
Raja Wei menerima surat yang di kirim oleh Han Ze Xing, wajahnya berubah gelap saat membaca isi surat. Tentu saja dia tahu apa yang sedang di tutupi oleh Ibu Suri, namun Raja Wei tidak pernah menyangka bahwa Selir Fei berani hamil dengan pria lain.
Raja Wei memunculkan senyum iblisnya, dia mempunyai rencana untuk membunuh 2 tikus tanpa perlu mengotori tangannya.
Raja Wei memerintahkan Yu untuk menyebarkan berita bahwa Han Ze Liang bukan anak kandung Kaisar. Dalam waktu satu hari saja berita itu telah sampai ke istana, Kaisar tentunya juga mendengar berita itu.
Selir Fei merasa gelisah dan cemas dengan kabar yang beredar, dia mengira Ibu Suri yang telah menyebarkan berita itu. Dengan langkah besar, Selir Fei menuju ke istana Ibu Suri.
"Ibu Suri, kenapa anda menyebarkan berita itu? bukan kah kita sudah sepakat untuk merahasiakan semua nya?" ucap Selir Fei yang baru saja datang.
"Aku tidak tahu siapa yang menyebar berita itu, aku tidak pernah menyebarkan nya." jawab Ibu Suri dengan nada kesal.
"Apa kau pikir aku akan percaya? Lihat saja nanti, aku akan menyebarkan perbuatanmu pada Ratu terdahulu!" ancam Selir Fei dengan wajah emosi, dia kemudian pergi dari sana.
Han Ze Liang sudah menunggu Selir Fei di kamar ibunya, dia ingin bertanya mengenai kebenaran tentang kabar yang beredar.
Selir Fei masuk ke kamar dengan amarah di wajahnya. Han Ze Liang segera bertanya pada Selir Fei, "Ibu, apa benar aku bukan anak kandung Kaisar?"
Selir Fei tampak pucat, dia ketakutan sejak pagi tadi karena kabar yang sudah beredar luas. Ditambah kini putranya datang menghakimi diri nya, Selir Fei benar-benar tidak punya tenaga untuk menjelaskan.
"Brukkk!"
Tiba-tiba Selir Fei pingsan, Han Ze Liang panik dan cemas, dia membawa ibunya ke atas tempat tidur.
"Tabib... cepat panggil tabib!" jerit Han Ze Liang dengan suara keras.
Tabib datang dan memeriksa keadaan Selir Fei, tabib itu tersenyum dan berkata, "Selamat Pangeran 5, anda akan segera punya adik."
"..." Han Ze Liang diam membisu, dia tidak tahu apakah harus merasa senang atau sedih dengan berita itu.
Selir Fei sudah sadar dan mendengar ucapan tabib. Dia tersenyum bangga dengan kehamilannya. Kini dia punya kartu baru untuk menyelamatkan nyawanya.
Kabar kehamilan Selir Fei sampai di telinga Kaisar. Bukannya senang, wajah Kaisar malah terlihat memendam amarah.
"Bayi itu mungkin saja bukan milik ku!" batin Kaisar.
__ADS_1
Raja Wei mendengar kabar kehamilan Selir Fei, wajahnya tersenyum sinis kemudian dia berkata pada Yu, "Sekarang Kaisar akan mulai mempertanyakan asal usul bayi yang tidak jelas itu. Sebentar lagi kita akan melenyapkan kedua wanita iblis dari istana."
Yu mengangguk, dia turut senang karena rencana Raja Wei berhasil.
Raja Wei berjalan menuju kamar, dia ingin melihat wajah permaisuri dan kedua bayi.
Se Se menoleh ke arah Raja Wei dan memanggil namanya. "Xuan..."
Raja Wei berjalan mendekat, dia segera memeluk tubuh istrinya dengan erat. "Tunggulah sebentar lagi, aku akan membunuh semua orang yang mengancam nyawa keluarga kita. Saat mereka lenyap, hidup kita akan lebih tenang dan bahagia."
"Ada apa dengan nya? Kenapa berkata seperti itu?" benak Se Se.
Se Se melepas pelukan dari Raja Wei, dia bertanya dengan wajah penasaran.
"Apa yang terjadi? Kenapa Xuan bersikap seperti ini?"
"Aku sudah menemukan rencana untuk menyingkirkan kedua wanita licik yang ada di istana. Mereka akan segera di usir atau mati dengan tersiksa." jawab Raja Wei dengan wajah serius.
"Hufff..."
"Xuan, aku bisa membantu mu membunuh mereka. Kamu tidak perlu repot memikirkan rencana untuk menyingkirkan kedua orang itu." ucap Se Se sambil mengelus rambut di kepala Raja Wei.
"Aahhh... hidup ku sangat beruntung. Bisa memiliki permaisuri yang membuat ku bahagia setiap hari." ucap Raja Wei lalu mengecup bibir Se Se.
"Aku juga beruntung bisa bertemu dan menjadi Permaisuri Xuan." jawab Se Se dengan senyuman di bibirnya.
Mereka melanjutkan kecupan menjadi ciuman panas yang bergairah. Kedua bayi kecil menjadi saksi cinta membara Raja Wei dan Se Se di dalam kamar itu.
Sudah tengah malam, Raja Wei dan Se Se masih melanjutkan permainan mereka seolah tidak ada bosan nya. Se Se mengeluh karena kelelahan menghadapi Raja Wei, pemuda itu berkali-kali melampiaskan gairahnya namun masih belum cukup.
"Sekali lagi sayang..." ucap Raja Wei sambil bermain di area bukit kembar permaisurinya.
"Ja... jangan di situ!" ucap Se Se gagap karena merasa geli dengan sentuhan lidah Raja Wei.
"Hahaha..." Raja Wei hanya tertawa melihat reaksi Se Se yang menggemaskan. Wajah Se Se membuat gairahnya tidak pernah padam. Dia kembali memasukkan junior nya ke dalam tubuh Se Se, mereka melanjutkan proses penanaman bibit hingga matahari terbit.
__ADS_1
Se Se membuka matanya, perlahan dia menggeser tangan Raja Wei yang memeluk tubuhnya.
"Akhh... sakit. Akhh... pinggang ku! Ck... pria ini benar-benar keterlaluan." ucap Se Se dengan wajah kesal.
Raja Wei tersenyum mendengar celotehan istrinya, dia melingkarkan lengannya ke pinggang Se Se dan menarik tubuh Se Se hingga terjatuh ke atas tempat tidur. Raja Wei menindih tubuhnya dan kembali mencium bibir mungil itu dengan ganas.
"Uhmmm...." Se Se berusaha menghindar, namun tenaga Raja Wei sangat kuat.
"Oekk... Oekk..."
Kedua bayi mulai menangis karena lapar, Raja Wei menghentikan aksinya. Se Se bangkit dari tempat tidur, dia menjitak dahi Raja Wei dengan kuat.
"Akh...!!" Raja Wei kesakitan, dia memegang dan mengelus dahi nya.
Se Se menggendong kedua bayinya dan menyusui mereka dengan buah persik kembar di dada nya. Raja Wei menelan ludah melihat bayi-bayi yang sedang asik menyedot ASI dari bukit itu. Raja Wei ikut merasa lapar melihat persik yang begitu menggoda.
"Berhenti lah melihat nya! Xuan sudah mendapat jatah dari malam hingga pagi." ucap Se Se kesal karena mata Raja Wei terlihat bergairah.
Seluruh tubuh Se Se masih merasa sakit dan pinggangnya terasa akan segera patah. Raja Wei menyiksanya hingga pagi namun pria itu belum merasa cukup. "Benar-benar maniak!" batin Se Se.
Raja Wei berdiri, dia tertawa kecil kemudian mengecup bibir istrinya.
"Aku akan kembali nanti malam." ucap Raja Wei.
Raja Wei keluar dari kamar, dia menuju ke ruang kerja, Raja Wei masih punya pekerjaan penting yang harus di selesaikan hari ini.
ISTANA KAISAR
Selir Fei pergi ke Istana Kaisar, dia ingin memberi tahu pria itu bahwa dirinya sedang hamil.
Wajah Kaisar terlihat muram, dia bingung harus bagaimana menghadapi Selir Fei, cintanya pada Selir Fei memang lebih besar di banding cintanya pada Ratu. Namun dia tidak menyangka bahwa wanita yang paling dia cintai akan menghianati cinta nya, bahkan sampai melahirkan anak dari pria lain.
"Berlututlah!" bentak Kaisar saat melihat wajah Selir Fei.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1