
Seminggu telah berlalu sejak kepulangan Yu dari Kerajaan Ming, hasil penyelidikan terhadap para bangsawan membuat mereka terkejut dan sulit percaya meskipun mereka sendiri yang telah menyelidiki secara berulang kali.
"Yang Mulia, apakah kita harus melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar?" tanya Yu.
"Tentu saja kita harus melaporkan semua kejahatan yang telah mereka lakukan. Tapi sebelum itu, kita harus bertemu dan bicara lebih dulu dengan Kaisar Ming ... Tidak, dengan Pangeran Ming Luo Xi." ucap Raja Wei.
"Saya akan mengirimkan surat kepada Pangeran Ming Luo Xi." ucap Yu.
"Tidak perlu, aku akan pergi menemui nya di Kerajaan Ming. Siapkan keperluan untuk berangkat! Besok pagi kita akan pergi ke Kerajaan Ming." ucap Raja Wei.
Karena hari telah gelap, Raja Wei kembali ke kamar untuk memberitahukan kepada Se Se tentang rencana kepergian nya.
Raja Wei duduk di tepi tempat tidur, dia membelai wajah Se Se yang telah tertidur lelap.
"Maafkan aku karena akhir akhir ini tidak punya waktu untuk menemani mu. Besok aku harus pergi selama beberapa hari untuk mengurus masalah Kerajaan Ming. Terlalu berbahaya jika membawa mu ke sana. Tunggu lah di kediaman, aku akan kembali secepatnya." ucap Raja Wei.
Raja Wei mengecup kening Se Se sebelum keluar dari kamar, dia menemui anggota Pasukan Elang untuk membagikan tugas kepada mereka.
"Sepuluh orang dari kalian akan ikut ke Kerajaan Ming, sisanya tinggal di kediaman untuk menjaga keamanan Permaisuri." ucap Raja Wei.
"Yang Mulia, saya akan tinggal di kediaman." ucap Ti Liu.
Yu menatap Ti Liu, dia terlihat tidak setuju jika Ti Liu harus tinggal di kediaman karena kemampuan Ti Liu yang paling unggul di banding anggota Pasukan Elang lain nya.
"Liu harus ikut, kita hanya membawa sedikit orang. Kita harus membawa anggota yang paling kuat." ucap Yu.
"Aku tidak ingin pergi, aku ingin melindungi Permaisuri." batun Ti Liu.
Raja Wei menatap ke arah wajah Ti Liu yang enggan mengikuti perjalanan kali ini, dia menghela napas sebelum mengatakan, "Liu, tinggal di kediaman dan lindungi Permaisuri dengan baik!"
"Terima kasih Yang Mulia." ucap Ti Liu dengan senyuman di wajahnya.
Yu ingin protes namun Raja Wei menghentikan nya. Setelah selesai pembagian tugas, Yu dan Raja Wei kembali ke ruang kerja.
"Yang Mulia, kenapa anda membiarkan Ti Liu untuk tinggal di kediaman? Bukankah kita harus membawa pasukan yang lebih kuat karena tidak bisa membawa banyak pasukan." ucap Yu.
"Tidak ada guna nya memaksa Liu untuk ikut, hati nya tertinggal di tempat ini. Membawa Liu hanya akan membuatnya kehilangan fokus." jawab Raja Wei.
"Saya mengerti." ucap Yu.
Hari mulai terang, Raja Wei menulis surat untuk Se Se sebelum dia berangkat.
__ADS_1
"Serahkan surat ini kepada Permaisuri jika dia sudah bangun nanti." ucap Raja Wei sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Ti Liu.
"Yang Mulia tidak menyampaikan hal ini langsung kepada Permaisuri?" tanya Yu.
"Permaisuri masih tidur, aku tidak ingin mengganggu nya." jawab Raja Wei.
Raja Wei terus menatap ke arah kamar nya sebelum masuk ke dalam kereta kuda, berat bagi nya meninggalkan Se Se meskipun hanya beberapa hari saja.
"Aku akan segera kembali, tunggu aku!" batin Raja Wei.
Setelah rombongan kereta kuda berangkat, Ti Liu menunggu di depan kamar Se Se untuk menyerahkan surat dari Raja Wei.
Setelah menunggu hingga siang hari, Se Se masih belum keluar dari kamar. Ti Liu akhirnya mengetuk pintu kamar untuk memastikan keadaan Se Se di dalam.
"Tok Tok Tok...!"
"Tok Tok Tok...!"
Beberapa kali Ti Liu mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada jawaban apapun dari dalam. Ti Liu merasa cemas, dia akhirnya membuka pintu kamar tanpa menunggu jawaban lagi.
Ti Liu menuju ke tempat tidur, dia melihat wajah Se Se yang sedang tidur dengan keringat membasahi kening dan lehernya.
"Permaisuri!"
"Permaisuri!"
Tabib datang dan memeriksa keadaan Se Se, beberapa saat Tabib itu tampak bingung dengan denyut nadi Se Se yang terasa janggal bagi nya.
"Apa yang terjadi kepada Permaisuri? Kenapa dia seperti ini?" tanya Ti Liu.
"Saya tidak tahu, baru kali ini saya merasakan denyut nadi yang seperti ini." jawab Tabib.
"Apa maksud anda?" tanya Ti Liu.
"Maaf tuan, tapi saya benar benar tidak tahu penyakit apa yang di alami oleh Permaisuri." jawab Tabib dengan wajah gelisah.
"Kau... Pergi cari tabib lain secepatnya!" perintah Ti Liu kepada salah satu pelayan.
Tabib lain datang dan memeriksa denyut nadi Se Se, wajah nya juga sama dengan Tabib yang pertama memeriksa Se Se. Dia mengerutkan kening dan menghela napas panjang.
"Maaf Tuan, sepertinya saya tidak bisa membantu anda. Saya tidak tahu penyakit apa ini, baru kali ini saya menemukan penyakit aneh seperti ini. Denyut nadi Permaisuri sangat cepat, beliau tidak terlihat seperti orang sakit tapi beliau juga tidak sehat." ucap Tabib kedua.
__ADS_1
Ti Liu masih tidak percaya dengan kedua Tabib itu, dia memerintahkan kepada pelayan untuk membawa tabib lain lagi.
Berkali kali Ti Liu mendatangkan dan memulangkan Tabib, semua hasilnya sama. Sudah 10 Tabib yang dia panggil ke kediaman tanpa ada satu pun Tabib yang mengetahui penyakit apa yang sedang di derita oleh majikan nya.
"Jaga Permaisuri, aku akan ke Istana untuk menemui Putra Mahkota." ucap Ti Liu kepada beberapa pengawal.
"Baik Tuan!" jawab pengawal serentak.
Ti Liu membawa seekor kuda dari kandang, dia menuju ke Istana Matahari. Sesampainya di Istana, Ti Liu tidak di izinkan menemui Han Ze Xing karena dia sedang mengadakan rapat.
Ti Liu menunggu di depan ruang rapat, dia menunggu beberapa jam sebelum akhirnya Han Ze Xing keluar dari ruangan.
"Yang Mulia, tolong selamatkan Permaisuri!" ucap Ti Liu.
"Kamu ...? Pengawal Paman?" tanya Han Ze Xing.
"Benar, saya Ti Liu pengawal dari kediaman Raja Wei." jawab Ti Liu.
"Ada apa mencari ku?" tanya Han Ze Xing.
"Saya ke sini karena Permaisuri sedang sakit, saya sudah meminta beberapa Tabib untuk memeriksa keadaan Permaisuri. Tapi mereka semua tidak ada yang tahu tentang penyakit Permaisuri." ucap Ti Liu.
"Aku akan membawa Tabib Istana ke sana, kamu kembali lah lebih dulu ke kediaman." ucap Han Ze Xing.
"Terima kasih Yang Mulia." jawab Ti Liu.
Ti Liu kembali ke kediaman sesuai peeintah dari Han Ze Xing, dia berjalan mondar mandir di depan kamar Se Se sambil menunggu kedatangan Tabib Istana.
"Di mana Permaisuri?" tanya Han Ze Xing yang baru saja tiba.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1