The Princess Story

The Princess Story
Ep 185. Su Guan Bin


__ADS_3

"Sayang sekali aku tidak berniat menjadi istri mu!" jawab gadis itu sambil bangkit dan melangkah menjauh dari tempat tidur.


"Kau, kenapa kau bisa tersadar di saat ini?" ucap Su Guan Bin.


"Jika bukan sadar sekarang, apakah aku harus menunggu hingga kau menjadikan aku sebagai budak nafsu mu? Pria tua mesum!" ucap sang gadis.


"Hahaha... kau hanya seorang wanita muda, walaupun kau sudah sadar, apa yang bisa kau lakukan? Lagi pula aku lebih menyukai wanita yang memberontak dan melawan saat aku menikmati tubuh indah nya." ucap Su Guan Bin sambil melihat tubuh gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Kau akan melihat nya nanti, apa yang bisa aku lakukan kepada mu! Pria tua yang tidak tahu malu!" jawab gadis itu.


"Menurut lah, maka kau akan merasakan surga dunia, aku yakin pria bertopeng itu tidak pernah bisa memuaskan mu seperti aku." ucap Su Guan Bin dengan wajah mesum nya.


"Ternyata kau sudah tahu bahwa aku adalah Permaisuri dari Raja Wei, dan kau masih berani menculik ku! Sepertinya kau sudah bosan hidup. Pria tua!" ucap Se Se.


"Karena aku tahu makanya aku menculik mu, wajah dan tubuh mu sangat menggoda ku. Kemari lah ... biarkan aku menikmati nya!" ucap Su Guan Bin sambil berjalan mendekat ke arah Se Se.


"Pria ini benar benar menjijikkan!" batin Se Se.


FLASHBACK


Se Se keluar dari Mei Li Fang dengan wajah penuh emosi dan hati yang bagai tertusuk ribuan duri. Dia tidak ingin mempercayai apa yang baru saja dia lihat, namun hal itu terjadi di depan mata nya.


Hati nya terasa begitu sakit memikirkan bahwa Raja Wei, suami tercinta nya saat ini sedang menatap tubuh wanita lain yang polos tanpa sehelai pun benang. Tatapan itu, dia tidak mengalihkan tatapan mata nya sejak wanita itu membuka pakaian nya hingga akhirnya Se Se memanggil nama nya dengan suara keras.


"Xuan brengsek! Xuan bajingan! Xuan hidung belang! Seharusnya aku menusuk mata nya saat itu juga agar dia tidak bisa menatap tubuh wanita lain!" gumam Se Se sambil melangkah kembali ke kediaman.


Saat Se Se menggumam dan memaki maki Raja Wei, beberapa pria berpakaian serba hitam telah mengikuti langkahnya secara diam diam.


Melihat gadis itu sedang lengah, seorang pria melemparkan jarum yang telah di beri obat bius ke arah Se Se. Pria itu turun dan menahan tubuh Se Se yang hampir terjatuh ke tanah.


Para penculik itu kemudian memindahkan Se Se ke sebuah ruangan gelap, beberapa dari mereka terlihat merasa bersalah setelah meletakkan tubuh Se Se di atas tumpukan jerami.


"Kasihan sekali gadis ini."

__ADS_1


"Maafkan kami Nona, kami juga terpaksa melakukan hal ini.


"Sayang sekali wanita cantik seperti ini harus menjadi korban Su Guan Bin si bajingan itu."


"Semoga anda beruntung Nona cantik. Jangan menyalahkan kami karena kami juga di ancam untuk melakukan hal ini."


Para penculik itu keluar, Se Se mendengarkan semua percakapan mereka. Gadis itu hanya pura pura pingsan untuk mengetahui siapa dalang di balik semua ini.


"Penculik yang merasa bersalah? Baru kali ini aku mendengarkan permintaan maaf dari penculik. Sepertinya mereka bukan orang jahat." batin Se Se.


Se Se menunggu di dalam ruangan gelap itu hingga para penculik kembali membawa nya ke kamar mewah.


Saat para pelayan memandikannya, Se Se juga merasa iba terhadap pelayan pelayan itu.


"Orang orang ini juga pasti di paksa atau terpaksa untuk bekerja di tempat ini. Aku akan membebaskan mereka semua dari majikan mereka yang tidak bermoral itu!" batin Se Se.


FLASHBACK END


Se Se mengeluarkan sebilah belati dari dalam ruangan dimensi, dia menyerang pria tua itu dengan gerakan gesit. Beberapa kali tubuh pria tua itu tersayat, namun dia juga tidak kalah gesitnya.


"Kau, apa benar kau gadis lemah yang tadi?" tanya Su Guan Bin.


"Aku tidak pernah menjadi gadis lemah, kau lah yang salah menilai!" jawab Se Se.


Su Guan Bin kini tampak sadar dari mabuknya setelah beberapa luka di tubuhnya mulai terasa menyakitkan.


Pria itu mengambil pedang dari balik kain tirai, pedang panjang itu dia keluarkan dari sarungnya kemudian dia menyerang Se Se secara membabi buta.


"Wanita jalang! Akan ku bunuh kau sebelum menikmati tubuh mu itu!" ucap Su Guan Bin sambil mengayunkan pedangnya ke arah Se Se.


Se Se menghindari semua serangan Su Guan Bin, dengan cepat dia melompati meja dan berada di seberang Su Guan Bin dengan meja di tengah tengah mereka.


Su Guan Bin tidak kalah cepat, dia ikut melompat dan kembali menyerang Se Se. Gadis itu terlambat menghindar, tubuhnya tersayat ujung pedang hingga pakaian nya ikut tersayat.

__ADS_1


Luka itu berada di pundak kirinya, pakaian yang Se Se kenakan saat ini melorot karena kain yang sobek itu tidak dapat menahan berat kain dibawahnya.


Su Guan Bin tersenyum mesum melihat kulit putih yang kini jelas terlihat di mata nya, dia menjulurkan dan menggerakkan lidah dari kiri hingga ke kanan bibir.


"Aku benar benar tidak bisa menahan nya lagi. Tubuh mu benar benar menggoda!" ucap Su Guan Bin.


Se Se mengeluarkan ekspresi jijik di wajah nya, dia memang merasa jijik dengan tatapan dari Su Guan Bin.


"Sudah cukup main main nya, sekarang ... kau harus mati!" ucap Se Se.


Se Se mengeluarkan pistol, dia menembak kepala pria tua mesum itu berkali kali meskipun pria itu telah meninggal.


Para pengawal dan pelayan segera masuk begitu mendengar suara letusan pistol. Beberapa pengawal mengeluarkan pedang untuk melawan Se Se, namun ke delapan kawanan penculik yang turut hadir segera berkumpul dan menarik pedang untuk melindungi gadis itu.


Se Se menatap mereka dengan perasaan bingung, "Apa yang harus ku lakukan kepada orang orang ini?" batin Se Se.


"Berhentilah menyakiti orang lain, pria jahat itu sudah mati. Kita sudah bebas!" ucap salah satu penculik.


Para pengawal yang mengeluarkan pedang saling menatap sebelum akhirnya mereka menjatuhkan pedang pedang mereka ke lantai.


"Benar, kita sudah bebas. Ayo kembali ke kampung dan menjalani hidup kita dengan bebas." ucap salah satu pengawal.


Para penculik membuka kain penutup wajah, mereka berlutut di hadapan Se Se kemudian berkata dengan serentak.


"Permaisuri, tolong ampuni nyawa kami!"


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2