The Princess Story

The Princess Story
Ep 65. Aku menyukainya


__ADS_3

Raja Wei menutup pintu kamar, Se Se dengan cepat menusuk jarinya, dia memberikan darahnya untuk Putra Mahkota.


Se Se memeriksa jantung Han Ze Xing yang sudah tidak berdetak, dia melakukan CPR untuk mengembalikan detak jantung serta napasnya yang terhenti.


10 menit dia melakukan CPR tanpa berhenti, tangannya mulai bergetar karena lelah, keringat membasahi wajah dan lehernya.


"Kumohon kembalilah, jangan biarkan mereka menang. Jangan biarkan orang-orang itu mendapatkan apa yang mereka inginkan." ucap gadis itu sambil terus melakukan CPR.


Han Ze Xing membuka matanya, samar-samar dia melihat wajah gadis yang sedang memberinya napas buatan.


"Yang Mulia..."


Se Se memanggilnya namun pemuda itu tertidur kembali.


Se Se memeriksa detak jantung dan napas Han Ze Xing, jantungnya sudah kembali berdetak, napasnya masih lemah, namun dia berhasil menyelamatkan nyawa Putra Mahkota.


Dia terduduk lemas di lantai samping tempat tidur. Bibirnya tersenyum kecil kemudian dia berkata, "Terima Kasih sudah kembali, Yang Mulia."


Setelah rasa lelahnya berkurang, dia membuka pintu kamar. Kaisar dan Raja Wei menghampirnya dan bertanya, "Bagaimana kondisi Ze Xing?"


Se Se tersenyum dan menjawab, "Dia sudah kembali."


Kaisar berlari ke dalam untuk melihat kondisi putranya, Raja Wei dan yang lainnya ikut masuk.


"Tabib, cepat periksa kondisi Putra Mahkota!" perintah Kaisar.


Tabib mendekat ke tempat tidur dan memeriksa denyut nadi Han Ze Xing, matanya membelalak tak percaya bahwa Putra Mahkota sudah hidup kembali.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Kaisar.


"Yang Mulia... ini benar-benar keajaiban. Putra Mahkota hidup kembali dan racun di tubuhnya sudah hilang." jawab tabib.


Kaisar dan Raja Wei tersenyum senang. Mereka serentak melihat ke arah Se Se yang saat ini berada di dekat pintu masuk. Raja Wei berjalan mendekat dan berkata, "Terima Kasih sudah menyelamatkan nyawa Ze Xing."


Kaisar ikut mendekat dan berkata, "Terima Kasih Putri sudah menyelamatkan nyawa Xing dua kali."


"Dua kali?" batin Raja Wei.


"Bukan apa-apa Yang Mulia, tolong biarkan Putra Mahkota istirahat, tubuhnya masih lemah akibat pengaruh racun." ucap Se Se.


"Apakah Xing tidak memerlukan obat untuk diminum?" tanya Kaisar bingung melihat Se Se tidak memberinya resep obat.


"Tidak perlu Yang Mulia, pastikan beliau minum air putih agar tidak dehidrasi dan jangan sampai ada racun lagi yang masuk ke tubuhnya." jelas Se Se.

__ADS_1


"Putri Huang, katakan apa yang anda inginkan? Saya akan memberikannya sebagai hadiah." tanya Kaisar.


Se Se menunduk memberi hormat dan berkata, "Saya tidak memerlukan apapun Yang Mulia, jika tidak hal lain, saya undur diri."


"Tunggu!" Selir Fei berjalan ke arah Se Se dan menghentikannya.


"Ada apa Selir Fei?" tanya Se Se dengan pandangan dinginnya.


"Putri Huang, anda melukai saya dan belum dihukum!" ucap Selir Fei dengan nada ketus.


"Andalah yang seharusnya dihukum. Karena berkat anda, Yang Mulia Putra Mahkota hampir saja meninggal!" jawab Se Se dengan menatap Selir Fei tanpa rasa takut.


"Deg!" suara jantung Selir Fei.


"Gadis ini, apa dia tahu aku yang meracuni Ze Xing?" batin Selir Fei.


Se Se tersenyum sinis dan kembali berkata, "Jika anda tidak menghalangi saya untuk menyelamatkan Yang Mulia Putra Mahkota, beliau tidak akan menderita selama ini!"


"Belum saatnya membuka rahasia kejahatan yang dilakukan Selir Fei, aku tidak memiliki bukti kuat untuk menjatuhkannya." batin Se Se.


Selir Fei merasa lega, dalam hatinya berkata, "Gadis ini tidak mengetahui bahwa aku yang telah meracuni Ze Xing."


"Putri Huang dimaafkan atas kesalahan melukai Selir Fei." ucap Kaisar menengahi.


"Terima Kasih, Yang Mulia Kaisar." ucap Se Se sambil menunduk.


"Saya mendengar hal itu dari kakak. Kakak sedang berkunjung di kediaman Kepala Tabib Istana saat Putra Mahkota keracunan." jawab Se Se.


"Lalu apa maksudnya 'kedua kali'?" tanya Raja Wei.


"Deg!"


"Apa aku sudah ketahuan?" batin Se Se.


"Apa maksudnya dengan kata dua kali? kapan kamu menyelamatkan Ze Xing pertama kali?" tanya Raja Wei lagi.


"Itu, saya tidak sengaja menyelamatkan Yang Mulia dari serangan pembunuh." jawab Se Se dengan sedikit menutupi kebenaran.


Raja Wei menatap gadis itu dengan tatapan menyelidik, dia tidak mengerti bagaimana gadis kecil ini bisa menghidupkan kembali orang mati. Banyak sekali rahasia dalam diri gadis ini.


"Aku tidak akan bertanya apapun, aku akan menunggumu menceritakan semuanya." batin Raja Wei.


BEBERAPA HARI KEMUDIAN

__ADS_1


"Nona, ada panggilan dari istana. Mereka meminta Nona untuk segera ke Istana Matahari." ucap Ling Er.


"Aku akan kesana sekarang, tolong siapkan kereta." ucap Se Se.


"Istana mengirimkan kereta untuk anda Nona, kereta itu sudah ada di depan." jawab Ling Er.


Se Se berjalan ke sana dan masuk ke dalam kereta, tidak berapa lama dia sudah sampai di Istana Matahari.


"Hormat saya, Yang Mulia Putra Mahkota." ucap Se Se sambil menunduk.


"Tidak perlu sopan seperti itu, Putri sudah menyelamatkan nyawa saya dua kali. Saya sangat ber-Terima Kasih pada Anda."


"Saya hanya kebetulan bisa menyelamatkan Anda, Yang Mulia." jawab Se Se merendah.


"Saya dengar saat itu jantung saya sudah berhenti dan sudah dianggap meninggal, bagaimana cara Putri menghidupkan kembali nyawa saya?" tanya Han Ze Xing penasaran.


"Rahasia." jawab Se Se dengan senyuman di bibirnya.


"Deg Deg Deg...!" suara jantung Han Ze Xing.


"Putri Huang benar-benar cantik, senyumannya sangat manis dan membuat hatiku tenang. Sepertinya aku menyukai gadis ini." batin Han Ze Xing.


"Putri Huang, ... " Han Ze Xing berhenti berkata. Dia tidak berani mengatakan bahwa dia menyukai gadis di hadapannya.


"Yang Mulia, Anda boleh memanggil saya Se Se. Saya tidak cocok dengan panggilan Putri." ucap gadis itu.


"Kalau begitu, saya akan memanggil anda Nona Se Se." ucap Han Ze Xing.


"Tidak perlu Yang Mulia, anda hanya perlu memanggil saya Se Se tanpa kata Nona di depannya." pinta gadis itu lagi dengan senyuman manis yang membuat hati Han Ze Xing berdegup kencang.


"Ka--kalau begitu, no... Se Se boleh memanggilku Xing seperti yang ayah Kaisar lakukan." jawab Han Ze Xing dengan wajah memerah.


Baru kali ini dia menyebut nama seorang gadis dengan lengkap. Biasanya pemuda itu akan menyebut gelar atau marga keluarga.


"Xing... nama anda sangat mudah diingat Yang Mulia. Tapi saya tidak boleh memanggil seorang calon pemimpin negara dengan sebutan nama." ucap Se Se.


"Saya hanya ingin dekat dengan Anda. Biasanya saya hanya sendirian di istana ini tanpa ada teman mengobrol, saya harap anda bisa menjadi teman saya." ucap Han Ze Xing dengan wajah kesepian.


Se Se merasa iba padanya, memang nasibnya buruk karena dia adalah Putra Mahkota yang selalu diincar oleh pembunuh. Gadis itu kemudian memanggil Putra Mahkota dengan namanya.


"Xing..."


Han Ze Xing tersenyum lebar mendengar nama kecilnya disebut. Hatinya merasa senang, jantungnya berdegup kencang.

__ADS_1


"Maafkan aku Paman, aku tahu ini salah, tapi sepertinya aku benar-benar menyukai gadis ini." batin Han Ze Xing.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2