
Zhou Yi Thing menutup tubuhnya dengan selimut, dia masih ketakutan melihat Han Ze Xing. Di dalam pikiran nya terlintas bayang-bayang saat Han Ze Xing menyetubuhi dirinya secara paksa.
"Saya akan terus datang mengunjungi anda hingga anda bersedia memaafkan saya." ucap Han Ze Xing.
"Pergilah, jangan datang lagi ke sini. Saya tidak ingin melihat wajah anda!" ucap Zhou Yi Thing.
"Apa yang harus saya lakukan agar anda bisa memaafkan saya?" tanya Han Ze Xing.
"Tolong jauhi saja saya, saya tidak ingin di ganggu." jawab Zhou Yi Thing.
"Tapi bayi di dalam perut anda merupakan tanggung jawab saya. Apakah Nona akan memberikan anak itu kepada saya jika kelak dia lahir?" tanya Han Ze Xing.
Zhou Yi Thing menatap Han Ze Xing dengan wajah kesal, "Apakah anda ke sini untuk merebut bayi ini?" tanya Zhou Yi Thing.
"Tidak, saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya ingin mempertanggung jawabkan perbuatan buruk yang telah saya lakukan." jawab Han Ze Xing.
"Pergi! Saya tidak perlu tanggung jawab dari anda." ucap Zhou Yi Thing.
"Saya akan datang lagi besok. Istirahat lah dengan baik." ucap Han Ze Xing.
Setelah kepergian Han Ze Xing, Zhou Yi Thing membuka selimut nya.
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu!" gumam Zhou Yi Thing.
Han Ze Xing kembali ke Istana Matahari, Selir Zhou Yi Mei telah menunggu kepulangan nya. Wanita itu duduk di taman depan kamar Han Ze Xing sambil menikmati teh dan camilan nya.
Senyum di wajah nya sangat ceria ketika melihat Han Ze Xing, dia berdiri dan mendekat ke arah pria itu. Dengan sikap manja dia menggandeng lengan Han Ze Xing.
"Yang Mulia, saya menunggu anda sejak tadi. Saya sudah menyiapkan teh dan makanan ringan kesukaan Yang Mulia. Bisakah anda menemani saya menikmati teh?" ucap Selir Zhou Yi Mei.
Han Ze Xing menepis tangan Selir Zhou Yi Mei, dia merasa jijik dengan sentuhan dari wanita itu.
"Aku sibuk, kamu nikmati saja sendiri teh dan makanan itu." jawab Han Ze Xing dengan wajah dingin.
Selir Zhou Yi Mei merasa kesal karena penolakan dari Han Ze Xing, dia menatap punggung pria itu hingga akhirnya menghilang di balik pintu kamar.
"Pria brengsek, jika bukan karena kedudukan mu sebagai Putra Mahkota, aku juga tidak sudi melakukan hal rendahan seperti ini!" batin Selir Zhou Yi Mei.
__ADS_1
Selir Zhou Yi Mei meminta pelayan untuk memindahkan teh dan camilan ke dalam kamar nya, dia berharap Han Ze Xing akan tidur di dalam kamar bersama nya seperti hari-hari yang lalu.
Ketika menuju ke kamar, Selir Zhou Yi Mei tanpa sengaja melihat Pangeran ke 3, Han Ze Yun yang merupakan Pangeran yang di lahirkan oleh Ratu terdahulu, namun saat ini posisi nya telah menjadi Selir Ying.
Selir Zhou Yi Mei terus menatap wajah pria itu, dia memang di juluki pria penggoda karena wajahnya yang tampan dan sikapnya yang lembut.
Han Ze Yun merasakan tatapan yang di tujujan kepada nya, dia menoleh ke arah Selir Zhou Yi Mei. Tanpa disadari, Selir Zhou Yi Mei langsung tersenyum ketika tatapan mereka saling bertemu.
Selir Zhou Yi Mei berusaha menggoda Han Ze Yun dengan wajah cantik dan tubuh nya yang indah. Saat berjalan berpapasan dengan Han Ze Yun, dengan sengaja dia menginjak pakaian nya hingga hampur terjatuh.
Gerak refleks Han Ze Yun segera menangkap tubuh Selir Zhou Yi Mei yang terjatuh je arah nya, kini mereka berdua saling berpelukan.
"Anda tidak apa-apa Selir Zhou?" tanya Han Ze Yun.
"Saya baik-baik saja." jawab Selir Zhou Yi Mei dengan wajah merona.
Han Ze Yun melepaskan pelukan nya, seketika itu juga Selir Zhou Yi Mei hampir terjatuh karena kaki nya yang terkilir. Tentu saja hanya pura-pura terkilir, Han Ze Yun kembali memeluk tubuh Selir Zhou Yi Mei.
"Sepertinya kaki saya terkilir." ucap Selir Zhou Yi Mei.
"Saya akan mengantarkan anda kembali ke kamar." ucap Han Ze Yun.
Tanpa basa basi, Han Ze Yun mengangkat tubuh Selir Zhou. Dia membawa wanita itu dalam gendongan nya.
"Di mana kamar anda?" tanya Han Ze Yun.
"Di paviliun Istana Matahari." jawab Selir Zhou Yi Mei dengan jantung berdebar kencang.
"Pria ini tampan dan baik sekali, seharusnya aku menikah dengan pria seperti ini!" batin Selir Zhou Yi Mei.
Han Ze Yun mengantarkan Selir Zhou Yi Mei, dia masuk ke kamar dan mendudukkan wanita itu di atas tempat tidur.
"Aku akan memanggil tabib untuk memeriksa kaki anda." ucap Han Ze Yun.
"Tidak perlu, Pangeran. Saya akan baik-baik saja jika banyak istirahat." jawab Selir Zhou Yi Mei.
Han Ze Yun melihat teh dan camilan di atas meja, "Apakah anda sedang menunggu seseorang?" tanya Han Ze Yun.
__ADS_1
"Saya menyiapkan teh itu untuk Yang Mulia, tapi dia sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk menemani saya." ucap Selir Zhou Yi Mei.
"Bolehkah saya meminta secangkir teh?" tanya Han Ze Yun.
"I..itu...!" Selir Zhou Yi Mei tidak tahu harus bagaimana menolak.
Di dalam teh dan camilan telah dicampurkan obat perangsang yang sangat kuat. Tapi dia tidak mungkin menolak permintaan Han Ze Yun karena telah bersikap baik kepadanya.
"Aku akan meminta bagian dapur untuk menyiapkan teh jika anda keberatan." ucap Han Ze Yun.
"Tidak, bukan begitu." ucap Selir Zhou Yi Mei.
"Kalau anda tidak keberatan berarti saya boleh meminum teh ini bukan?" tanya Han Ze Yun.
Tanpa menunggu jawaban dari Selir Zhou Yi Mei, Han Ze Yun menuang teh ke dalam cangkir dan langsung meminum nya.
"Bagaimana ini?" batin Selir Zhou Yi Mei.
Han Ze Yun duduk menikmati camilan dan teh tanpa mengetahui di dalam makanan dan minuman itu telah di campurkan obat.
Selang beberapa menit kemudian tubuh Han Ze Yun mulai terasa panas dan tidak nyaman. Dia menatap Selir Zhou Yi Mei dengan perasaan yang berdebar-debar karena pengaruh obat.
"Apa yang terjadi pada ku?" batin Han Ze Yun.
Sementara itu Selir Zhou Yi Mei yang awalnya gelisah kini malah tersenyum licik. Terlintas rencana busuk lain di dalam pikiran nya.
"Jika aku hamil, aku akan mengalahkan wanita jalang itu dan mendapatkan posisinya sebagai Putri Mahkota. Tidak perduli anak siapa itu, aku harus hamil dan menjadikan putra ku sebagai penerus di Kerajaan ini!" batin Selir Zhou Yi Mei.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Terima Kasih💖