
Su Li An berada di dalam kamar nya menatap sebuah botol obat yang telah dia gunakan kepada Raja Wei. Dia tersenyum mengingat kejadian di hutan ketika Raja Wei memeluknya.
Raja Wei saat itu tertidur karena Su Li An menyebarkan racun tidur ke arah nya, tanpa disadari Raja Wei tertidur dengan nyenyak karena pengaruh dari racun.
Su Li An pernah mengatakan bahwa Su Li Ching ahli menggunakan racun, tentu hal itu berlaku juga untuknya. Sejak masih kecil, mereka telah di latih untuk menggunakan segala jenis racun.
Su Li An memang sengaja mengikuti Raja Wei saat melihat pria itu berjalan masuk ke dalam hutan, Su Li An sedang mencari tanaman beracun di hutan itu.
Dia juga sengaja membalas pelukan Raja Wei saat menyadari kehadiran Se Se di hutan itu. Hal itu di lakukan Su Li An agar Raja Wei dan Se Se berpisah, dengan begitu dia mempunyai kesempatan untuk mendekati Raja Wei.
Awalnya Su Li An hanya ingin membebaskan diri dari Su Guan Bin, namun ketika bertemu dengan Raja Wei, dia langsung jatuh hati karena pria itu tidak tertarik dengan wajah dan tubuh mulusnya.
Pria lain yang melihat tubuh dan wajah nya akan segera jatuh hati kepada nya, meskipun hanya untuk menikmati tubuhnya satu malam. Namun Raja Wei berbeda, hanya pria itu yang tidak tergoda saat melihat wajah cantik dan tubuh polosnya.
Su Li An menyimpan botol itu di dalam salah satu lemari yang berada di ruangan kamar. Dia berjalan ke tempat tidur dan membaringkan tubuh nya, begitu memejamkan mata, Su Li An kembali mengingat wajah Raja Wei yang tertutup topeng dan pelukan hangat saat mereka berada di hutan.
"Aku akan merebut pria itu, dia harus menjadi milik ku." batin Su Li An.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari menjelang pagi, Raja Wei terbangun di atas tempat tidur. Dia menatap wajah Se Se yang masih berbaring di tempat tidur dengan wajah sembab akibat menangis terlalu lama.
"Kenapa kamu seperti ini? Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu tidak mau mengatakan apa yang ada di dalam pikiran mu itu kepada ku?" ucap Raja Wei.
Se Se membuka mata nya, dia membalas tatapan dari Raja Wei. Se Se melingkarkan kedua lengan nya di belakang leher Raja Wei dan menariknya hingga bibir mereka kembali menempel.
Mereka berciuman cukup lama sebelum Raja Wei melepaskan ciuman nya karena kehabisan napas.
"Permaisuri ku sepertinya tidak cukup puas kemarin malam." ucap Raja Wei dengan senyuman yang menggoda.
"Aku belum puas, Xuan harus melakukan nya lagi hingga aku puas." jawab Se Se.
Raja Wei tersenyum mendengar jawaban dari Se Se, baru kali ini Permaisuri nya meminta lagi dan lagi untuk berhubungan intim. Namun Raja Wei menyukai jawaban istrinya itu, dia juga merasa tidak pernah puas jika menyentuh tubuh gadis kecilnya.
"Aku akan melakukan nya hingga Permaisuri merasa puas." jawab Raja Wei.
"Tok Tok Tok!"
__ADS_1
Pintu di ketuk oleh Yu, para pengawal lain tidak ada yang berani mengganggu Raja Wei dengan Permaisuri. Yu terpaksa mendatangi kamar Raja Wei dan melaporkan masalah itu secara langsung.
"Ah, siapa yang mengganggu kesenangan ku di pagi hari!" gumam Raja Wei dengan wajah kesal.
"Yang Mulia, saya Yu. Su Li Ching memaksa masuk ke kediaman. Wanita itu membawa beberapa pengawal untuk menjatuhkan pengawal penjaga pintu. Saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju ke kamar ini." lapor Yu dari luar kamar.
Raja Wei mengerutkan alisnya, dia terlihat sangat kesal dan marah mendengar kelakuan bar bar dari Su Li Ching.
"Maaf, aku akan segera menyingkirkan wanita itu kemudian kembali ke sini untuk melaksanakan tugas ku." ucap Raja Wei setelah mengecup kedua pipi dan bibir Se Se.
"Aku akan menunggu Xuan." jawab Se Se dengan wajah merona.
"Gadis penurut." ucap Raja Wei.
Raja Wei turun dari tempat tidur, dia memakai pakaian nya dan kemudian keluar menemui Su Li Ching. Wanita itu telah sampai di depan kamar Raja Wei dan Se Se, dia membawa beberapa pengawal yang berbadan tegap dan besar.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Raja Wei.
"Aku datang untuk menemui suami ku." jawab Su Li Ching.
"Aku adalah istri mu, aku telah mengandung anak kita selama 3 bulan. Kenapa Yang Mulia masih tidak ingin menikahi ku?" ucap Su Li Ching dengan sandiwara dan drama yang membuat orang orang merasa kasihan kepada nya.
Se Se tentu saja mendengar semua percakapan mereka, dia memakai pakaian nya tanpa merapikan rambutnya. Se Se sengaja melakukan hal itu untuk menunjukkan kepada Su Li Ching bahwa Raja Wei dan dia tengah bercumbu saat wanita gila itu datang menganggu.
Se Se membuka pintu kamar, dengan langkah pelan di berjalan menuju ke arah Raja Wei.
"Xuan ..." panggilnya dengan suara manja.
"Permaisuri, kenapa kamu keluar? Kaki mu masih lemah." ucap Raja Wei.
Raja Wei segera melangkahkan kaki nya ke arah Se Se, dia menggendong tubuh Se Se agar gadis itu tidak menggunakan terlalu banyak tenaga untuk berdiri.
Su Li Ching menatap Se Se dengan penuh kebencian, dia sangat iri dan cemburu dengan Se Se karena perlakuan Raja Wei kepada nya sangat lembut.
"Wanita jalang! Menjauhlah dari suami ku!" bentak Su Li Ching sambil menatap Se Se.
Se Se mengabaikan wanita itu, dia menyentuh wajah Raja Wei dengan kedua telapak tangan nya.
__ADS_1
"Cup"
Se Se mengecup bibir Raja Wei di depan para tamu yang tidak di undang itu. Dia kemudian melingkarkan lengan nya ke belakang leher Raja Wei dan bersikap manja.
"Dasar gadis nakal!" gumam Raja Wei.
Raja Wei tentu saja mengetahui niat Se Se, gadis itu sengaja membuat pertunjukkan ini untuk di pertontonkan oleh Su Li Ching.
"Sayang, apakah kamu lelah? Aku akan memijat tubuh mu. Ayo kita kembali ke kamar." ucap Raja Wei dengan suara lembut.
Se Se mengangguk, dia menjawab dengan suara manja, "Tolong pijat aku karena aku lelah setelah satu malam melayani Xuan."
Su Li Ching merasa geram mendengar suara manja Se Se, apalagi Raja Wei membalasnya dengan kecupan lembut dan membawa Se Se masuk ke dalam kamar tampa memperdulikan keberadaan Su Li Ching di sana.
"Han Ze Xuan! Kamu tidak boleh melakukan ini kepada ku. Aku adalah istri mu, kau tidak boleh bersikap seperti itu dengan wanita jalang ini!" bentak Su Li Ching.
Raja Wei merasa emosi mendengar Su Li Ching yang terus menyebut Se Se dengan sebutan wanita jalang, dia membaringkan tubuh Se Se ke atas ranjang kemudian berkata kepada Permaisuri untuk menunggu di sana.
Raja Wei keluar dari kamar, Su Li Ching tersenyum karena pria itu kembali untuknya. Namun dia salah tentang satu hal, Raja Wei kembali untuk menyingkirkan dia dari sana.
"Yu, bawa wanita ini ke tempat pengasingan, potong lidah nya itu agar dia tidak bisa menghina Permaisuri ku lagi. Dia tidak di izinkan kembali ke negara ini hingga akhir hayatnya!" perintah Raja Wei.
"Baik Yang Mulia." jawab Yu.
Su Li Ching ketakutan mendengar perintah dari Raja Wei, dia segera berlutut dan memohon untuk meminta pengampunan dari Raja Wei.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1