The Princess Story

The Princess Story
Racun Pengendali Ingatan


__ADS_3

"Akhirnya usahaku selama ribuan tahun tidak sia-sia. Hahaha..." ucap Huo Feng yang lalu tertawa.


Huo Feng melihat bola api biru yang baru saja keluar dari dalam telur, dia mengambil dan memasukkan bola api itu ke dalam tubuhnya.


Setelah bola api menyatu dalam tubuh, Huo Feng terlihat sangat kesakitan. Rasa terbakar di dada, rasa sakit itu membuat Huo Feng berjongkok di atas tanah yang berbatu. Namun rasa sakit itu menghilang beberapa saat kemudian.


Huo Feng berdiri perlahan, sambil tersenyum dia berkata, "Mulai sekarang, aku hanya perlu setetes darah dari majikan untuk menumbuhkan benih ini." ucap Huo Feng sambil menatap kilauan cahaya biru yang keluar dari tubuhnya.


Kediaman Raja Wei


Perdana Menteri Huang mendatangi kediaman Raja Wei, dia menemui Se Se untuk menceritakan penemuan ruang rahasia di dalam perpustakan pribadi milik Kaisar Han Ze Ti.


"Ayah, apakah mayat itu benar-benar mayat Kaisar sebelumnya?" tanya Se Se.


Perdana Menteri Huang mengangguk, "Mayat itu dalam keadaan utuh, tidak ada sedikit pun bagian tubuhnya yang membusuk. Aku sangat yakin, itu adalah mayat Kaisar terdahulu." jawab Perdana Menteri Huang.


Se Se terdiam, dalam hati dia berpikir, "Jika itu adalah mayat Kaisar terdahulu, bukankah itu artinya mayat ayah dari Xuan berada di dalam ruangan itu selama bertahun-tahun?"


"Ayah, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mayat ayah Xuan berada di sana? Jika memang benar itu mayat ayah Xuan, lalu mayat siapa yang berada di dalam kuburan Kaisar terdahulu, yang selama ini di sembahyangi oleh Xuan dan keluarga kekaisaran?"


"Entahlah, ayah juga tidak mengerti. Itu sebabnya ayah merahasiakan hal ini dan hanya menceritakannya kepadamu. Awalnya, ayah ingin memberitahu hal ini kepada Raja Wei juga, tapi keraguan di hati ini membuat ayah membatalkan niat untuk memberitahunya." Perdana Menteri Huang tampak berpikir keras, dia lalu melanjutkan ucapannya.


"Ayah akan menyerahkan masalah ini kepadamu, kamu harus membicarakan ini kepada Raja Wei secepatnya agar kita bisa menyelidiki alasan keberadaan mayat Kaisar terdahulu di ruangan rahasia."


"Baik, Ayah! Aku akan memberitahu Xuan malam ini juga." jawab Se Se.


Setelah mengatakan semua yang harus dikatakan, Perdana Menteri Huang pamit pulang. Dia tidak bisa berlama-lama meninggalkan istana karena masih banyak masalah yang belum diselesaikan.


Perdana Menteri Huang kembali ke istana dengan kereta kuda yang disiapkan oleh Se Se, sebab ia datang terburu-buru dengan mengendarai kuda.


Hari mulai gelap, Raja Wei kembali ke kediaman bersama Yu yang selalu setia menemaninya. Pria itu langsung menuju ke kamar utama, menemui istri tercinta yang dia tinggal sejak pagi.


"Selamat malam!" ucapnya ketika baru saja masuk ke dalam kamar.


Se Se saat itu sedang duduk di sisi ranjang, dia memikirkan banyak hal yang mengusiknya sejak kunjungan Perdana Menteri Huang. Mendengar sapaan dari Raja Wei, Se Se menoleh menatapnya. "Xuan..." dengan suara yang sangat pelan, dia memanggil nama kecil sang suami.

__ADS_1


Raja Wei merasakan firasat buruk hanya dengan tatapan mata Se Se, dia lalu mendekat dan bertanya, "Ada apa? Apakah terjadi sesuatu saat aku pergi?"


"Bagaimana caraku memberitahu Xuan tentang penemuan mayat ayahnya? Dia pasti akan sangat marah dan juga sedih jika mengetahui kenyataan ini." benak Se Se.


Raja Wei semakin mendekat, dia lalu mengangkat tubuh istrinya kemudian duduk di tepi ranjang. Tubuh kecil Se Se kini berasa di atas pangkuannya.


"Apa ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan?" tanya Raja Wei dengan wajah menyelidik.


Se Se mendorong pelan tubuh Raja Wei yang berdempetan dengan tubuhnya, ia lalu bertanya, "Xuan, apa kau tau bagaimana ayahmu meninggal?"


Raja Wei tampak bingung, mendengar pertanyaan Se Se membuatnya berpikir, "Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba dia bertanya tentang ayah?"


Raja Wei lalu mengangguk dan menjawab, "Ayah meninggal karena ...."


"Karena apa?" potong Se Se karena Raja Wei berhenti berbicara.


"Karena..."


Raja Wei masih tidak bisa melanjutkan kata-katanya, dia seakan melupakan semua hal mengenai ayahnya. Tiba-tiba saja dia memegang kepala, "Sakit!" ucap Raja Wei dengan raut wajah yang terlihat sangat kesakitan.


"Xuan!" jerit Se Se ketika tubuh Raja Wei terjatuh ke atas ranjang.


Dalam keadaan panik, Se Se melontarkan banyak pertanyaan yang entah kepada siapa. "Kenapa ini terjadi? Apa sebenarnya yang salah dengan tubuh Xuan? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?"


Se Se merasa jika tubuh Raja Wei mulai dingin, secara cepat suhu tubuhnya turun dengan drastis. "Xuan!" panggilnya dengan nada yang meninggi. Namun sekuat apapun dia memanggil, Raja Wei masih tetap diam dan tak bergerak.


"Feng! Huo Feng pasti tau kenapa dia seperti ini!" Se Se teringat dengan manusia burung itu, dia lalu berteriak kencang menyebut nama Huo Feng.


"Feng!"


"Feng kau di mana? Aku perlu bantuanmu!"


"Huo Feng!"


Setelah beberapa kali memanggil tapi tidak mendapat jawaban, Se Se merutuki manusia burung itu.

__ADS_1


"Burung bodoh itu ke mana? Disaat aku membutuhkannya, dia malah tidak ada! Dasar burung idiot!"


"Hey majikan! Aku sudah berusaha datang dengan kecepatan maksimal, yang aku dapatkan malah hinaan dari majikan. Bukankah kau sudah keterlaluan?" protes Huo Feng dengan sedikit senyuman di wajahnya.


"Burung jelek! Cepat periksa keadaan Xuan! Kenapa dia seperti ini?" perintah Se Se yang masih mengatai Huo Feng.


Huo Feng menatap wajah Raja Wei yang semakin pucat, bibirnya bahkan mulai membiru. Tak lama kemudian Huo Feng berkata, "Dia pernah meminum racun pengendali ingatan."


"Racun pengendali ingatan? Aku tidak pernah mendengar nama racun itu!" ucap Se Se penasaran.


Huo Feng lalu menjelaskan, "Racun itu adalah racun yang dapat mengendalikan ingatan seseorang. Jika ingatan orang itu kembali, racun yang mengendap di tubuhnya akan segera bereaksi. Dia akan mati dalam keadaan mengenaskan!"


"Apakah tidak ada penawarnya?" tanya Se Se.


"Ada!" ucap Huo Feng dengan senyum menyeringai.


"Apa obatnya? Aku akan segera membuatnya!" tanya Se Se dengan terburu-buru.


"Kekuatan suci milikmu!" jawab Huo Feng.


Se Se mengerutkan alisnya, dia lalu bertanya, "Kekuatan suci? Apa itu? Aku tidak tau cara menggunakannya!"


Huo Feng tersenyum, dia lalu mendekat ke tempat tidur. "Aku akan mengajari majikan cara menggunakannya dengan benar!" ucapnya dengan mata yang berbinar.


Se Se mengangguk, dia lalu bertanya, "Bagaimana caranya?"


"Mendekatlah!" pinta Huo Feng.


Se Se mendekatkan wajahnya ke arah Huo Feng, pria itu dengan cepat menempelkan bibirnya ke bibir mungil Se Se yang berada di depannya.


"Plakkk!" sebuah tamparan langsung mendarat di wajah Huo Feng. Pria itu tertegun, ia menatap Se Se yang juga menatapnya dengan wajah kesal.


"Apa yang kau lakukan? Burung mesum!" bentak Se Se dengan suara tinggi.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2