The Princess Story

The Princess Story
Lamaran


__ADS_3

Beberapa Hari Kemudian


Rombongan yang mengantar hadiah lamaran telah sampai di depan kediaman Huang. Terlihat lima buah kereta kuda sedang mengangkut kotak-kotak kayu yang besar.


Beberapa pengawal memakai baju berwarna merah cerah dan seorang wanita paruh baya yang di panggil Li Momo, berdiri di depan pintu gerbang. 


Penjaga gerbang yang melihat rombongan itu, segera melaporkan hal tersebut kepada Tuan dan Nyonya Huang. Mereka sedang berada di aula utama bersama Ye Yuan. Setelah mendengar laporan dari penjaga itu, mereka berjalan menuju ke pintu gerbang.


Li Momo menunduk hormat dan mengucapkan salam, "Selamat pagi Tuan dan Nyonya Huang, saya kemari untuk mengantarkan hadiah lamaran kepada Nona Huang.


"Tuan Muda keluarga kami akan segera mengadakan acara pesta pertunangan mereka. Silahkan Tuan periksa daftar hadiah ini, jika tidak ada masalah, saya akan menyerahkan hadiah ini kepada Nona Huang."


Tuan Huang, Nyonya Huang dan Ye Yuan mengerutkan dahi mereka, terkejut mendengar penjelasan dari Li Momo.


Ye Yuan kemudian bertanya pada Li Momo, "Siapa Tuan Muda yang momo maksud dan siapa Nona yang akan di lamar Tuan Muda anda?"


"Tuan Muda saya bernama Ou Yang Chien, beliau adalah putra pertama dari keluarga Ou, Jenderal Ou Yang Feng. Saya kemari untuk melamar Nona pertama keluarga Huang." jawab Li Momo menjelaskan.


Ye Yuan dan ayahnya saling menatap, mereka tidak percaya bahwa putra dari Jenderal Ou bisa mengirimkan lamaran pada gadis kecilnya. 


"Li Momo, apakah momo tidak salah alamat? Apa momo yakin, hadiah lamaran ini di tujukan untuk putri saya?" tanya Tuan Besar Huang.


Li Momo tersenyum kecil dan menjawab, "Saya sangat yakin jika hadiah ini, benar di tujukan kepada Nona Huang!"


Nyonya Xin mengepalkan genggamannya, dia tidak suka dengan lamaran ini. Dia tidak ingin gadis yang di bencinya hidup senang sebagai Nyonya dari keluarga jenderal.


Nyonya Xin kemudian berkata, "Li Momo, apakah anda yakin lamaran itu di tujukan untuk nona pertama? Bagaimana Tuan Muda Ou bisa mengenal nona pertama keluarga Huang yang selalu di kamar? Mungkin Li Momo salah mengingatnya."


Li Momo menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Tuan Muda Ou menulis nama Nona Huang Se Se di buku daftar hadiah ini. Silahkan anda lihat Nyonya!"


Nyonya Xin tertegun saat melihat buku hadiah itu, di buku itu tercatat semua barang mahal dan mewah, dia bahkan tidak sanggup membeli salah satu barang itu walaupun sudah berhemat selama beberapa tahun.

__ADS_1


Wajah Nyonya Xin mulai menunjukkan rasa iri dan cemburu. Dia berkata dalam hati, "Kenapa gadis jalang itu selalu beruntung? Aku akan membunuhnya sebelum dia menjadi Nyonya muda di kediaman Jenderal!"


Sementara itu Ling Er tengah berlari kenuju kamar majikannya.


"Nona, ada kabar baik untuk nona!" ucap Ling Er tersenyum bahagia.


Se Se menatapnya dengan wajah bingung. "Kabar baik apa? Apa di luar sedang turun hujan emas?"


"Wah, nona hebat sekali bisa menebaknya! Ada rombongan yang membawa banyak hadiah lamaran untuk nona." ucap Ling Er dengan wajah bahagianya.


"DEG!"


Se Se tersentak kaget mendengar hal itu. Wajahnya menjadi serius dan mata dinginnya serasa bisa membekukan semua orang yang melihatnya.


"Cepat atau lambat, hari ini tetap akan tiba. Apa yang aku cemaskan?" ucapnya dalam batin.


Se Se memakai sepatunya dan kemudian berjalan menuju pintu gerbang. Dia mendekati kumpulan orang ramai itu dan memberi salam saat melihat ayah dan kakaknya.


"Se Se, apa kamu mengenal Tuan Muda Ou?" tanya ayahnya.


"Kalau begitu, apa kamu tau hari ini Tuan Muda Ou akan melamarmu?" tanya ayahnya lagi dengan wajah penasaran.


"Ya, saya mengetahuinya beberapa hari yang lalu." jawab Se Se dengan wajah tanpa ekspresi.


Li Momo tersenyum ramah dan memegang tangan Se Se. Dia terlihat sangat gembira melihat gadis di depannya.


"Saya sangat bahagia saat Tuan muda meminta saya untuk mengirimkan hadiah lamaran. Ini pertama kalinya Tuan muda berhubungan dengan seorang gadis." ucap Li Momo masih sambil memegang tangan Se Se.


"Terima kasih sudah merepotkan momo. Saya akan menerima hadiah ini." ucap Se Se masih dengan wajah tanpa ekspresi.


Ye Yuan menatap wajah adiknya itu dan mulai bertanya dalam hati, "Dia terlihat tidak bahagia dengan lamaran ini, kenapa dia menerimanya?"

__ADS_1


Rombongan itu meninggalkan kediaman Huang setelah membawa masuk semua hadiah. Hadiah itu di letakkan di kamar Se Se yang kecil dan sempit. Dia berniat memasukkan semua hadiah itu ke ruang dimensinya, agar tidak di ambil oleh Nyonya Xin dan kedua adik tirinya. Dia akan mengembalikan hadiah-hadiah itu kepada Ou Yang Chien saat pertunangan mereka di batalkan.


Tuan Huang menyuruh Se Se ke aula utama, kedua adik tirinya juga berada disana.


"Se Se, kenapa kamu bisa berhubungan dengan Tuan Muda Ou?" tanya ayahnya yang marah dan tidak suka dengan hubungan itu.


"Saya hanya menyukainya saja. Tidak ada alasan lain." jawab Se Se berbohong.


Ye Yuan tidak percaya dengan jawaban adiknya itu, dia merasa adiknya sedang menyembunyikan sesuatu.


Perdana Menteri Huang dan Jenderal Ou merupakan musuh politik. Mereka selalu bersaing dalam segala hal. Tuan Huang bukan marah karena Se Se menyukai anak dari musuh politiknya, dia hanya khawatir putrinya akan mengalami kesulitan jika menikah dengan pemuda itu.


"Putriku, ayah tidak akan menghalangi hubungan kalian. Tapi ingatlah satu hal, ayah akan selalu berada di pihakmu. Jika pemuda itu membuatmu menderita, ayah akan memutuskan hubungan pertunangan ini, walaupun akan merusak nama baik keluarga kita." ucap ayahnya.


"Terima kasih, ayah!" jawab Se Se menahan air matanya, dia tersentuh dengan kata-kata ayahnya.


Sementara itu, Nyonya Xin dan kedua putrinya sedang terbakar api cemburu dan iri pada Se Se yang di anggap beruntung oleh mereka.


********


Kabar tentang Putra Jenderal Ou yang melamar Nona Pertama keluarga Huang sudah sampai di telinga Raja Wei.


Hatinya gelisah, cemas, marah dan menjadi tidak karuan. Dia sangat panik mendengar kabar itu dari Yu.


"Aku akan membunuhnya!" itulah kalimat yang dilontarkan Raja Wei saat mendengar kabar yang di sampaikan Yu.


Raja Wei memacu kudanya menuju kediaman Huang. Dia menerobos pintu gerbang dengan kudanya dan menuju ke kamar Se Se. Raja Wei menjatuhkan semua pengawal yang mencoba menghentikannya.


"Brakkk!!"


Raja Wei menendang pintu. Se Se menoleh ke arah pintu untuk melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


Pintu kamarnya jatuh terbelah dua. Dia menatap pelaku penindasan terhadap pintunya itu, dengan tatapan tak senang.


Dia masuk menghampiri Se Se yang sedang duduk di kursi panjang dan menarik tangannya dengan kasar. Se Se berdiri di depan pemuda itu, sebelah tangannya di genggam oleh Raja Wei, mata mereka saling bertatapan.


__ADS_2