
Ye Yuan baru saja terbangun dari tidur panjangnya, dia membuka mata dan melihat sekelilingnya.
"Telur phoenix!" ucapnya saat menatap telur merah besar dengan api yang membara.
Ye Yuan memegang kepalanya yang berdenyut dan sakit, "Kenangan milik siapa ini? Kenapa bisa muncul di dalam ingatanku?" gumam Ye Yuan.
"Kamu sudah sadar!" ucap Huo Feng yang baru saja kembali ke gua.
Pria itu membawa buah-buahan untuk Ye Yuan, dia meletakkan buah itu di atas batu yang ada di samping Ye Yuan. "Makan ini!" ucapnya kepada Ye Yuan.
Ye Yuan tersenyum sambil berkata, "Terima kasih." Ye Yuan mengambil satu buah pir dan langsung melahapnya.
"Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Ye Yuan.
"Kamu tidak ingat?" tanya Huo Feng sambil menatap Ye Yuan dengan wajah serius.
Ye Yuan berpikir sesaat, dia mengingat ketika dirinya mengalami sakit kepala yang parah dan juga muncul ingatan-ingatan yang tidak pernah dia miliki sebelumnya.
"Sudah berapa lama aku tertidur?" tanya Ye Yuan.
"Dua hari!" jawab Huo Feng.
Ye Yuan terkejut mendengarnya, "Dua hari? Bukankah hari ini Yang Mulia akan mulai menjalankan rencananya?" tanya Ye Yuan dengan wajah panik.
"Jangan khawatir, aku sudah membereskan semuanya." ucap Huo Feng.
"Hahhh..." pria itu menghela nafas, "Kenapa aku bisa tertidur panjang di saat penting seperti ini?" keluh Ye Yuan dengan wajah yang merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, itu bukan salahmu." hibur Huo Feng dengan tatapan lembut.
Ye Yuan menatap wajah Huo Feng yang tersenyum, tiba-tiba muncul ingatan yang mirip dengan keadaan saat ini di dalam kepala Ye Yuan.
__ADS_1
"Maaf, Apakah anda pernah merawat saya seperti ini sebelumnya?" tanya Ye Yuan dengan rasa penasaran.
"Ya, aku pernah merawatmu." jawab Huo Feng.
"Kapan itu terjadi?" tanya Ye Yuan yang semakin penasaran.
"Sudah lama, sangat-sangat lama." jawab Huo Feng.
"Berapa lama yang anda maksud??" tanya Ye Yuan.
Huo Feng menatap Ye Yuan, dia ragu untuk memberitahu jawabannya kepada Ye Yuan.
"Apakah pertanyaan saya terlalu sulit untuk dijawab?" tanya Ye Yuan.
"Tidak, hanya saja aku tidak yakin jika kamu akan percaya setelah mendengar jawaban dariku." jawab Huo Feng.
"Tolong beritahu saya, saya ingin tau semuanya. Kenangan yang tidak bisa saya ingat walaupun saya mencoba untuk mengingatnya. Tolong beritahu kepada saya, kenangan apa yang telah saya lupakan itu!" ucap Ye Yuan.
Suatu hari, si adik tanpa sengaja melihat masa depan kakaknya yang menyedihkan. Dia melihat Sang kakak yang akan meninggal di umurnya yang masih ratusan tahun, sementara hidup mereka yang sebenarnya bisa mencapai jutaan tahun bahkan lebih dari itu.
Si adik berusaha untuk menyelamatkan nyawa kakaknya yang di waktu itu hanya tinggal beberapa hari saja. Si adik pun akhirnya pergi menemui dewa takdir. Dirinya yang lebih agung dari siapapun, berlutut dan memohon di depan dewa takdir demi hidup kakaknya.
Melihat ketulusan si adik, Dewa takdir memberikan dua pilihan kepadanya. Pilihan pertama adalah membiarkan kakaknya mati dan kembali bereinkarnasi menjadi manusia. Pilihan kedua adalah si adik menukar takdirnya dengan sang kakak.
Tanpa berpikir panjang, si adik memilih pilihan yang kedua. Dia memberikan takdirnya yang akan menjadi penguasa dunia nirwana kepada kakaknya. Karena dewa takdir telah berjanji, dia pun mengabulkan keinginan si adik.
Mengetahui hidupnya yang hanya tersisa dua hari lagi, si adik diam-diam memberikan semua kekuatan suci kepada kakaknya. Di saat kekuatannya habis, si adik meninggal dalam pelukan kakaknya yang bodoh dan tidak mengetahui apapun tentang pengorbanan adiknya itu.
Kakak yang bodoh itu mengira jika adiknya hanya tertidur karena lelah bermain, dia masih makan dan tidur dengan nyenyak di samping tubuh adiknya yang sudah tak bernyawa.
Sang Kakak sangat menyesali semuanya ketika dia mengetahui apa yang telah terjadi kepada adiknya, namun semua penyesalan itu sudah terlambat. Dewa takdir menemui kakak di hari pemakaman si adik, dia menyerahkan takdir baru untuk kakak bodoh yang telah di tinggalkan sendirian itu.
__ADS_1
Bertahun-tahun, Kakak bodoh itu mencari keberadaan jiwa adiknya yang memiliki kesempatan untuk hidup kembali sebagai manusia. Hingga akhirnya dewa mempertemukan mereka meski si adik tidak lagi mengenali kakaknya ini."
Air mata Huo Feng mulai mengalir, dia tidak sanggup menahan kesedihan dan penyesalannya yang telah berlalu ribuan tahun lamanya. Dia sangat menyesal dengan semua yang terjadi di masa lalu. Dia sangat menyesal membiarkan adiknya menanggung takdir yang seharusnya dia jalani.
"Maafkan aku! Tolong maafkan kakakmu yang bodoh ini!" ucap Huo Feng.
Ye Yuan mencoba mencerna semua kata-kata Huo Feng. Dia tidak bisa langsung mempercayai ucapan pria asing itu karena ingatannya memang telah terhapus saat dia masuk ke pintu reinkarnasi.
"Apakah anda bermaksud mengatakan jika saya adalah adik anda yang telah bereinkarnasi?" tanya Ye Yuan.
Huo Feng menjawab dengan yakin, "Kamu adalah adikku, kamu adalah satu-satunya pemilik nirwana yang sah."
"Bagaimana anda bisa seyakin itu?" tanya Ye Yuan.
"Aku melihatnya, cahaya abadi yang keluar dari tubuhmu sudah membuktikan jika kamu adalah reinkarnasi dari burung phoenix. Ketika kamu menyentuh telur phoenix, kamu bahkan tidak merasa kepanasan. Jika kamu hanya manusia biasa, tanganmu sudah meleleh dilahap oleh api itu! Bukti-bukti itu sudah cukup untuk meyakinkan diriku bahwa kamu benar-benar adikku yang telah bereinkarnasi." jawab Huo Feng.
Ye Yuan terlihat tak percaya, dia menundukkan wajahnya kemudian berkata, "Jika saya adalah seekor burung phoenix, lalu bagaimana dengan adik dan ayah saya? Apakah mereka masih termasuk keluarga saya?"
"Kamu mungkin tidak menyadari hal ini karena kamu tidak memiliki ingatan ketika hidup di nirwana. Tapi aku tau jika adikmu itu memiliki kekuatan suci yang sangat besar. Bisa dibilang kekuatannya sebesar milikmu dulu." ucap Huo Feng.
"Apa yang sedang anda katakan? Jangan bilang anda berusaha mendekatiku karena anda ingin mengambil kekuatan Se Se darinya!!!" ucap Ye Yuan dengan nada yang meninggi.
Huo Feng terdiam, dia tidak dapat menjelaskan apa-apa kepada Ye Yuan karena niat untuk mengambil kekuatan Se Se itu memang benar adanya, meskipun saat itu dia tidak mengetahui keberadaan Ye Yuan.
"Tolong antar saya kembali ke perbatasan!" pinta Ye Yuan setelah merenung beberapa saat.
Huo Feng mengabulkan permintaan Ye Yuan, dia membawa pria itu kembali ke tempat Raja Wei dan Yang Fei Xi.
"Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu?" tanya Raja Wei ketika melihat Ye Yuan yang baru saja kembali.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1