tergoda untuk melihat wajah cantik istrinya.
Beberapa tamu undangan yang hadir sejak tadi melirik wajah Se Se yang semakin hari semakin cantik.
Meskipun sedang hamil tua, kecantikan Se Se tidak pernah memudar malah semakin bersinar. Wajah cerahnya mengundang tatapan para lelaki, bahkan beberapa wanita pun melirik wajahnya yang berseri cerah.
Setelah beberapa saat menunggu, seorang Kasim mengumumkan kehadiran Putri Yuan Cin Cu. Tatapan para tamu beralih ke arah pintu masuk.
Seorang wanita berambut panjang dengan pakaian mewah melangkah masuk bersama dua orang pelayan. Wanita itu memiliki mata yang indah, wajahnya tertutup cadar kain berwarna merah
Putri Yuan Cin Cu selalu memakai cadar di wajahnya sejak kecil, karena kecantikan yang dia miliki, dia selalu mengundang tatapan mata para lelaki.
Tatapan itu membuatnya tidak nyaman, akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan cadar. Sejak berusia 10 tahun, Putri Yuan Cin Cu tidak pernah menunjukkan wajahnya tanpa memakai cadar.
Para pejabat berdiri memberi hormat, mereka duduk kembali setelah Putri Yuan Cin Cu duduk di tempat yang sudah disiapkan.
Putri Yuan Cin Cu duduk di sebelah Han Ze Xing, meskipun tidak suka, Han Ze Xing tidak dapat menolaknya secara terang-terangan.
Beberapa tamu mulai berbisik membicarakan paras wajah Putri Yuan Cin Cu yang terkesan misterius dengan cadar kainnya. Mereka penasaran dengan wajah Putri Yuan Cin Cu yang di rumorkan sangat cantik dan menawan.
Han Ze Xing tampak tidak peduli dengan gadis di sebelahnya. Dia terus memperhatikan dan melirik Se Se yang duduk di sebelah Raja Wei.
Acara sambutan di mulai dengan tarian dan nyanyian, beberapa penari mencoba menggoda para Pangeran dan Putra Pejabat. Sementara Raja Wei dan Se Se masih saja memperlihatkan kemesraan mereka di depan umum.
Wajah Putri Yuan Cin Cu berubah kesal saat mengetahui Han Ze Xing terus menatap ke arah Se Se. Dia langsung mengerti arti tatapan Han Ze Xing terhadap gadis cantik itu.
Nyanyian berhenti di tengah-tengah acara saat Kasim memberi tanda berhenti kepada para penari.
Kaisar berdiri dari tempat duduk, "Pernikahan Putra Mahkota dan Putri Yuan Cin Cu akan di laksanakan tiga hari lagi." ucap Kaisar.
__ADS_1
Wajah Han Ze Xing langsung berubah kesal, dia terkejut mendengar perintah dari Kaisar. Seharusnya pernikahan mereka akan di laksanakan bulan depan, namun entah kenapa Kaisar mempercepat pernikahan nya menjadi 3 hari lagi.
"Selamat kepada Putra Mahkita dan Putri Yuan Cin Cu." ucap para tamu dan anggota kerajaan.
"Terima kasih Yang Mulia sudah menyetujui pernikahan ini di percepat." ucap Putri Yuan Cin Cu.
Han Ze Xing menatap wajah Putri Yuan Cin Cu dengan wajah kesal, "Ternyata wanita ini yang menyuruh ayah Kaisar untuk mempercepat tanggal pernikahan!" batin Han Ze Xing.
"Menyebalkan!" ucap Han Ze Xing.
Putri Yuan Cin Cu mendengar ucapan dari Han Ze Xing, dia menolehkan wajahnya menatap Han Ze Xing kemudian berkata, "Apakah anda tidak menyetujui pernikahan ini di percepat Yang Mulia?"
Han Ze Xing tersenyum sinis, "Terserah anda saja!" jawabnya dengan nada ketus.
"Aku akan melihat sampai kapan kamu bisa bertahan menjadi Putri Mahkota!" batin Han Ze Xing.
Mendengar jawaban dingin dari Han Ze Xing, Putri Yuan Cin Cu terlihat semakin kesal. Sangat jelas terlihat jika Han Ze Xing tidak menyetujui pernikahan mereka, namun wanita ini tidak perduli dengan perasaan Han Ze Xing. Dia hanya ingin menjadi Putri Mahkota kerajaan Han dan meneruskan tahta Ratu di kemudian hari.
Setelah acara selesai, Raja Wei menemui Han Ze Xing di ruangannya. Sementara Se Se menunggu Raja Wei di depan kereta kuda bersama Yu.
Putri Yuan Cin Cu mendekat ke arah Se Se, dengan sengaja dia menumpahkan air panas yang di bawa oleh salah satu pelayan di samping nya ke tubuh Se Se.
"Maaf, saya terlalu ceroboh hingga melakukan kesalahan." ucap Putri Yuan Cin Cu.
"Kesalahan? Saya baru tahu jika Putri dari kerajaan Yuan adalah orang yang ceroboh dan suka melakukan kesalahan. Pasti Kaisar Yuan sangat malu memiliki Putri seperti anda!" ucap Se Se dengan wajah dingin.
"Kau!" bentak Putri Yuan Cin Cu dengan wajah kesal.
"Minta maaf lah pada pengawal saya karena air panas anda menyiram tangan nya, jangan meminta maaf pada ku!" ucap Se Se dengan suara datar.
"Aku harus meminta maaf pada seorang pengawal? Dia bahkan tidak layak memegang ujung sepatu ku! Anda pasti sudah gila! Bisa-bisa nya anda menyuruh seorang Putri untuk meminta maaf kepada budak sepertinya!"
"Di mata saya, anda lebih rendah dari pada dia!" jawab Se Se dengan aura pembunuh.
"Berani sekali kau menghina calon Putri Mahkota!" bentak salah seorang pelayan.
"Plakkk!"
__ADS_1
Se Se menampar wajah pelayan itu hingga tersungkur ke atas tanah sambil memegang wajahnya yang terasa perih.
"Jangan bicara dengan nada tinggi di depan ku! Kau hanya seorang pelayan dari orang rendahan!" ucap Se Se dengan nada ketus.
Pertengkaran di mulai, Putri Yuan Cin Cu mengangkat tangan dan mengayunkan ke wajah Se Se, dengan cepat dia menangkap tangan wanita itu kemudian melemparkan tubuh nya ke atas tanah.
"Brukkk!"
"Wanita gila!!! Berani sekali kau menjatuhkan tubuh ku! Akan ku adukan kepada Putra Mahkota agar kau dihukum dengan berat!" bentak Putri Yuan Cin Cu.
Para anggota kerajaan yang berada di dekat sana segera mendekat dan melihat tontonan itu.
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa Putri Yuan Cin Cu terjatuh?"
"Apakah mereka sedang berkelahi?"
"Sepertinya akan seru!"
Para penggosip mulai berbisik-bisik di samping sambil menonton pertunjukkan yang tidak di rencanakan itu.
Seorang Kasim segera berlari ke ruangan Han Ze Xing dan melaporkan hal yang telah terjadi. Raja Wei dan Han Ze Xing berjalan dengan cepat ke tempat kejadian.
"Ada apa ini?" tanya Raja Wei dengan wajah cemas.
"Xuan..." gumam Se Se dengan perasaan gelisah.
"Apakah Xuan akan marah karena aku telah menyebabkan masalah di Istana?" batin Se Se.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖