
Ye Yuan dan Raja Wei kembali ke kamar utama setelah keduanya sepakat untuk menyembunyikan kejadian buruk yang di alami oleh Se Se. Begitu tiba di kamar, mereka melihat wajah gadis itu tidak lagi ceria seperti sebelumnya. Mereka pun bertanya-tanya dalam hati, apa yang telah terjadi selama mereka pergi.
"Xuan...! Kak Ye Yuan!" panggilnya dengan wajah sedih.
Raja Wei segera mendekat, ia lalu memeluk istrinya dekat erat. "Ada apa? Kenapa kamu terlihat sedih?" tanya Raja Wei sambil membelai rambut istrinya yang tergerai.
"Feng bilang, aku sudah membuat ribuan orang terbunuh." jawab Se Se.
Raja Wei melirik Huo Feng, begitu pula dengan Ye Yuan. Kedua pria itu menatap Huo Feng dengan perasaan kesal dan emosi.
"Dasar beo!" ucap Raja Wei tanpa bersuara, namun di mengerti oleh Huo Feng.
Pria itu tertunduk sambil menggaruk kepala, ia merasa sedikit bersalah karena sudah menceritakan semua hal buruk kepada gadis itu. Huo Feng lalu berkata, "Maafkan aku, seharusnya aku tidak menceritakan hal buruk kepada pasien yang baru saja bangun."
Se Se melepas pelukan dari Raja Wei, dia tersenyum lalu menjawab sambil menggelengkan kepala. "Tidak apa apa, cepat atau lambat aku tetap akan mengetahui hal ini!"
__ADS_1
"Aku sudah mengirimkan kabar untuk Ayah, tapi Ayah bilang dia masih belum bisa menjengukmu. Ayah meminta pengertian sebab Istana saat ini masih membutuhkannya." ucap Ye Yuan sambil mengelus rambut hitam adiknya.
Raja Wei menatap Ye Yuan dengan wajah kesal, karena dia tidak suka pria lain menyentuh istrinya meskipun pria itu adalah kakak kandung istrinya.
Ye Yuan tentu saja mengerti arti dari tatapan mata Raja Wei, namun dia tidak peduli. Sebab Ye Yuan juga ingin menunjukkan kasih sayang terhadap adik semata wayangnya itu.
"Bagaimana keadaan di istana saat ini?" tanya Se Se dengan menatap wajah Ye Yuan.
"Sangat buruk!" jawab pria itu dengan singkat.
"Hahhh...!" Ye Yuan menarik nafas panjang, ia lalu menjelaskan, "Ratusan menteri dibunuh dengan cara yang sangat keji. Mereka mati di dalam ruang pertemuan, dengan tubuh yang sudah tidak utuh." Ye Yuan menundukkan wajah, dia lalu kembali berkata, "Putra Mahkota dan Putri Mahkota dikurung oleh Kaisar hingga keduanya pingsan dan tak sadarkan diri. Jika bukan karena Ayah, mereka berdua mungkin sudah mati kelaparan."
Wajah Se Se mulai khawatir, "Apa mereka baik baik saja sekarang?" tanya nya dengan nada cemas.
"Iya, mereka baik baik saja. Jangan terlalu dipikirkan, kamu harus lebih banyak istirahat. Urusan istana akan menjadi tanggung jawab Ayah." jawab Ye Yuan.
__ADS_1
Se Se menatap wajah suaminya, dia tentu saja merasa khawatir mendengar berita buruk yang menimpa Han Ze Xing. Meskipun Ayahnya seorang bajingan, Han Ze Xing tidak pernah sekalipun mengikuti jejak Ayahnya. Dia selalu bersikap baik dan tulus, itu membuat Raja Wei sangat menyayangi keponakannya.
"Kak, siapa pelakunya? Siapa yang sudah membunuh ratusa Menteri itu?" tanya Se Se penasaran.
Ye Yuan menggeleng, "Aku tidak tau, tidak ada yang tau siapa pelakunya!"
Se Se berdiri dari posisi duduknya, dia lalu berkata, "Aku akan pergi ke istana!"
"Tidak boleh!" ucap ketiganya serentak.
Dengan wajah kebingungan, Se Se bertanya, "Kenapa?"
"Tentu saja karena aku takut. Takut kau akan melakukan tindakan berbahaya yang dapat mengancam nyawamu seperti sebelumnya!" batin ketiga pria itu.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1