The Princess Story

The Princess Story
Ep 114. Kehamilan tak terduga


__ADS_3

Li Siang mendapat surat dari Kerajaan Zhou untuk membunuh Permaisuri Raja Wei dan Putra Mahkota Kerajaan Han yaitu Han Ze Xing.


Wanita itu menyunggingkan senyuman iblisnya, dia membakar surat itu di atas nyala api lilin.


Li Siang saat ini masih berada di dalam Istana, dia terpilih sebagai penari istana karena kemampuan menarinya yang terbaik di antara semua penari. Tidak ada yang mengetahui bahwa Li Siang sebenarnya adalah seorang mata-mata yang di kirim oleh Kerajaan Zhou.


Li Siang mulai merencanakan cara untuk memisahkan Raja Wei dengan Permaisurinya agar lebih mudah membunuh wanita itu.


Terlintas di benaknya cara yang paling gampang, dia tahu Han Ze Liang membenci Se Se. Dia akan memanfaatkan kebencian pria itu untuk melawan Se Se.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Raja Wei membuka mata, dia melihat wajah Se Se yang masih tertidur lelap di samping nya. Perlahan dia melepas pelukan dari Se Se dan turun dari ranjang.


"Jangan pergi!" gumam Se Se dalam tidurnya.


Raja Wei berbalik menatap wajah Se Se, dia mencium keningnya dan berbisik dengan pelan.


"Ada yang harus aku lakukan malam ini. Tidurlah dengan nyenyak, aku akan segera kembali."


Raja Wei melangkah keluar dengan perlahan agar tidak membangunkan istrinya. Yu telah menunggu di ruang kerja, dua orang Pasukan Elang juga berada di sana.


"Yang Mulia, kami mendapat kabar dari mata-mata. Kerajaan Zhao akan segera menyerang Kerajaan Yuan karena kematian Zhao Su Mo." ucap Yu.


"Biarkan saja mereka berperang, bukan urusan kita." ucap Raja Wei.


"Mata-mata Kerjaan Zhou saat ini bersembunyi di dalam Istana, tapi kami belum berhasil menemukan siapa mata-mata itu." lapor Ti San anggota Pasukan Elang.


"Perketat penjagaan di Istana Matahari, mereka akan mulai membunuh Putra Mahkota terlebih dahulu sebelum membunuh Kaisar." kata Raja Wei.


"Baik, Yang Mulia." jawab Ti San.


"Yang Mulia..." Yu menghentikan perkataan nya.


"Ada apa?" tanya Raja Wei.


"Permaisuri..." Yu ragu harus melaporkan hal ini atau tidak.


"Ada apa dengan Permaisuri?" tanya Raja Wei.


"Permaisuri di rumorkan mempunyai hubungan gelap dengan Putra Mahkota dari Kerajaan Yuan." jawab Yu.


Raja Wei tampak tak senang, dia mengepalkan tangan nya dengan erat.


"Siapa yang memulai rumor itu?" tanya Raja Wei dengan nada dingin.

__ADS_1


"Pangeran 5, Han Ze Liang." jawab Ti San.


Yu menatap Ti San, dia memberi tanda kepada nya agar jangan melaporkan hal lain. Mereka harus merahasiakan rumor lain yang tengah beredar.


Ti San mengerti dan mengangguk. Yu merasa bersalah karena harus merahasiakan hal ini kepada Raja Wei, namun dia juga terpaksa melakukannya agar hubungan Raja Wei dan Permaisuri tidak merenggang.


Raja Wei keluar dari ruang kerja meninggalkan Yu dan Ti San.


"Kenapa kita tidak boleh melaporkan hal itu?" tanya Ti San.


"Kita belum tahu kebenaran kabar itu. Jangan bertindak gegabah, Yang Mulia akan marah besar jika mendengar berita itu." jawab Yu.


"Tapi bukan kah Yang Mulia harus mengetahui hal penting ini?" tanya Ti San.


"Benar, tapi bukan dari kita." jawab Yu.


Raja Wei kembali ke kamar, dia duduk di tepi tempat tidur dan menatap wajah istrinya yang tertidur lelap.


"Kenapa orang-orang jahat itu selalu menargetkan mu?" batin Raja Wei.


Raja Wei membelai lembut wajah Se Se, dia mamberikan kecupan di pipi nya sebelum berbaring kembali di samping.


Hari telah berganti, Se Se membuka mata dan menoleh ke arah Raja Wei yang tidur sambil memeluk tubuh nya.


Se Se menyentuh ringan wajah pria di sampingnya dengan jari jari lentik di tangan. "Melihat wajah Xuan di saat terbangun pada pagi hari adalah kebahagiaan besar untuk ku. Semoga kebahagiaan ini akan terus mengikuti kami dalam waktu yang lama."


Raja Wei membuka mata, dia bertatapan dengan mata Se Se yang sejak tadi menatapnya.


"Xuan, selamat pagi. Muach...!" Se Se mengecup bibir Raja Wei.


Raja Wei menahan kepalanya dan melanjutkan kecupan itu menjadi sebuah ciuman hangat di pagi hari.


Setelah beberapa menit berlalu, Raja Wei melepas ciuman yang telah membuat napas mereka memburu.


"Selamat pagi Permaisuri ku." ucap Raja Wei sambil menatap lekat mata istrinya.


"Apakah hari ini Xuan sibuk?" tanya Se Se.


"Emm... sedikit. Ada urusan yang harus segera di selesaikan. Ada apa sayang?" kata Raja Wei sambil membelai wajah Se Se dengan lembut.


Se Se menggeleng, "Tidak ada apa-apa, aku hanya bertanya saja." jawabnya sambil tersenyum.


"Tunggu aku di rumah, jangan nakal dan jangan menggoda pria lain." ucap Raja Wei.


Se Se mengangguk, dia kembali mengecup bibir Raja Wei. "Aku hanya menggoda Xuan saja." jawabnya dengan wajah nakal.

__ADS_1


"Permaisuri, apakah kamu tidak tahu jika gairah pria lebih besar di saat pagi hari?" ucap Raja Wei kemudian mengangkat tubuh Se Se ke atas tubuhnya.


Mereka saling menatap sebelum kembali mengadu bibir dan lidah dengan liar serta penuh gairah.


Raja Wei melepas ciumannya dan berbisik di telinga Se Se, "Bolehkah aku meminta nya?"


"Minta apa?" tanya Se Se tak mengerti.


"Minta jatah..." jawab Raja Wei dengan wajah nakal.


"Blush" wajah Se Se menjadi merah seketika.


"Ta-tapi ini masih pagi..." jawab Se Se malu-malu.


"Tapi aku ingin melahap istriku sekarang, dia terlihat sangat menggoda saat ini." ucap Raja Wei sambil menyelipkan jari-jarinya di balik kain penutup tubuh Se Se.


"Ja-jangan pagi-pagi, nanti kedengaran oleh Ling Er dan pengawal." tolak Se Se dengan suara terbata-bata.


"Uhmmm...."


Raja Wei tidak peduli dengan penolakan Se Se, dia meneruskan ciuman dan sentuhan tangannya ke semua bagian tubuh istrinya.


"Xuan, hentikan... Arghhh... sakit!" rintih Se Se dengan suara bergetar.


Raja Wei menghentikan tangannya yang sedang meremas buah kembar, dia menatap wajah Se Se kemudian bertanya, "Maaf, apakah aku terlalu kasar?"


Se Se menggelengkan kepala, "Bukan, bukan salah Xuan, ini salah bayi kecil kita." jawab Se Se dengan senyuman ceria.


"Bayi kecil?" tanya Raja Wei tak mengerti.


Se Se mengangguk, dia mengambil tangan Raja Wei dan di letakkan di perut bawahnya. "Di dalam sini, ada bayi kecil yang baru mulai tumbuh." jawab Se Se dengan wajah bahagia.


"Deg!" jantung Raja Wei tersentak.


Raja Wei tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Bagaimana bisa dia hamil ketika aku mengkonsumsi obat yang mencegah kehamilan?" batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2