The Princess Story

The Princess Story
Cacing Pengikat


__ADS_3

Mendengar teriakan dari suaminya, Se Se langsung mendorong tubuh Han Ze Ti hingga pria itu terjungkal. Dia mengalihkan pandangannya ke arah suara, tanpa menunggu lebih lama, wanita itu berlari menghampiri Raja Wei dengan perasaan bersalah yang amat besar.


"Xuan! Aku minta maaf!" ucapnya dengan berlinang air mata.


Raja Wei langsung memeluk wanita itu, tanpa perlu penjelasan apapun, dia sudah memahami situasi apa yang sedang terjadi.


"Jangan menangis!" pinta pria itu sambil menepuk pelan punggung istrinya.


Raja Wei menatap mayat-mayat yang berserakan di lantai, muncul berbagai kemungkinan dalam pikirannya yang bertanya-tanya kenapa istrinya diam saja saat dilecehkan di depan umum.


Flashback


"Jika kau tidak datang ke sisiku, aku akan mulai membunuh satu persatu penghianat yang berdiri di sana! Setiap akhir tiga hitungan, aku akan membunuh salah satu di antara mereka!" ucap Han Ze Ti sambil menunjuk ke tempat berkumpulnya para Pasukan Istana.


Se Se mengepal erat kedua tangannya, dia mencoba menahan amarah yang sudah hampir meledak.


Dalam hati dia berpikir, "Aku bisa merelakan nyawaku kapan saja, tapi aku tidak akan sanggup jika melihat nyawa orang lain terancam karena tindakanku.


"Tiga!"


"Dua!"


"Satu!"


"Aaakkkhhh...! Sa... Sakit sekali!" jerit dan rintihan seorang pria yang berdiri di kumpulan Pasukan Istana. Suara itu terdengar sangat menyakitkan, semua mata menuju ke pria yang sedang menggeliat di tanah. Darah keluar dari mata, hidung, telinga dan juga bibirnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, pria itu berhenti bergerak. Orang-orang mulai ketakutan melihat kondisi mengenaskan dari pria tersebut.


"Aku akan memeriksa kondisinya!" ucap salah satu rekan dari pria itu.


Dia maju, lalu berjongkok di depan tubuh yang tak lagi bergerak itu. Tangannya dijulurkan ke depan lubang hidung rekannya, namun tidak ada udara yang berhembus di sana. Merasa tidak percaya, dia lalu memegang denyut nadi di pergelangan tangan, namun ternyata juga tak terasa gerakan.


"Dia, sudah mati!" ucapnya dengan raut muka yang sangat terpukul.


Semua orang membuka lebar mata mereka, terkejut sekaligus merinding sebab mereka tidak tau alasan kenapa pria itutiba-tiba kesakitan lalu mati secara mendadak.


Kicauan pun kembali terdengar dari orang-orang di sekitar.


"Kenapa dengan pria itu?"


"Tidak, tadi Yang Mulia berkata akan membunuh mereka satu per satu. Mungkin Yang Mulia yang telah membunuhnya, tapi bagaimana caranya? Beliau bahkan tidak menyentuh pria itu."


"Apakah ini yang di sebut kekuatan gaib?"


"Dia seperti di kutuk."


Se Se menatap tajam wajah Han Ze Ti, memperlihatkan segala amarah dan kebenciannya terhadap pria itu. "Apa yang kau lakukan kepada pria itu?" tanyanya sambil mengeluarkan sebuah jarum beracun yang lalu di sembunyikan di balik telapak tangan.


"Jika kau ingin tau, aku akan memberitahu mu, tapi sebelum itu, kau harus menentukan pilihan mu!" jawab Han Ze Ti. Pria itu kembali menghitung mundur dari awal.


"Tiga!"

__ADS_1


"Dua!"


"Satu!"


Kejadian serupa kembali terulang. Pria yang memeriksa mayat rekannya tadi terjatuh ke tanah, dia berteriak kesakitan lalu menggeliat hingga akhirnya darah keluar mata, teling, hidung dan juga bibirnya. Beberapa saat kemudian, pria itu berhenti bergerak, tak ada lagi tanda-tanda kehidupan di tubuh pria tersebut.


Se Se terdiam, dalam hati wanita itu merasa sangat bersalah. Dia merasa sangat menyesal melihat mereka yang mati dengan sia-sia di depan matanya.


Tak ada yang bisa dia lakukan, dia bahkan tidak mengetahui apa penyebab kematian kedua orang itu. Rasa bersalah dan penyesalannya semakin besar ketika dia berpikir jika kematian itu disebabkan oleh dirinya. Karena dia lebih menjaga harga diri serta perasaan cintanya terhadap Raja Wei.


"Tiga!"


"Dua!"


Melihat wanita itu terdiam, Han Ze Ti kembali menghitung dari awal.


"Hentikan! Aku akan memilih! Aku akan memilih anda jadi hentikan semua ini! Berhentilah menyakiti orang lain dasar pria brengsek!" ucapnya dengan suara tinggi dan amarah yang memuncak.


Karena tak ingin lagi melihat seseorang mati di depan matanya, Se Se memilih untuk mengorbankan diri. Dia bertekad untuk menghentikan pria itu meskipun harus menjadi budaknya.


Han Ze Ti tersenyum, puas mendengar jawaban yang diberikan oleh Se Se. Dia lalu berkata, "Mendekatlah!" sambil menatap wajah yang memancarkan kebencian itu, Han Ze Ti berkata dalam hati, "Setelah berhasil memasukkan cacing pengikat, wanita ini akan menjadi milikku seutuhnya!"


Flashback End


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2