
FLASHBACK
Ye Yuan membawa keponakannya pergi ke pasar malam, dia di temani oleh Ling Er dan Ye Lie. Ye Yuan juga membawa beberapa pengawal yang menyamar dengan pakaian rakyat biasa.
Huo Feng terus memperhatikan Ye Yuan sejak pria itu berada di kediaman Raja Wei. Ye Yuan menyadari ada orang yang sedang mengawasinya, namun dia memilih untuk mengabaikan hal itu karena Ye Yuan tidak merasakan adanya niat jahat dari Huo Feng.
Huo Feng menatap ke arah Ye Yuan sambil bergumam, "Kakak dari pemilik kekuatan suci... Kenapa bisa seperti ini? Benar-benar aneh!".
Sementara itu beberapa pria berwajah sangar dan berpenampilan seperti bandit tengah mengawasi anak anak yang di bawa oleh Ling Er dan Ye Lie.
Seorang pria yang berkepala botak memakai bahasa isyarat dengan tangan, dia menyuruh rekannya untuk memisahkan Ling Er dan Ye Lie.
Penjual permen kapas yang juga merupakan salah satu rekan mereka menghalangi jalan Ye Lie dan Ling Er. Pria itu menawarkan permen kepada anak-anak yang berjalan bergandengan.
"Ling, aku mau ini!" pinta Han Ze Xin dan Han Ze Xia bersamaan.
"Tidak boleh, Permaisuri sudah berpesan untuk tidak membelikan permen untuk anda berdua." jawab Ling Er sambil menggeleng kepala.
"Tapi aku sudah lama sekali tidak makan permen." keluh Han Ze Xia dengan wajah sedih.
"Tetap tidak boleh, Putri tidak perlu berpura-pura sedih seperti itu, saya tidak akan membelinya meskipun anda menangis." ucap Ling Er.
Ling Er sangat mengerti sifat Putri Han Ze Xia selalu berpura-pura sedih dengan wajah imutnya itu. Berkat bakat itu, Han Ze Xia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Wajah lucu dan imut merupakan senjata andalan Han Ze Xia untuk meluluhkan hati semua orang.
Han Ze Xia berlari menjauh dari Ling Er karena ngambek permintaannya tidak dikabulkan. Ling Er berusaha mengejar, dia melupakan dua Pangeran yang masih ada di sana.
Ye Lie meminta kedua Pangeran untuk menunggu Ling Er disana, namun kedua Pangeran ikut berlarian karena merasa senang bisa keluar dari kediaman.
Ye Lie kebingungan memantau kedua Pangeran yang berlari ke arah yang berbeda.
__ADS_1
"Kamu ikuti Pangeran Ze Xin, aku akan menjaga Ze Yin." ucap Ye Yuan kepada Ye Lie.
Gadis itu pun mengangguk menuruti perintah Ye Yuan. Setelah berpencar, target pertama yang menjadi incaran para bandit adalah Ling Er dan Han Ze Xia.
Beberapa bandit mengikuti langkah Han Ze Xia, mereka menarik paksa anak kecil itu ke sebuah lorong sepi dan gelap. Ling Er ketakutan ketika melihat Putri mereka di culik. Dia segera berlari ke lorong gelap itu untuk mengejar para penculik. Namun ternyata pria tinggi besar itu tengah menunggu Ling Er di dalam sana.
Ling Er tentu tidak dapat melawan pria besar itu, dia juga menjadi korban penculikan. Mereka di kurung di dalam satu ruangan, Han Ze Xia menatap mata Ling Er yang ketakutan, anak kecil itu tiba-tiba bernyanyi. Putri imut itu menyanyikan lagu yang biasa dinyanyikan oleh Se Se untuknya. Mendengar lagu itu membuat Ling Er tenang, rasa takutnya ikut memudar.
Sementara itu Ye Lie dan Han Ze Xin sedang dikelilingi oleh para bandit. Ye Lie memeluk erat bocah itu, menghalangi bandit untuk melukainya.
Pria yang di panggil Ma diam-diam mendekat dari belakang Ye Lie, dengan cepat dia memeluk tubuh ramping Ye Lie. Wanita itu meronta, mencoba melepaskan diri. Namun tubuh kecilnya tidak bisa melawan kekuatan besar Ma.
Mereka berdua di bawa ke ruangan yang sama dengan Ling Er dan Han Ze Xia. Ye Lie merasa menyesal karena tidak dapat melindungi tuan kecilnya itu dengan baik, begitu pula Ling Er yang saat ini menangis begitu melihat Ye Lie.
"Hey, kalian ribut sekali!" ucap Han Ze Xia dan Han Ze Xin bersamaan.
"Maafkan kami Putri dan Pangeran!" ucap Ye Lie dan Ling Er dan mereka pun kembali menangis sambil berpelukan.
**Han Ze Xin \= Putra pertama Raja We**i*
Han Ze Xia \= Putri pertama Raja Wei, kembaran Han Ze Xin
Han Ze Yin \= Putra kedua Raja Wei.
Pengawal yang dikirim oleh Raja Wei terpisah begitu saja, mereka panik sejak melihat anak-anak berlarian ke arah yang berbeda. Kejar-kejaran yang tidak di rencanakan itu membuat mereka lalai. Apalagi beberapa bandit dengan sengaja mengecoh penglihatan mereka dengan menyuruh anak-anak jalanan ikut berlarian menabrak pria-pria yang sedang dibingungkan itu. Jejak Pangeran dan Putri lenyap sebelum mereka menyadarinya.
Ye Yuan merasakan tatapan jahat dari berbagai arah, para bandit yang mengincarnya mulai melancarkan aksi jahat mereka.
Ye Yuan menatap ke berbagai arah, mencari keberadaan pengawal yang melindungi mereka, namun dia tidak melihat satupun pengawal mereka yang ada didekatnya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan di situsi ini? Aku akan kesulitan bertarung sambil membawa Han Ze Xin." pikir Ye Yuan.
Beberapa bandit mulai mendekati Ye Yuan, pria itu bersiap dengan menarik keluar pedangnya.
"Apa mau kalian?" tanya Ye Yuan.
"Serahkan anak itu kepada kami!" jawab salah satu pria berpakaian hitam.
"Apa kalian tau siapa anak ini?" tanya Ye Yuan untuk memastikan apakah para bandit dikirim oleh seseorang atau mereka hanya memilih target secara acak.
"Apakah kami harus tau siapa anak itu? Siapapun bocah itu, dia hanya akan berakhir di tempat perbudakan!" jawab pria itu.
"Mereka hanya bandit yang menculik anak-anak untuk dijual, bukan orang yang ingin menargetkan Raja Wei." batin Ye Yuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Se Se yang masih belum dikabari jika ketiga anaknya menghilang saat ini masih berada di dalam kamarnya. Meski sudah berhari-hari, tubuhnya yang lemah belum sepenuhnya pulih.
Se Se mendengar suara langkah kaki sekelompok orang yang berlari dengan terburu-buru.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Se Se dalam pikirannya.
Dia berusaha bangkit dari kasur, perlahan Se Se mengerahkan kekuatannya untuk mengangkat tubuhnya. Setelah berhasil berdiri, wanita itu berjalan pelan ke arah pintu keluar.
Setelah keluar dari kamar, Se Se menatap ke arah pintu ruang kerja Raja Wei yang terbuka.
"Kenapa pintu itu terbuka tanpa penjaga? Apakah terjadi sesuatu?" pikirnya.
Ruang kerja Raja Wei biasanya selalu di jaga oleh dua orang penjaga pintu. Dokumen penting yang ada di dalam dilarang untuk diperlihatkan kepada orang lain. Itu sebabnya Raja Wei selalu memberi perintah kepada penjaga untuk melindungi ruang kerjanya.
__ADS_1
"Apakah ada hal buruk yang terjadi?" gumam Se Se sambil menatap ruang kerja Raja Wei.
^^^BERSAMBUNG...^^^