
Sesuai janji Raja Wei, pemuda itu mengirimkan surat lamaran ke kediaman Huang. Raja Wei mengantar surat itu secara pribadi.
Se Se turun dari kereta kuda dibantu oleh Raja Wei. Dia kembali ke kamarnya bersama Ling Er yang menunggunya di depan pintu.
Ye Yuan mempersilakan Raja Wei menunggu di ruang tamu, dia memanggil ayahnya untuk menemui Raja Wei.
"Maafkan saya tidak menyambut kedatangan anda Yang Mulia." ucap Tuan Huang saat memasuki ruang tamu.
"Tidak perlu sopan begitu, saya datang untuk melamar Putri Huang." ucap Raja Wei tanpa basa basi.
Perdana Menteri dan Ye Yuan saling memandang karena terkejut mendengar perkataan Raja Wei.
"Yang Mulia, apakah anda sedang bercanda?" tanya Tuan Huang tak percaya.
"Aku sangat serius, Yu bawa masuk hadiahnya!" ucap Raja Wei.
Yu membawa masuk banyak kotak hadiah lamaran. Tuan Huang dan Ye Yuan makin terkejut.
"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mengajukan lamaran?" batin Ye Yuan
"Acara pernikahan akan diadakan awal bulan depan. Tuan perdana Menteri tidak perlu menyiapkan apapun, aku akan menyediakan semuanya." ucap Raja Wei.
"Uhukkk... Uhukkk!!"
Ye Yuan terbatuk karena mendengar Raja Wei akan melangsungkan pernikahan. Tuan Huang juga sama kagetnya.
"Maaf Yang Mulia, apakah adik saya sudah mengetahui hal ini?" tanya Ye Yuan memastikan.
Raja Wei tersenyum dan menjawab dengan yakin. "Ya, kami sudah menikah kemarin malam, pernikahan resmi ini hanya untuk formalitas saja."
"DUARRR!!"
Hati Ye Yuan dan ayahnya seperti diledakkan oleh bom besar. Ye Yuan dan ayahnya tertegun sesaat, gadis kecil mereka tiba-tiba saja sudah menikah dengan pemuda berbahaya ini.
"Kalau begitu, kami akan mengikuti kehendak anda Yang Mulia." ucap Tuan Huang dengan raut wajah syok.
Setelah Raja Wei pamit, Ye Yuan dan Perdana Menteri Huang berlari kecil ke kamar Se Se. Mereka sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Raja Wei tadi.
"Brakk!"
Pintu kamar dibuka dengan kasar.
Ye Yuan sampai lebih dulu, dia segera bertanya pada meimeinya.
"Mei, apa benar kamu sudah menikah?"
__ADS_1
"Kak... " ujar gadis itu kaget.
Tuan Perdana Menteri menyusul, dia melontarkan pertanyaan yang sama.
"Se Se, benarkah kamu sudah menikah?"
"Ayah... ada apa ini?" tanya gadis itu bingung.
Ye Yuan memegang kedua bahu adiknya, dia bertanya dengan wajah serius, " Apa benar kamu sudah menikah dengan Raja Wei?"
"Mati aku...! Apa yang sudah si mesum itu katakan pada ayah dan kakak?" kata batin Se Se.
"Se Se, apa Raja Wei memaksamu menikah dengannya?" tanya Tuan Huang dengan wajah khawatir.
"Hufff... "
Se Se menghela napasnya dan berkata, "Ayah, kakak, saya bersedia menikah dengan Raja Wei bukan karena dipaksa." jawab Se Se.
"Aku tidak dipaksa, tapi dia melakukannya secara diam-diam saat aku pura-pura tidur. Bolehkah aku mengatakan kalimat ini?" kata batin Se Se.
"Se Se, ayah tidak akan menghalangimu untuk menikah dengan pria pilihanmu, tapi kenapa harus Raja Wei yang mengerikan itu?" tanya Tuan Huang.
"Pfff... "
Se Se menahan tawa saat mendengar kata mengerikan ditujukan untuk Raja Wei. Baginya pemuda itu hanyalah pemuda cengeng. Pemuda yang akan menangis kencang jika dia kehilangan seorang wanita yang dia cintai.
"Habis sudah, hati putri ku sudah dicuri oleh pria itu." batin Tuan Huang saat melihat ekspresi wajah Se Se.
"Sepertinya sudah telat untuk menghalangi hubungan mereka." batin Ye Yuan.
"Ayah, tolong dukung hubungan mereka. Biarkan meimei menentukan sendiri teman hidupnya." ucap Ye Yuan kepada ayahnya.
"Baiklah jika itu keinginan kalian. Ayah akan mendukung semua keputusan kalian berdua." ucap Tuan Huang.
Ye Yuan dan Se Se saling memandang, Se Se menyunggingkan senyuman di bibirnya, tanda terima kasih kepada Ye Yuan yang sudah membantu meyakinkan ayahnya.
ISTANA KAISAR
"Yang Mulia, Tuan Putri dari negara Liang akan tiba besok. Kita harus menjaga keamanannya di negara ini." ucap seorang menteri.
"Putri itu terkenal dengan kecantikannya, namun dia jauh-jauh ke negara Han hanya untuk mencari calon suami. Sangat mencurigakan." ujar Menteri lain.
"Benar, kita harus memastikan Putri itu dilindungi oleh orang yang kompeten. Tidak boleh terjadi sesuatu pada Putri itu di sini." ucap Perdana Menteri Huang.
"Siapa yang kalian pilih untuk melindungi Putri itu?" tanya Kaisar.
__ADS_1
"Yang Mulia, hamba percaya Raja Wei adalah pilihan yang tepat untuk melindungi Putri Liang." ucap Pangeran 5.
"Benar, Xuan adalah pilihan yang tepat untuk tugas itu." batin Kaisar.
Raja Wei melangkah maju beberapa langkah, dia sedikit menunduk kepalanya dan berkata, "Maaf Yang Mulia, saya tidak bisa melindungi Putri Liang. Saya ada keperluan lain yang lebih penting besok."
"Keperluan penting apa yang lebih penting dari urusan negara kita, Paman?" tanya Pangeran 5 dengan nada menyindir.
"Saya sedang mengurus pesta pernikahan, tolong serahkan tugas itu kepada orang lain." kata Raja Wei.
Sesaat ruangan itu menjadi ribut, beberapa menteri berbisik penasaran siapa calon Permaisuri Raja Wei.
"Xuan, siapa calon permaisurimu?" tanya Kaisar kepo ikut penasaran.
Raja Wei tersenyum, semua yang melihat senyumannya merasa terkejut dan tak percaya.
"Wow... "
Raja iblis sedang tersenyum di depan mereka, hal yang sangat langka dan sulit dipercaya.
"Saya akan menikah dengan Putri Huang." jawab Raja Wei dengan mata berbinar.
"Huang Se Se..." batin Han Ze Xing.
Han Ze Xing merasa kaget mendengar jawaban Pamannya, dia tidak menyangka gadis yang pertama kali dia cintai akan menjadi istri Pamannya. Hatinya merasa sesak dan sakit, namun dia tidak bisa berbuat apapun.
"Han Ze Yun, kamu akan bertugas untuk melindungi Putri Liang selama dia di sini. Semuanya boleh kembali, kecuali Xuan. Aku ingin berbicara denganmu." perintah Kaisar.
*Han Ze Yun \= Pangeran ke 3, anak kandung dari Ratu.
Kaisar dan Raja Wei menuju ke ruang perpustakaan, dia menyuruh pengawal untuk berjaga di depan pintu, jangan biarkan siapapun mendekat.
"Xuan, apa kamu benar-benar akan menikah dengan Putri Huang?" tanya Kaisar.
"Ya, bukankah kamu menyetujui hal ini bulan lalu kak?" ucap Raja Wei.
Raja Wei memanggil Kaisar dengan sebutan kakak jika sedang berdua tanpa kasim dan pengawal.
"Dulu aku setuju karena Putri Huang terkenal dengan sikap angkuh dan sombong. Namun saat ini, kita sudah tahu bahwa dia gadis yang baik hati dan sopan. Apakah kamu yakin akan membuatnya menjadi target dari musuhmu?" tanya Kaisar dengan nada serius.
"Aku sudah melupakan hal itu, hampir saja aku mencelakainya. Kenapa aku bisa lupa jika semua mantan istriku mati dibunuh. Apa yang harus kulakukan pada gadis kecilku?" batin Raja Wei.
Melihat adiknya diam tak menjawab, Kaisar kembali bertanya, "Apa kamu tahu Putri Liang ke sini untuk bertemu denganmu?"
"Aku tidak tahu. Untuk apa dia mencariku?" ucap Raja Wei sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Untuk menikah denganmu!" jawab Kaisar.
^^^BERSAMBUNG...^^^