The Princess Story

The Princess Story
Ep 97. Ratu bukan Wei Jia Li yang asli


__ADS_3

"Dari mana kamu dapat surat ini?" tanya Se Se.


"Hamba adalah pelayan dari Ratu Wei Jia Li, hamba adalah pelayan yang lari ketakutan saat Ratu di hukum mati."


Wanita pengemis menangis histeris, dia merasa bersalah karena telah meninggalkan Ratu Wei Jia Li. Setelah tangisan nya reda, dia melanjutkan ceritanya.


"Hamba mengambil surat ini di malam sebelum melarikan diri dari istana, surat ini ditemukan di bawah lemari pakaian."


"Siapa nama mu?" tanya Se Se dengan mata menyelidik.


"Nama hamba Gu Xiao Fei." jawab wanita pengemis.


Se Se terdiam sesaat sebelum bertanya, "Xiao Fei, kenapa baru sekarang kamu membuka rahasia ini?"


"Hamba mendengar kabar tentang kematian Ratu yang di fitnah, Yang Mulia Raja Wei butuh bukti kejahatan untuk melawan Ibu Suri. Itu sebabnya hamba membawa surat ini kemari. Hamba memang pantas mati karena telah melarikan diri dari istana. Tapi sebelum mati, hamba ingin melihat wanita jahat itu mati terlebih dulu. Hamba ingin wanita jahat itu membayar atas kejahatan yang telah dia lakukan pada Ratu." jawab Xiao Fei dengan kebencian di matanya.


Xiao Fei mengeluarkan emosi yang telah dia pendam selama bertahun-tahun. Dia adalah pelayan setia Ratu Wei Jia Li, namun saat itu Ratu memaksa Xiao Fei untuk kabur sebelum dia ikut dibunuh oleh Ibu Suri. Dengan berat hati, Xiao Fei menuruti perintah Ratu.


"Permaisuri..." ucap Xiao Fei ragu.


"Ada apa?" tanya Se Se yang sejak tadi hanyut dalam pikirannya.


Xiao Fei menyerahkan sebuah cincin giok kepada Se Se. Cincin giok itu berukir burung phoenix yang indah dan elegan.


"Apa ini?" tanya Se Se sambil memperhatikan cincin giok itu.


"Itu adalah peninggalan terakhir Ratu untuk Permaisuri. Ratu meminta hamba menjaga cincin ini. Saat Raja Wei lahir, Ratu mencari giok terbaik dan membuat cincin ini dengan tangannya sendiri. Ratu berkata, cincin ini kelak akan di berikan untuk wanita yang di cintai Raja Wei.


"Cincin itu awalnya ada sepasang, satu berbentuk naga dan satu berbentuk phoenix. Namun saat Ratu lengah, cincin berbentuk naga telah di curi. Beberapa hari kemudian, Ratu melihat cincin naga berada di jari Kaisar. Ratu bertanya pada Kaisar 'Dari mana mendapat cincin itu?' Kaisar menjawab cincin itu dibuat oleh Ibu Suri dan diberikan untuknya sebagai hadiah.


"Ratu sangat marah ketika mendengarnya, namun beliau tidak ingin membuat keributan hanya karena sebuah cincin. Beliau tidak menyadari bahwa cincin itu menjadi awal petaka untuknya."


"Apa maksudmu? bagaimana bisa sebuah cincin membawa petaka untuk Ratu?" tanya Se Se penasaran.

__ADS_1


"Karena cincin itu, Kaisar setiap hari mengunjungi istana Ibu Suri. Kaisar memberikan cinta yang awalnya untuk Ratu kepada Ibu Suri. Cincin itu membuat Kaisar tergila-gila pada Ibu Suri." jawab Xiao Fei.


Kini Se Se mengerti kenapa Ratu memaksa Xiao Fei pergi, semua itu karena cincin ini. Ratu tidak ingin Ibu Suri mendapatkan cincin ini, Ratu tidak ingin cincin ini berada di jari wanita jahat itu.


"Apa masih ada hal lain yang kamu sembunyikan? katakan semuanya!" ucap Se Se pada Xiao Fei.


Xiao Fei menundukkan kepala, dia merasa ragu untuk mengatakan rahasia besar Ratu yang dia simpan selama ini.


"Apakah aku boleh mengatakan rahasia ini pada Permaisuri? Aku... tidak ingin mati dengan membawa rahasia ini. Kalau Permaisuri, dia pasti akan membantu ku merahasiakan hal ini. Wanita ini sangat baik hati, sama seperti Ratu, beliau pasti akan menjaga rahasia ini." benak Xiao Fei.


"Permaisuri... Ratu Wei Jia Li sebenarnya bukan Putri Jenderal Wei yang asli. Beliau pernah bercerita pada hamba, dirinya bukan Wei Jia Li. Ratu mengatakan hal aneh di malam sebelum hamba melarikan diri." ucap Xiao Fei.


"Apa maksudnya Ratu bukan Wei Jia Li? jika dia bukan Wei Jia Li, lalu dia siapa?" tanya Se Se bingung.


"Ratu mengatakan bahwa dirinya adalah wanita yang berasal dari ribuan tahun mendatang. Beliau selalu bercerita hal aneh yang hamba tidak mengerti dan tidak pernah dengar. Ratu selalu menyebut dirinya sebagai Florence, bukan Wei Jia Li."


"Deg!"


"Apa maksudmu? Ratu bernama Florence? Dia menyebut dirinya sebagai Florence?" tanya Se Se dengan wajah panik.


Air matanya hampir mengalir karena mengetahui sahabat yang meninggal demi menolong nyawanya, di siksa dan dibunuh dengan kejam di tempat ini.


Xiao Fei mengangguk dan berkata, "Ya, Ratu selalu menyebut namanya Florence. Beliau bahkan meminta hamba memanggil namanya Florence. Hamba tidak berbohong, semua yang hamba katakan adalah kebenaran."


Hati Se Se terasa hancur, dia tidak menyangka hidup Florence akan se-tragis itu. Dikehidupan keduanya, Florence masih saja menjadi korban. Memikirkan hal itu, hati Se Se seperti tercabik-cabik.


"Ling Er, tolong siapkan kamar untuk Xiao Fei. Berikan dia makanan dan pakaian." ucap Se Se dengan wajah sembab.


Se Se berjalan dengan langkah lemah menuju kamar, wajahnya kini dipenuhi air mata yang sejak tadi di tahannya. Dia mengepalkan jari-jarinya dengan erat.


"Aku... akan membunuh wanita itu dengan tangan ku sendiri." ucap Se Se dengan mata penuh kebencian.


Se Se mengganti pakaiannya, dia mengunjungi Istana Matahari. Han Ze Xing menyambut gadis itu dengan senyuman bahagia di wajah.

__ADS_1


"Permaisuri, apa ..." Han Ze Xing tidak meneruskan kalimatnya.


Perlahan senyuman Han Ze Xing menghilang digantikan oleh wajah cemas.


"Permaisuri, apa yang terjadi dengan anda? Kenapa anda menangis?" tanya Han Ze Xing panik.


Se Se menatap wajah Han Ze Xing, wajah sembab gadis itu membuat Putra Mahkota sakit hati.


"Aku punya kabar buruk untuk anda, Yang Mulia." ucap Se Se dengan pelan.


"Kabar buruk?" tanya Han Ze Xing.


Se Se mengangguk, dia mengeluarkan surat yang diberikan oleh Xiao Fei kepada Han Ze Xing.


Han Ze Xing tidak terlihat kaget saat membaca surat itu, dia seperti sudah mengetahui berita ini.


"Hahaha... ternyata ini alasan nya." ucap Han Ze Xing dengan tawa getirnya.


"Apa anda sudah mengetahui hal ini?" tanya Se Se.


Han Ze Xing menggeleng, "Tidak, aku tidak tau. Aku hanya menebak bahwa Ibu Suri bukan nenek kandung ku. Wanita itu selalu mengharapkan kematianku. Tidak ku sangka Ayah Kaisar bukan anak kandung Ibu Suri. Kaisar telah dibohongi selama bertahun-tahun. Wanita jahat itu harus mendapat hukuman atas perbuatannya."


"Aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri." ucap Se Se dengan api membara di matanya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Apa hukuman yang akan di terima Ibu Suri? πŸ€”


Yuk tulis jawaban teman-teman di kolom komentar.


Jangan lupa Vote dan LikeπŸ‘


Terima Kasih πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2