The Princess Story

The Princess Story
Ep 104. Ratu di gulingkan


__ADS_3

Se Se mulai memeriksa semua luka-luka di tubuh Han Ze Lun, sebagian besar adalah luka memar akibat pukulan benda tumpul dan cubitan kuat.


Di belakang daun telinga juga terlihat memar yang masih berdarah, memar itu membuktikan bahwa daun telinga bayi Han Ze Lun pernah di tarik dengan keras hingga mengakibatkan telinganya terkoyak dan berdarah.


"Sadis, kejam, tanpa perasaan, iblis." Mungkin itu kata-kata yang cocok untuk menggambarkan sifat pelaku.


Hati Se Se terasa nyeri saat melihat semua luka-luka itu. Bayi yang dia selamatkan dengan mempertaruhkan nyawa bukannya hidup bahagia di dunia ini, malah menjadi korban bulan-bulanan orang yang tidak bertanggung jawab.


Se Se mulai berpikir bahwa sebuah kesalahan saat dia membantu persalinan Selir Fei, seandainya dia tidak menyelamatkan bayi Han Ze Lun, mungkin bayi ini akan lebih cepat bereinkarnasi di tempat lain tanpa harus menderita lebih dulu.


Air mata kembali menghiasi kedua pipinya, Raja Wei dan Putra Mahkota yang berada di sana merasa sakit hati ketika melihat tetesan demi tetesan air mata jatuh dari pelupuk mata gadis yang mereka cintai.


Kaisar merasa terharu melihat air mata dari Permaisuri Raja Wei, baru kali ini beliau melihat seseorang menangis dengan begitu sedihnya hanya demi orang lain. Mereka bahkan tidak mempunyai hubungan apa-apa.


Se Se melepas semua pakaian yang ada di tubuh bayi Han Ze Lun, dia membalik tubuh bayi itu, dengan segera dia membelalak kan matanya ketika melihat luka di punggung bayi.


Di punggung bayi terdapat luka hantaman benda tajam yang membuatnya kehilangan banyak darah. Kemungkinan besar luka itu adalah penyebab kematian bayi.


Se Se memperhatikan bekas luka di sana dengan teliti, dia melihat bentuk mata cincin tercetak di luka bayi. Dia segera meminta kertas dan kuas serta tinta untuk melukis gambar yang tercetak di luka itu.


Kaisar dan Han Ze Xing terkejut melihat gambar yang di lukis oleh Se Se, jelas sekali itu adalah bentuk cincin milik para pangeran di kerajaan. Semua Pangeran di Istana memiliki cincin yang sama, yang membedakan hanya nama yang terukir di balik cincin.


Ratu merasa lega setelah melihat lukisan itu, dia tidak akan menjadi tersangka lagi. Setidaknya itu lah yang dia pikirkan. Namun satu hal yang telah dia lupakan, pelayan yang menyiksa bayi Han Ze Lun sedang di siksa untuk mengakui perbuatan mereka.


Seorang pengawal datang membawa lima pelayan Ratu yang baru saja mengakui perbuatan mereka. Kelima orang itu berlutut dengan tubuh gemetaran, menahan sakit akibat penyiksaan yang dilakukan oleh pengawal kerajaan.


"Yang Mulia, mereka telah mengakui bahwa Ratu memerintahkan kepada mereka semua untuk menyiksa Pangeran kecil setiap hari." lapor pengawal yang baru masuk.

__ADS_1


Kaisar terlihat sangat marah, dia menatap wajah Ratu dengan mata yang seakan berniat membunuhnya sekarang juga.


"Yang Mulia, itu tidak benar! Saya tidak pernah memberi perintah seperti itu." sanggah Ratu dengan wajah panik.


Kaisar menendang tubuh Ratu dengan kasar, Ratu tersungkur ke lantai dan menangis se'jadi-jadinya meminta belas kasihan.


"Kau... mulai sekarang akan menjadi Selir tingkat rendah. Jabatan Ratu akan di cabut mulai sekarang!" ucap Kaisar dengan menahan amarah.


"Tidak! Tidak mungkin... Yang Mulia, anda tidak boleh melakukan ini pada saya. Saya adalah ibu dari anak anda. Yang Mulia tidak boleh mencabut gelar Ratu saya!" ucap Ratu dengan histeris sambil merangkak ke kaki Kaisar.


Kaisar kembali menendang tubuh wanita keji itu saat dia menyentuh kaki nya. Kaisar merasa jijik memiliki Ratu yang tidak punya belas kasihan hingga tega menyiksa bayi sekecil Han Ze Lun.


"Jika kau bukan ibu dari anak ku, kau akan segera ku usir dari Istana ini!" ucap Kaisar.


"Seret dia pergi dari sini! Aku muak melihat tangisan palsunya." perintah Kaisar dengan nada tinggi.


Ratu di seret dengan paksa oleh dua orang pengawal, mereka memindahkan kediaman Ratu ke sudut Istana yang jarang di lewati orang.


Kaisar mengerti dengan ucapan Se Se, tentu sulit mencari pelaku di antara 15 Pangeran yang memiliki cincin dengan motif serupa.


Han Ze Liang pura-pura sedih dan menangis di sana. Dalam hati, tentu dia bahagia karena satu saingannya telah lenyap, bahkan dia mendapat bonus menyingkirkan posisi Ratu.


Flashback


Han Ze Liang mengetahui apa yang akan di lakukan Ratu kepada adik kecilnya. Dia merasa senang karena seseorang bisa dijadikan kambing hitam.


Pada tengah malam, Han Ze Liang menyusup ke kamar bayi kecil yang diberi nama Han Ze Lun, dia membunuh bayi itu dengan satu pukulan di layangkan ke tulang belakangnya.

__ADS_1


Bayi Han Ze Lun di lemparkan ke udara, dengan satu kepalan tinju di tangan kanan nya, Han Ze Liang menghantam punggung bayi itu hingga terdengar suara tulang yang remuk.


Darah mulai mengalir dari luka di punggung bayi yang telah berhenti bernapas. Pukulan itu membuatnya meninggal begitu saja tanpa ada suara tangisan ataupun jeritan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Raja Wei dan Se Se kembali ke kediaman. Selama di perjalanan pulang, mereka tidak berbicara sepatah kata pun. Raja Wei mengerti istrinya sedang bersedih, dia memberikan waktu untuk istrinya membenahi hati dan pikiran.


Sementara Se Se termenung dan memikirkan banyak hal, dia merasa bersalah karena kematian bayi Han Ze Lun yang begitu menyakitkan.


"Dunia ini sungguh menyedihkan. Nyawa bayi kecil yang tak berdosa turut dijadikan sebagai alat untuk merebut kekuasaan." batin Se Se.


Keheningan terus berlanjut hingga mereka sampai di kediaman. Raja Wei membantu Se Se turun dari kereta kuda. Se Se melangkah ke kamar bayi-bayi kecilnya, dia memeluk kedua bayinya dengan tubuh yang hangat.


"Aku akan membesarkan kalian dengan cinta kasih dan kebahagiaan yang berlimpah." batin Se Se.


Raja Wei yang mengikuti langkah Se Se, memeluk tubuh nya dari belakang. Dia seperti membaca isi pikiran gadis itu.


"Aku akan membesarkan bayi-bayi kita dengan penuh kasih sayang." bisik Raja Wei.


Se Se meletakkan kembali bayi nya di tempat tidur, dia berbalik dan memeluk Raja Wei.


"Terima Kasih Xuan..." gumam Se Se dengan suara yang masih terdengar.


Kasus kematian Han Ze Lun menjadi teka teki yang belum terpecahkan. Tidak ada yang menyangka Han Ze Liang sebagai kakak kandung bayi Han Ze Lun akan tega membunuh adiknya sendiri.


Selir Fei mendengar kabar kematian bayinya, dia merasa sangat terpukul. Bayi itu sudah lama dia nanti-nantikan sejak menjadi Selir Istana.

__ADS_1


Han Ze Lun adalah anak kandung dari Kaisar, satu-satunya alat untuk Selir Fei bertahan di Istana. Namun saat ini pupus sudah harapan Selir Fei, kematian bayi Han Ze Lun menjadi akhir dari segala ambisinya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2