The Princess Story

The Princess Story
Ep 158. Gelisah dan cemas


__ADS_3

"Tidak ada yang tahu tentang hal itu, kita akan menutupi nya. Putra Mahkota juga tidak akan keberatan dengan masa lalu anda." ucap Se Se.


"Saya akan memikirkan nya lagi." jawab Zhou Yi Thing.


"Putra Mahkota meminta saya untuk mengantarkan makanan ini. Cobalah, makanan ini sangat cocok untuk wanita hamil." ucap Se Se.


"Terima Kasih Permaisuri." jawab Zhou Yi Thing.


Se Se meninggalkan kamar Zhou Yi Thing, dia berjalan kembali menuju ke kamar nya.


Thien Si Rui dan Putri Yuan Cin Cu sedang duduk menikmati sarapan di tengah taman. Mereka terlihat sangat serasi di mata semua pengawal dan pelayan, termasuk Se Se yang saat ini menatap mereka.


"Permaisuri, apakah anda mau bergabung dengan kami?" ajak Thien Si Rui ketika menyadar Se Se berada di sana.


"Tidak, saya tidak ingin menjadi pengganggu di sini." jawab Se Se.


Thien Si Rui menahan lengan Se Se, dia menarik dan memaksanya duduk bersama mereka. Seorang pengawal yang bertugas mengawasi keamanan di taman melihat hal itu, dia pun mulai menyebarkan rumor tentang hubungan Permaisuri dan Thien Si Rui.


Raja Wei murka saat mendengar para pelayan sedang membicarakan tentang hubungan Thien Si Rui dengan Permaisuri nya, dia menyuruh Yu untuk mengumpulkan semua pelayan dan pengawal yang ada di dalam kediaman.


"Siapa yang memulai rumor ini?" tanya Raja Wei.


" ... " semua pelayan dan pengawal terdiam tanpa berani menyebut siapa orangnya.


"Kalian semua akan dipindahkan ke kamp militer jika tidak ada yang mengaku!" ancam Raja Wei.


"Yang Mulia, maafkan kami. Zhu Bai Ge yang telah menyebarkan kabar itu." ucap salah satu pelayan.


"Siapa yang bernama Zhu Bai Ge? Maju ke depan!" perintah Raja Wei.


Zhu Bai Ge perlahan melangkahkan kaki nya, dia sangat ketakutan melihat amarah dari Raja Wei.


"Kalian semua boleh kembali ke tugas masing-masing. Kau tinggal di sini!" perintah Raja Wei.


Zhu Bai Ge berlutut di hadapan Raja Wei, dengan tubuh gemetaran dia meminta maaf atas kesalahannya itu.


"Ceritakan padaku, apa yang kamu lihat di taman pagi ini?" perintah Raja Wei.


"Hamba melihat ..."


"Cepat katakan! atau lidah mu akan ku jadikan makanan untuk anjing liar!" ancam Raja Wei.


"Hamba akan mengatakan nya, hamba melihat Permaisuri berjalan melintasi taman saat Kaisar Langit dan Putri Yuan Cin Cu sedang sarapan di taman. Saat itu Kaisar Langit mengajak Permaisuri untuk sarapan bersama mereka, namun Permaisuri menolaknya.


"Ketika Permaisuri akan berjalan pergi, Kaisar Langit menarik lengan Permaisuri. Akhirnya Permaisuri ikut duduk sarapan bersama mereka." jawab Zhu Bai Ge.


"Apa lagi yang mereka lakukan setelah itu?" tanya Raja Wei.

__ADS_1


"Kaisar Langit memperlakukan Permaisuri dengan sangat baik, beliau mengambilkan makanan untuk Permaisuri hingga beberapa kali." jawab Zhu Bai Ge.


"Lalu? Apa lagi?" tanya Raja Wei.


"Hamba hanya melihat sampai di sana, karena jadwal pertukaran sudah tiba, hamba meninggalkan taman itu dan tidak melihat apa-apa lagi." jawab Zhu Bai Ge.


"Sebaiknya kau menjaga mulut mu itu jika masih ingin bekerja di sini!" ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia, maafkan hamba!" jawab Zhu Bai Ge sambil menghormat berkali-kali.


"Pergilah, jangan menyebarkan rumor lagi!" perintah Raja Wei.


Zhu Bai Ge segera berdiri dan berlari secepatnya sebelum Raja Wei berubah pikiran. Tidak biasanya majikan nya itu mengampuni nyawa orang yang telah melakukan kesalahan.


Raja Wei merasa gelisah dan cemas mendengar ucapan dari Zhu Bai Ge, dia berjalan menuju ke kamar karena ingin segera menemui istrinya.


"Brakkk!"


Pintu kamar di buka dengan kasar, Raja Wei masuk dan langsung memeluk tubuh istrinya.


"Xuan... Ada apa?" tanya Se Se yang tidak mengerti dengan sikap Raja Wei.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya terlalu merindukan mu saja." jawab Raja Wei.


"Kali ini apa lagi? Apa lagi yang dia pikirkan dan dia cemaskan?" batin Se Se.


"Ah, maaf. Aku tidak menyadari jika pelukan ku terlalu erat." ucap Raja Wei sambil melepaskan pelukan nya.


Se Se menatap mata Raja Wei yang terlihat seperti menahan tangisan.


"Apa yang sedang Xuan pikirkan?" tanya Se Se.


"Aku memikirkan bagaimana cara untuk menyembunyikan istri ku dari pria lain." jawab Raja Wei.


"Pfftt..."


Se Se menahan tawa mendengar jawaban dari Raja Wei.


"Xuan tidak perlu menyembunyikan aku. Tidak ada orang yang bisa memisahkan kita." ucap Se Se sambil menyentuh wajah Raja Wei.


"Tetap saja aku tidak tenang jika ada pria lain yang melirik wajah cantik Permaisuri ku." jawab Raja Wei.


"Apakah aku perlu membuat wajah ku menjadi jelek?" tanya Se Se dengan wajah serius.


"Ide yang bagus. Dengan begitu tidak akan ada pria lain yang melirik mu lagi." jawab Raja Wei.


"Jika aku menjadi jelek, apakah Xuan akan tetap mencintai ku seperti saat ini?" tanya Se Se.

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan terus mencintai mu meskipun wajah mu menjadi jelek atau badan mu menjadi gendut." jawab Raja Wei.


"Pembohong!" tuduh Se Se.


"Aku berkata jujur, aku akan selalu mencintai mu." ucap Raja Wei.


"Aku tidak percaya!" ucap Se Se.


"Apakah kamu akan berhenti mencintai ku jika aku menjadi gendut dan jelek?" tanya Raja Wei.


"Mungkin saja." jawab Se Se.


"Ahh... hati ku terasa perih mendengar jawaban mu." ucap Raja Wei dengan suara yang dibuat buat sedih.


"Hahaha... aku hanya bercanda. Aku tidak perduli dengan wajah dan bentuk tubuh Xuan. Aku akan selalu mencintai Xuan apa adanya dan menerima semua kekurangan mu." ucap Se Se.


"Begitu juga dengan aku. Walaupun kamu menjadi wanita gendut ataupun buruk rupa, aku akan selalu mencintai mu." ucap Raja Wei sambil memeluk istrinya.


"Kalau begitu berhentilah gelisah dan merasa cemas. Aku tidak akan pernah menghianati Xuan. Xuan harus percaya kepada ku sepenuhnya agar perasaan Xuan bisa tenang." ucap Se Se.


"Aku akan berusaha melakukan nya." jawab Raja Wei.


"Kembali lah ke ruang kerja. Yu pasti sudah menunggu Xuan untuk menyelesaikan tugas tugas yang tertunda." bujuk Se Se.


"Aku masih ingin berada di sini bersama mu." jawab Raja Wei.


"Hari-hari kita masih panjang. Kita tidak akan kekurangan waktu untuk bersama." bujuk Se Se lagi.


Itulah kata-kata yang Se Se yakini selama ini tanpa memikirkan hal buruk yang akan terjadi di masa depan.


"Baiklah, aku akan mendengarkan semua perintah mu." jawab Raja Wei.


Raja Wei mengecup kedua pipi dan bibir istrinya sebelum keluar dari kamar.


"Dasar pria manja!" gumam Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2