The Princess Story

The Princess Story
Ep 224. Bertemu Permaisuri


__ADS_3

"Benar sekali, Yang Mulia yang dulu lebih mirip patung berjalan. Tidak memiliki emosi apapun di wajahnya dan tidak peduli pada hal apapun. Meskipun dunia ini runtuh, sepertinya Yang Mulia juga tidak akan peduli." ucap Yu.


"Saat ini Yang Mulia terlihat berbeda, beliau bisa tersenyum dan menangis ketika berada di samping Permaisuri." lanjut Ti Yi.


Yu dan Ti Yi kembali menatap satu sama lain kemudian mengalihkan pandangan mereka ke arah Ti Liu.


"Liu, dulu kamu juga terlihat seperti itu!" Ucap Ti Yi.


Yu mengangguk kemudian menambahkan, "Liu yang dulu tidak akan bergosip bersama kami di sini. Dia hanya berdiri diam seperti patung pajangan saja tanpa reaksi apa apa."


"Sepertinya semua orang mulai berubah ketika Permaisuri memasuki kediaman ini. Kediaman yang tadinya sedingin es ini pun akhirnya bisa hangat berkat kehadiran Permaisuri kita." ucap Ti Liu.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Raja Wei yang baru saja memasuki ruang kerja.


"Kami sedang membicarakan tentang Permaisuri yang membuat kediaman ini lebih hidup." jawab Yu.


Raja Wei tersenyum puas mendengar pujian untuk Se Se, dia kemudian berkata dengan bangga, "Permaisuri ku memang yang terbaik."


Yu dan Ti Yi tertawa melihat bos besar mereka yang tersenyum setiap kali membicarakan tentang Permaisuri.


Dalam sekejap ruangan menjadi sepi, ekspresi Yu pun berubah menjadi serius.


"Yang Mulia, ada sebagian wanita yang tidak memiliki keluarga. Mereka tidak memiliki rumah ataupun tempat untuk kembali." lapor Yu.


"Tanyakan saja apa yang ingin mereka lakukan atau kemana mereka ingin pergi. Biarkan mereka menentukan jalan hidup mereka sendiri." jawab Raja Wei sambil membaca dokumen yang sudah bertumpuk di atas meja.


"Ada satu orang yang belum memiliki tujuan, bukan... Bukan hanya tujuan, dia bahkan tidak memiliki harapan untuk hidup. Apa yang harus kami lakukan pada gadis itu?" tanya Yu.


Raja Wei berhenti melihat dokumen, dia menatap Yu kemudian berpikir sejenak.


"Bawa dia kemari dan serahkan saja gadis itu kepada Permaisuri!" ucap Raja Wei sambil tersenyum.


Yu mengerti apa yang sedang di pikirkan oleh Raja Wei. "Jika Permaisuri, beliau pasti bisa mengembalikan keinginan hidup gadis itu."


Cu Ye Lie berada di kediaman bersama lima orang wanita lain yang belum menetukan pilihan mereka. Salah satu di antara lima wanita itu merasa iba melihat kondisi Cu Ye Lie yang tidak membaik setelah dua hari keluar dari penjara.

__ADS_1


"Nona, kita semua sekarang sudah lepas dari Long Au Ping. Nona harus melanjutkan hidup anda. Jangan bersedih sepanjang waktu."


Cu Ye Lie menatap wanita itu, dia tersenyum kemudian memegang kedua tangannya. "Aku baik baik saja, terima kasih karena sudah khawatir padaku."


"Apakah Nona Cu Ye Lie sudah menentukan akan pergi kemana?"


Cu Ye Lie menggelengkan kepala, "Aku tidak punya tujuan dan juga tidak tau apa yang harus aku lakukan ke depannya." jawab Cu Ye Lie.


"Maukah Nona ikut saja dengan kami?" tanya wanita itu lagi.


Cu Ye Lie menatap mata wanita itu seakan bertanya, "Kemana tujuan kalian?"


"Kami berlima memutuskan untuk membuka toko roti bersama. Tuan Yu mengatakan jika majikannya akan memberikan kami modal untuk usaha kami."


"Aku belum memutuskan hal itu, aku akan memikirkannya lagi setelah bertemu dengan majikan Tuan Yu." jawab Cu Ye Lie.


"Baiklah, kami akan selalu menunggu anda Nona Cu Ye Lie, datanglah pada kami jika anda sudah memutuskan untuk ikut." ucap wanita itu.


"Terima kasih." ucap Cu Ye Lie.


Cu Ye Lie kembali duduk termenung menatap ke arah luar jendela. Matanya terlihat lelah, raut wajahnya terlihat seperti orang yang sudah menyerah dengan kehidupan.


"Nona Cu, jika anda sudah selesai makan, mari ikut dengan saya! Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." ucap Yu.


"Ayo kita pergi sekarang! Aku sedang tidak ada nafsu makan." jawab Cu Ye Lie sembari bersiap berdiri dari duduknya.


Yu menahan bahu Cu Ye Lie yang hendak berdiri, "Makanlah sedikit meskipun makanan ini tidak cocok dengan selera anda." ucap Yu.


Cu Ye Lie menatao mata Yu sejenak sebelum akhirnya kembali duduk dan mengambil makanannya.


Beberapa saat kemudian Cu Ye Lie telah selesai dengan makanannya. Meskipun hanya beberapa suap saja yang masuk ke mulut, namun Yu berpikir itu lebih bagus dari pada tidak makan apa apa.


"Mari ikuti saya!" ucap Yu sambil berjalan lebih dulu.


Cu Ye Lie di tuntun naik ke kereta kuda yang telah di siapkan oleh Yu. Perjalanan ke kediaman utama hanya memerlukan waktu 20 menit dengan kereta kuda.

__ADS_1


Sampai di kediaman, Yu membantu Cu Ye Lie turun dari kereta kuda. Mereka langsung menuju ke ruang tamu, ada dua pelayan yang berdiri di depan pintu, satu pelayan menyiapkan minuman sementara pelayan yang satunya lagi di tugaskan untuk memberitahu Se Se bahwa Cu Ye Lie sudah sampai.


Lima menit menunggu, Se Se masuk ke ruang tamu di temani oleh pelayan.


Cu Ye Lie yang sejak tadi melamun kini menatap Se Se dengan penuh kagum. Cantik, anggun, berwibawa, aura yang sulit diungkapkan dengan kata kata.


"Permaisuri, dia adalah Cu Ye Lie yang saya ceritakan semalam." ucap Yu memperkenalkan Cu Ye Lie.


"Per... Permaisuri?" gumam Cu Ye Lie kaget.


"Beri hormat kepada Permaisuri!" perintah Yu.


Cu Ye Lie segera berlutut memberi hormat, tiba tiba saja dia gemetar ketakutan saat mendengar kata Permaisuri.


"Berdirilah! Tidak perlu berlutut seperti itu!" ucap Se Se sambil mengulurkan tangan hendak membantu Cu Ye Lie berdiri.


"Saya tidak berani!" jawab Cu Ye Lie.


"Jangan takut, Permaisuri adalah orang yang baik hati." bisik Yu sambil membantu Cu Ye Lie berdiri.


"Aku sudah mendengar ceritamu dari Yu, namun aku ingin kamu sendiri yang menceritakan tentang dirimu!" ucap Se Se setelah duduk di kursi utama.


"...."


Cu Ye Lie menggenggam erat tangannya. Takut dan gelisah akan perbuatannya yang telah membunuh Long Au Ping terbongkar.


"Kalian semua, tunggulah di luar!" perintah Se Se.


Kini ruangan itu hanya ada Se Se dan Cu Ye Lie. Melihat Cu Ye Lie yang semakin ketakutan, Se Se melembutkan suaranya.


"Katakan yang sejujurnya, aku tidak akan menghukummu."


Cu Ye Lie menatap mata Se Se, dengan ragu ragu dia mulai menceritakan dari mulai Cu Ye Lie di jual oleh ayahnya hingga akhirnya dia bertemu dengan pelayan yang memberikan racun dan belati kepadanya.


"Saya... Saya yang telah membunuh Tuan besar Long Au Ping, saya sangat ketakutan waktu itu, saya tidak terima diperlakukan seperti itu." ucap Cu Ye Lie yang mulai menangis ketakutan mengingat kejadian malam itu.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


"


__ADS_2