The Princess Story

The Princess Story
Ep 218. Li En Chi


__ADS_3

"Apa kau tuli? Aku menyuruhmu untuk kemari!" bentak Long Au Ping.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menikamnya dengan pisau ini?" batin Cu Ye Lie yang tengah meraba pisau belati di balik lengannya.


Long Au Ping yang kehilangan kesabaran segera berdiri dan berjalan ke arah Cu Ye Lie. Dia menarik lengan Cu Ye Lie dengan kasar menuju ke arah ranjang.


Cu Ye Lie yang berbadan kecil tentu saja tidak dapat melawan kekuatan tubuh pria berbadan besar seperti Long Au Ping. Tubuhnya dijatuhkan ke atas ranjang dan entah sejak kapan Long Au Ping telah menekan tubuh Cu Ye Lie yang masih tenggelam dalam pikirannya.


Saat tersadar, bibir Cu Ye Lie telah dilumat habis oleh Long Au Ping. "Jijik dan mual", hanya kedua kata itu yang bisa dirasakan oleh Cu Ye Lie. Dia meronta berusaha melepaskan diri dari Long Au Ping. Namun usahanya sia sia saja karena tubuh berat Long Au Ping tidak dapat digerakkan oleh kekuatan tubuh kecil dari Cu Ye Lie.


Puas bermain dengan bibirnya, Long Au Ping berusaha membuka pakaian Cu Ye Lie. Satu persatu kain ditubuh Cu Ye Lie dilepaskan dengan cekatan. Memang si mesum tua ini sudah terbiasa memaksa wanita muda untuk disetubuhi sehingga dia tidak kesulitan membuka pakaian mereka.


"Lepaskan! Lepaskan aku!" pinta Cu Ye Lie sambil menangis ketakutan.


"Lagi!! Menjeritlah lagi! Aku akan lebih puas jika mendengar suara indah ini!" ucap Long Au Ping.


Tangannya mulai meremas kedua bakpau Cu Ye Lie yang terasa lembut namun berisi, bibirnya yang indah membuat Long Au Ping tidak tahan untuk memakannya lagi.


Cu Ye Lie panik, belati yang ada di balik lengan pakaiannya kini terjatuh ke lantai. Dia bahkan tidak sempat mengambil belati itu sebelum pakaiannya di lempar oleh Long Au Ping.


"Ada racun di ujung kuku nona, gunakan itu saat nona terdesak!" Cu Ye Lie mengingat kata kata dari pelayan saat menghias dirinya.


Cu Ye Lie masih ragu untuk membunuh meskipun saat ini dia sangat jijik dengan Long Au Ping yang tengah membasahi tubuhnya dengan air liur dari mulutnya yang berbau itu.


Long Au Ping membuka kedua kaki Cu Ye Lie, dengan mata berbinar dia melihat mahkota yang masih tersegel rapat. Salah satu jari Long Au Ping di selipkan ke dalam liang mahkota Cu Ye Lie.

__ADS_1


"Ahhh!"


Cu Ye Lie merintih kesakitan, tangan kasar Long Au Ping terus mengaduk isi di dalam mahkotanya, bercak darah terlihat di kain putih yang menjadi sandaran bawah tubuh Cu Ye Lie.


"Bajingan! Mati saja kau!" teriak Cu Ye Lie sambil mencakar wajah Long Au Ping yang berada tepat di atasnya.


Long Au Ping yang kehilangan kendali karena rasa sakit di wajahnya langsung menampar Cu Ye Lie berkali kali. Wajah Cu Ye Lie membengkak, darah segar terlihat di ujung bibirnya.


Melihat kondisi Cu Ye Lie, Long Au Ping semakin bergairah. Dia melepas celana, mengeluarkan rudal yang sejak tadi telah siap meluncur. Dengan satu hentakan kasar dia tancapkan rudal itu ke dalam tubuh Cu Ye Lie yang masih meringis kesakitan.


"Plak plak plak!"


Masih sambil memukul dan menampar wajah serta tubuh Cu Ye Lie, Long Au Ping terus memompa tubuhnya maju mundur mengikuti hasratnya. Gairah nya semakin tinggi melihat Cu Ye Lie kesakitan dan menangis.


Long Au Ping terjatuh ke bawah lantai, dia memegang dadanya yang dipenuhi bulu bulu bergelombang. Dari lubang hidung, telinga, mulut dan matanya keluar darah. Tidak lama kemudian Long Au Ping berhenti bernafas dengan kedua mata yang masih terbuka lebar.


Cu Ye Lie yang masih ketakutan dan kesakitan mencoba bangkit dari posisi tidurnya. Dia memungut pakaian yang ada di lantai dan segera memakai dengan acak acakan. Melihat Long Au Ping yang telah menjadi mayat, rasa lega dan takut muncul secara bergiliran.


Lega karena akhirnya dia bebas dari nafsu buas Long Au Ping dan takut karena dirinya telah membunuh seorang manusia, meskipun yang dia bunuh hanya manusia bejat. Cu Ye Lie mencari belati yang ada di balik pakaian, dia mengeluarkan dan kemudian menggenggam erat belatinya sebelum keluar dari kamar.


"Ehm!!!"


Seseorang menutup wajah Cu Ye Lie segera setelah dia keluar dari kamar. Cu Ye Lie di bawa ke sebuah ruangan bawah tanah yang berisi banyak gadis muda yang terkurung di dalam penjara. Tangan dan kaki dari gadis gadis itu terikat, tidak sedikit yang tubuhnya dipenuhi luka luka bekas cambuk dan luka bakar.


Penutup wajah Cu Ye Lie di lepas, dia melihat sosok perempuan yang ada di depannya. Sosok perempuan yang memberikan pisau dan racun kepadanya.

__ADS_1


"Diamlah di sini, aku telah menghilangkan jejak racun yang ada di kuku jarimu. Tidak ada orang yang akan tau penyebab kematian monster tua itu. Tunggulah sebentar di tempat ini, kalian akan segera dikeluarkan dari neraka ini." ucap si pelayan sambil berjalan keluar.


"Kenapa? Kenapa anda membantu saya? Saya bahkan tidak mengenal anda." ucap Cu Ye Lie.


"Li En En. Nama saya Li En En. Saya tidak membantu nona, yang saya bantu adalah diri saya sendiri." ucap Li En En tanpa berbalik.


"Nona Li En En membantu kami semua di sini." ucap salah satu wanita yang berada di satu ruangan bersama Cu Ye Lie.


"Anda mengenal Nona Li En En?" tanya Cu Ye Lie.


"Ya, dia adalah kakak dari korban yang pernah di bawa kemari. Adiknya bernama Li En Chi. Gadis malang itu meninggal seminggu setelah dibawa ke tempat ini. Li En En datang untuk membalaskan dendam Li En Chi, dia telah menunggu dalam waktu yang sangat lama untuk membunuh Long Au Ping."


Cu Ye Lie melihat kedua tangannya, tangan yang gemetaran itu terlihat penuh darah. Tentu saja itu hanya khayalan dari Cu Ye Lie yang merasa ketakutan karena ini pertama kalinya dia membunuh manusia.


"Apa anda baik baik saja Nona?"


Cu Ye Lie tersentak mendengar suara dari wanita yang berada di sampingnya, secara cepat dia menurunkan dan menyembunyikan kedua tangannya di belakang punggung.


"Saya baik baik saja." jawab Cu Ye Lie sambil melirik ke arah lain berusaha menyembunyikan ketakutannya.


"Tidak ada orang yang akan baik baik saja setelah menerima perlakuan kasar dari Long Au Ping. Meskipun berat, bertahanlah sedikit lagi. Semua wanita yang ada di sini sedang menunggu bantuan dari seorang teman yang telah kabur lebih dulu. Semoga dia berhasil mendapatkan bantuan untuk menyelamatkan semua orang yang ada di sini."


"Bantuan?" tanya Cu Ye Lie sambil mengerutkan alisnya.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2