The Princess Story

The Princess Story
Apa yang kau katakan?


__ADS_3

"Buka pintunya!" teriak Han Ze Xing sambil menggedor pintu.


"Bammm! Bammm! Bammm!"


"Buka pintunya! Tolong!" jeritnya lagi karena tidak ada yang membukakan pintu.


"Bammm! Bammm! Bammm!"


Setelah berkali-kali menggedor, tidak ada satu pun orang yang menjawab teriakan ataupun membukakan pintu untuknya. Han Ze Xing terduduk lemas, tubuhnya yang sudah kelaparan berhari hari tidak memiliki tenaga lagi. Dia berbalik, menatap wajah istrinya yang sedang sekarat di sudut ruangan. Perlahan, pria itu menyeret tubuhnya mendekati tubuh Zhou Yi Thing.


Kata-kata terakhir yang diucapkan dari mulut Han Ze Xing kepada istrinya setelah ia berhasil menjangkau telapak tangan wanita itu, "Maafkan aku!" Han Ze Xing ikut memejamkan mata dan tak lagi sadarkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kediaman Perdana Menteri Huang


Mendengar jika terjadi sesuatu di gerbang pintu istana, Perdana Menteri Huang bergegas pergi ke sana. Dengan seekor kuda, pria itu buru-buru memacu agar tiba lebih awal. Namun sesampainya di sana, hanya ada kerumunan prajurit dan rakyat jelata.


Perdana Menteri Huang turun dari kuda, dia bertanya kepada seseorang yang berdiri di dekatnya.

__ADS_1


"Anak muda, apa yang telah terjadi? Kenapa kalian semua berkumpul di sini?"


"Tuan, baru saja Kaisar meninggal." jawab pria tersebut.


"A...Apa???" ucapnya dengan raut wajah yang sangat terkejut. Perdana Menteri Huang tampak begitu kaget mendengar kata-kata yang di sampaikan oleh pria asing itu. Dia tak percaya jika Kaisar meninggal begitu saja, beliau terlihat sangat sehat sehari sebelumnya.


Pria muda itu menunjuk ke arah letak mayat Kaisar. Tubuh pria itu masih berbaring di atas tanah, sebuah kain putih panjang menutupi wajah hingga ke kaki. Salah satu warga yang tak sanggup menelantarkan mayat Kaisar, menutupi tubuh itu dengan kain putih panjang yang baru saja dia beli.


Perdana Menteri Huang bergegas ke arah yang di tunjuk oleh pria tersebut, dia lalu membuka kain yang menutupi mayat. Begitu syok hatinya ketika melihat wajah mayat itu. Wajah pria yang selalu di hormati oleh Perdana Menteri Huang, sudah sepuluh tahun pria itu menjabat sebagai Kaisar, selama itu pula rasa hormat Perdana Menteri Huang terhadapnya.


"Kalian! Tolong bawa mayat Kaisar masuk ke dalam Istana!" perintahnya begitu melihat dua pria berseragam prajurit Istana.


"Apa? Apa yang kalian katakan?" bentaknya dengan wajah emosi.


Perdana Menteri Huang menjadi pusat perhatian karena suaranya yang terlalu keras, beberapa orang mulai bergosip di samping yang tentunya terdengar oleh Perdana Menteri Huang.


"Ada apa dengan pria ini? Kenapa kami harus mengangkat mayat orang yang membunuh prajuritnya tanpa mengedipkan mata sekalipun?"


"Pria ini sepertinya anjing Kaisar yang setia!"

__ADS_1


"Dia itu gila ya?"


"Apa yang dipikirkan oleh pria tua itu?"


"Sepertinya dia seorang pejabat!"


Mendengar semua percakapan itu, Perdana Menteri Huang tampak kebingungan. Dia mulai penasaran, dengan mata menyelidik, dia mencari seseorang yang dia kenal di antara orang-orang di sana.


"Kepala Pasukan Istana!" panggilnya saat tatapan matanya mengenali wajah seorang pria yang tak asing.


"Perdana Menteri Huang!" ucap pria itu sambil menunduk memberi hormat.


"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa Kaisar meninggal di tempat ini? Kenapa kalian membiarkan mayat Kaisar tergeletak di sini tanpa melakukan apa-apa?" hardiknya saat pria muda itu mendekat.


"Hahhhh...!" Pria itu menarik nafas panjang, dia kemudian menghembuskannya perlahan. Lalu ia mulai menjelaskan alasan kenapa mayat Kaisar di abaikan oleh semua Pasukan Istana.


"Apa??? Apa yang kau katakan barusan?" bentaknya dengan raut wajah tak percaya.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2