The Princess Story

The Princess Story
Penculikan dan penjualan wanita


__ADS_3

Se Se terkejut melihat Raja Wei yang masuk tanpa mengetuk pintu, dia sedang dalam kondisi tanpa busana. Gadis itu baru saja menyelesaikan acara mandi yang sudah beberapa hari tidak dilakukannya.


Terlihat bentuk tubuh yang sempurna dengan sehelai kain tipis menutupi daerah pribadinya.


Raja Wei membeku melihat pemandangan indah di depan matanya. Dia memandang gadis itu tanpa berkedip dan menelan air liurnya.


Rambut yang basah dengan tetesan air membuat wajah gadis itu makin cantik dan menggoda. Tubuhnya yang seperti bentuk biola membuat hasrat pemuda itu bergejolak. Bibir merahnya membuat orang ingin memakannya. Luka goresan di pipinya tidak memudarkan kecantikan di wajahnya.


"Keluar...!!" jerit gadis itu saat melihat Raja Wei tidak beranjak dari sana.


Raja Wei tersentak sadar saat mendengar teriakan gadis itu. Dia segera menutup kembali pintu kamar dan berjalan kembali ke kamarnya dengan detak jantung yang berdebar kencang dan wajah memerah karena malu.


"Akhh...! Malu sekali...!! ingin rasanya aku menggali lubang dan bersembunyi di dalamnya." batin Se Se.


Yu tersenyum melihat tingkah tuannya. Dia mengikuti tuannya sejak tadi dan melihat wajah tuannya yang memerah setelah keluar dari kamar Se Se.


Long Jing Di mengundang Raja Wei dan Se Se untuk makan bersama, sebagai bentuk Terima Kasih atas bantuan mereka yang sudah menyelesaikan masalah kekeringan di kota Jinan.


Suasana canggung terasa di antara Raja Wei dan Se Se, mereka saling menghindar dan tidak bertatap muka. Yu menyadari hal itu namun berbeda dengan Tuan Long.


"Nona Flo, anda sangat berjasa bagi kami. Jika bukan karena Nona, mungkin saat ini kami akan mati kekeringan." puji Long Jing Di.


"Tuan Long terlalu memuji, saya hanya kebetulan menemukan tempat itu saja. Bukan saya yang menghancurkan batu itu. Itu adalah kerja keras dari para pengawal." jawab Se Se merendah.


"Yang Mulia, Terima Kasih untuk bantuan Anda. Saya akan selalu mengingat jasa ini!" ucap Long Jing Di pada Raja Wei.


"Tidak perlu, saya hanya melakukan tugas yang diberikan oleh Yang Mulia Kaisar!" jawab Raja Wei tegas.


"Ehemm... Ehemmm... Yang Mulia, apakah nona ini adalah calon permaisuri Anda?" tanya Long Jing Di sambil melihat Se Se.


"Bukan!!!" jawab mereka serentak dengan suara meninggi.


Raja Wei dan Se Se saling menatap dan kemudian membuang muka.

__ADS_1


Yu yang berdiri di belakang Raja Wei menahan tawanya melihat tingkah laku tuannya yang semakin kekanakan.


Pagi hari berikutnya mereka melakukan perjalan kembali ke Ibu Kota. Rakyat Kota Jinan menunggu di depan pintu gerbang kediaman Long Jing Di.


Mereka berlutut saat melihat pintu itu terbuka, Raja Wei dan Se Se keluar dari pintu itu dengan kuda mereka. Melihat pemandangan di depannya membuat Se Se terharu.


Semua rakyat itu berlutut di sana untuk ber-Terima Kasih kepada Raja Wei dan Se Se. Seorang anak kecil melangkah maju ke depan Se Se dengan membawa sebuah mahkota dari karangan bunga.


Se Se berjongkok di depan anak itu dan mengenalinya. Itu adalah anak pertama yang dia selamatkan dari wabah.


Gadis itu tersenyum dan memeluknya kemudia dia berkata, "Hiduplah dengan sehat selamanya, jangan sakit dan jangan menderita lagi."


Anak itu memakaikan mahkota bunga di kepala gadis itu. Dia berkata, "Terima Kasih kakak cantik, aku akan menikah dengan kakak jika sudah besar nanti."


Se Se tertawa lucu mendengarnya, namun Raja Wei menatap anak itu dengan wajah masamnya. Yu hanya tertawa menatap anak itu.


...********...


Dalam perjalan pulang yang memakan waktu lama itu, mereka beristirahat di sebuah penginapan. Penginapan itu di kelola oleh suami istri yang sudah berusia senja.


Se Se menatap Yu dan Raja Wei secara bergantian, memberi kode untuk tidak menyentuh makanan itu. Mereka kembali ke kamar dengan perut kosong.


Tengah malam di saat semua rombongan sudah tertidur pulas, pasangan pemilik kediaman itu melancarkan niat jahatnya.


Satu persatu kamar mereka di buka dan di geledah secara diam-diam. Rombongan itu tertidur dengan pulas, karena makanan yang mereka makan mengandung obat tidur. Obat itu bisa membuat mereka tertidur hingga pagi hari tanpa terbangun.


Mereka masuk ke kamar yang di tempati Se Se, Kedua pasangan itu mengikat kedua tangan dan kakinya. Se Se membiarkan mereka membawanya ke sebuah ruang bawah tanah. Di sana banyak gadis-gadis yang dikurung dan disekap.


Saat kedua orang itu pergi, Se Se membuka matanya dan melihat ruangan gelap itu penuh gadis-gadis muda yang terikat tangan dan kakinya, termasuk dirinya yang saat ini sedang terikat.


Dia mengeluarkan belatinya dan memotong tali yang mengikatnya dengan mudah. Se Se mulai membuka tali gadis-gadis terkurung di sana. Mereka berada di dalam sebuah ruangan gelap dengan pintu besi yang seperti ruangan penjara dan beberapa rantai mengunci pintu itu.


Se Se membuka pintu itu dengan belati yang ada di tangannya. Dia sudah mahir membuka kunci gembok dan kunci pintu dengan menggunakan sebuah belati atau benda tajam lainnya.

__ADS_1


Raja Wei menangkap kedua pasangan itu. Dia segera menyusul Se Se yang ada di bawah tanah, Raja Wei masih merasa khawatir pada gadis itu walaupun sudah tau kemampuan bertarungnya.


Sebelum Raja Wei masuk ke ruang bawah tanah, dia melihat gadis itu sudah keluar dari sana dengan membawa banyak gadis-gadis lain.


Mereka mulai mencari tau apa yang dilakukan oleh pemilik penginapan.


"Katakan, apa yang akan kalian lakukan dengan gadis-gadis ini?" tanya Raja Wei.


"....."


Kedua pasangan itu tidak menjawab. Raja Wei kembali bertanya, "Apa yang kalian lakukan dengan menculik banyak gadis muda?"


"......"


Mereka masih diam saja dan menutup rapat mulutnya.


Raja Wei kehilangan kesabarannya. Dia mencabut pedangnya dan mengarahlan pedang itu ke leher pria tua.


"Katakan, apa rencana kalian?" ucap Raja Wei sambil mengancam.


"....."


Tiba-tiba sebuah anak panah meluncur dan menancap di jantung pria itu, disusul dengan anak panah lainnya yang menancap di jantung wanita tua.


Yu segera mengejar orang yang memanah anak panah, namun gerakan yang sangat cepat dan jarak yang jauh membuatnya berhasil kabur.


Para gadis di interogasi oleh Yu, mereka mengaku telah berada di sana selama 3 hari dan ada yang sudah 7 hari.


Ada beberapa pria yang akan datang untuk menawar dan membeli mereka. Gadis yang dibeli akan dikembalikan dalam keadaan yang sangat mengerikan.


Tubuh gadis yang dibeli akan dicambuk dan banyak bekas pelecehan di tubuhnya. Ada beberapa gadis yang menjadi gila.


"Lalu dimana gadis-gadis itu sekarang?" tanya Se Se penasaran.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2