The Princess Story

The Princess Story
Episode 276


__ADS_3

Ye Yuan menatap Huo Feng dengan perasaan yang campur aduk, dia merasa pernah bertemu dengan Huo Feng namun dia tidak bisa mengingatnya. Pria itu terus mencoba untuk mengingat Huo Feng hingga akhirnya muncul kenangan-kenangan asing di dalam benaknya.


Ye Yuan merasakan rasa sakit di kepalanya setelah melihat begitu banyak kenangan yang tiba-tiba muncul, tak lama setelah itu tubuh Ye Yuan tiba-tiba saja ambruk.


Huo Feng yang berada di depan Ye Yuan segera menangkap tubuh pria itu dengan sayapnya sebelum tubuh Ye Yuan menyentuh tanah.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Raja Wei dengan wajah cemas.


"Aku akan membawanya kembali ke perbatasan!" ucap Yang Fei Xi.


Huo Feng mengangkat tubuh Ye Yuan ke atas punggungnya, dia membawa Ye Yuan terbang sambil berkata, "Aku akan membawanya kembali setelah dia sadar nanti."


"Dasar burung jelek!" maki Raja Wei dengan wajah kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Taman Bunga Kediaman Raja Wei


Se Se memberikan sampel racun untuk Han Ze Xin dan Han Ze Xia, Ling Er turut melihat dari samping. "Coba sebutkan nama dari racun ini dan tuliskan cara merawat pasien yang terkena racun ini!" ucap Se Se.


Ketiga murid dadakan itu mencoba mencari tau jenis racun itu dari aromanya, Han Ze Xia lebih dulu menulis di kertasnya disusul oleh Han Ze Xin dan Ling Er paling belakangan.


"Ibu, aku sudah selesai!" ucap Han Ze Xia.


Se Se melihat kertas jawaban Han Ze Xia, dia hendak tertawa namun tawanya dia tahan.


"Ibu, aku juga sudah selesai!" ucap Han Ze Xin.


Se Se mengambil kertas itu dan membaca jawaban dari bocah itu. Dia tersenyum sambil mengangguk.


Ling Er yang terakhir memberikan kertas jawabannya kepada Se Se, wanita itu membacanya kemudian dia berkata, "Kalian semua memiliki jawaban yang berbeda-beda, tapi tidak ada satupun yang salah dari ketiga jawaban ini."


"Ibu, apa maksudnya itu?" tanya Han Ze Xin.

__ADS_1


"Racun ini sudah di campur dengan penawar racun, jadi ketiga jawaban kalian benar semua." jawab Se Se.


"Kenapa ibu memberikan pertanyaan yang jawabannya akan benar semua?" tanya Han Ze Xia.


Se Se tersenyum, dia meletakkan semua kertas jawaban itu di meja, kemudian dia berkata, "Ibu ingin kalian mengerti satu hal, di dunia ini ada begitu banyak jawaban dari satu pertanyaan. Ada banyak solusi dari satu masalah. Ada banyak jalan menuju ke suatu tempat.


"Jadi kalian harus ingat, jangan selalu merasa benar sendiri, kalian harus mendengarkan pendapat orang lain juga meskipun pendapat orang lain berbeda dengan pendapat kita, karena meskipun pendapat kita benar, belum tentu pendapat orang lain itu salah."


Han Ze Xin dan Han Ze Xia mengangguk bersama, mereka mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh ibunya. Sedangkan Ling Er hanya diam menatap kertas jawaban yang ada di meja.


"Yang Mulia, jika di suruh memilih, jawaban mana yang paling tepat di antara ketiga jawaban ini?" tanya Ling Er.


"Aku akan memilih jawaban Xin." jawab Se Se.


"Kenapa begitu?" tanya mereka bertiga serentak.


"Coba kalian baca jawaban dari Xin!" ucap Se Se.


Han Ze Xia dan Ling Er membaca jawaban dari Han Ze Xin bersama, "Racun laba-laba hitam dicampur bahan empedu ular berbisa dan air liur dari kelabang beracun. Cara merawat pasien adalah dengan meminumkan banyak air putih dan menjaga agar suhu tubuh tetap normal."


Kedua orang itu pun mengangguk bersama.


"Ibu, jika aku merawat pasien sesuai dengan jawabanku, apakah pasien akan tetap hidup?" tanya Han Ze Xia.


"Tentu saja, pasien hanya akan berbaring beberapa hari lebih lama dari yang seharusnya." jawab Se Se.


"Bagaimana dengan jawaban saya Yang Mulia?" tanya Ling Er.


"Jika kamu memberikan ginseng putih untuk orang yang keracunan, tubuh orang itu akan menjadi kaku untuk beberapa saat. Namun setelah efek samping itu hilang, tubuh pasien akan semakin kuat dan lebih kebal terhadap penyakit. Jadi jawaban Ling Er juga merupakan salah satu cara yang bagus untuk memperkuat tubuh pasien." jelas Se Se.


"Kalau jawaban Ling Er bisa memperkuat tubuh, kenapa ibu tidak memilih jawaban yang Ling Er berikan?" tanya Han Ze Xin.


"Coba kalian pikirkan, apa yang akan terjadi jika pasien itu berada di tempat yang berbahaya dan sulit untuk beristirahat dengan tenang! Apa yang akan terjadi pada pasien itu jika tubuhnya menjadi kaku untuk beberapa hari dan di saat tubuhnya kaku, dia bertemu dengan bahaya?" tanya Se Se.

__ADS_1


"Orang itu akan mati karena tidak bisa kabur!" jawab Han Ze Xia dan Han Ze Xin bersamaan.


"Oooh... Sekarang aku mengerti. Itu sebabnya Yang Mulia hanya bertanya tentang nama racun dan cara penyembuhannya tanpa menyebut situasi pasien dan tempat dia berada." ucap Ling Er.


Se Se mengangguk, dia kemudian menjelaskan, "Benar, jadi semua jawaban kalian itu benar, hanya saja jika dalam situasi tertentu, kita harus menggunakan cara yang paling cocok dengan situasi tersebut. Itu sebabnya kalian harus selalu mendengarkan dan memilah jawaban dari orang lain dengan seksama.


"Jangan hanya berpikir jika jawaban kalian adalah yang paling benar. Di dunia ini tidak semuanya adalah jawaban yang paling benar, terkadang kita perlu memilih jawaban yang paling cocok untuk di gunakan sesuai situasi dan kondisi. Aku harap kalian akan mengingat pelajaran hari ini dan menerapkannya di kehidupan kalian."


Zhun Tian sedang duduk di atas pohon sambil memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh Se Se kepada anak-anaknya.


Setelah mendengarkan penjelasan dari wanita itu, dalam hati Zhun Tian berkata, "Bagaimana dia bisa memikirkan cara mengajar yang seperti ini? Aku hanya pernah diajarkan tentang jawaban yang benar dan yang salah.


"Tapi hari ini aku jadi mengerti satu hal, tidak selamanya jawaban hanya ada benar dan salah. Terkadang jawaban adalah sebuah pilihan, pilihan untuk menentukan mana yang terbaik yang harus kita lakukan.


"Semakin aku mengenalnya, aku merasa semakin kagum dan menyukai wanita ini!"


"Ibu, aku lapar! Boleh aku makan sekarang?" tanya Han Ze Xia dengan suara manja.


"Pergilah... Kalian boleh makan duluan! Ibu akan membereskan racun ini dulu agar tidak melukai orang lain." jawab Se Se.


Setelah tempat itu sepi, Zhun Tian turun dari pohon. Pria itu mendekat ke meja tempat racun itu di letakkan, dia mengambil salah satu sampel racun kemudian mencium aroma dari racun itu.


"Tidak ada bau darah!" batin Zhun Tian.


"Kenapa anda masih di sini?" tanya Se Se saat melihat keberadaan Zhun Tian di taman.


"Aku hanya datang untuk berterima kasih. Lagipula, kenapa kamu mengusirku secepat ini? Tidak bisakah aku menginap lebih lama di sini?" ucap Zhun Tian dengan wajah yang minta di kasihani.


"Keluar!" ucap Se Se dengan nada ketus.


"Aku kembali demi menyelidiki bahan-bahan yang dia gunakan untuk membuat penawar racun di tubuhku, tapi sampai sekarang aku belum menemukan apapun.


"Aku sangat penasaran dengan bau darah yang samar-samar terasa di lidahku. Apakah aku yang sudah salah mengira jika itu adalah bau darah? Tapi jika benar obat itu dibuat dengan menggunakan darah, darah apa yang dia gunakan? Manusia? Siapa pemilik darah itu?

__ADS_1


"Begitu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan kepadanya, dia benar-benar membuat rasa penasaranku semakin hari semakin besar."


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2