The Princess Story

The Princess Story
Ep 181. Firasat buruk


__ADS_3

"Bawa wanita ini pergi!" perintah Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab pengawal serentak.


Dua orang pengawal menarik paksa Su Li Ching dan membawa wanita itu keluar dari kediaman. Yuan Yi Zhun hanya menggelengkan kepala melihat perbuatan wanita gila itu.


Setelah kepergian tamu, semua pengawal memberi hormat dan mengucapkan selamat pulang kembali kepada Permaisuri mereka. Anggota Pasukan Elang juga memeluk Ti Liu yang telah lama meninggalkan mereka tanpa jejak.


Se Se meminta mereka menyiapkan makanan untuk Ti Liu karena dia tahu teman perjalanan panjangnya itu pasti kelaparan.


Se Se berjalan ke ruang kamar untuk melihat bayi bayi nya, Raja Wei mengikuti langkah Se Se dari belakang. Meskipun istrinya tidak mengucapkan kata kata, Raja Wei tahu bahwa gadis itu sedang marah pada nya.


"Bayi bayi ku, ibu sangat merindukan kalian." ucap Se Se setelah masuk ke kamar sambil memeluk ketiga bayi nya.


Selesai mengecup dan memeluk puas bayi nya, Se Se melepaskan pakaian dan merendam tubuhnya ke dalam kolam mandi yang berada di belakang tempat tidur.


Dia merasa sangat lelah dan tidak bertenaga setelah berhari hari melakukan perjalanan panjang, dia bahkan tidak makan dengan teratur karena ingin cepat sampai di kediaman.


Se Se memejamkan mata menikmati air hangat yang di penuhi dengan aroma bunga persik kesukaan nya.


"Aku bersusah payah dalam perjalanan agar segera sampai, tapi yang aku dapatkan saat kembali ke sini adalah suami ku yang sedang memeluk wanita lain. Seharusnya aku singgah makan dulu di restoran saat Liu mengatakan dia lapar tadi. Dengan begitu aku tidak akan melihat Xuan memeluk wanita lain di depan ku." batin Se Se.


Raja Wei menatap istri nya yang sedang berendam di air tanpa perduli akan kehadiran nya, dia melepaskan pakaian dan topeng wajah nya, kemudian ikut masuk ke dalam kolam.


Raja Wei memeluk tubuh istrinya, dia mengecup kening dan kedua pipi nya dengan lembut.


"Istri ku, apa kamu sedang mengabaikan ku?" tanya Raja Wei.


"Menjauh lah, aku tidak ingin melihat mu saat ini!" jawab Se Se.


"Kenapa kamu bersikap seperti ini setelah satu tahun kepergian mu? Apakah kamu tidak merindukan suami mu ini?" tanya Raja Wei sambil mengeratkan pelukan nya.


"Apakah aku harus mengatakan dengan jelas alasan kenapa aku mengabaikan mu?" ucap Se Se dengan nada dan tatapan dingin.


"Maaf, aku hanya tidak ingin menimbulkan masalah. Jika wanita itu jatuh dan keguguran di kediaman ini, keluarga nya akan membuat masalah dengan kita. Maafkan aku karena sudah memeluk tubuh wanita lain." ucap Raja Wei.


Se Se menatap mata Raja Wei yang saat ini terlihat memerah seolah menahan air mata, dia mengelus wajah suami nya yang terlihat tidak terurus dan kemudian mengecup bibir pemuda itu.

__ADS_1


"Maaf, aku sudah pergi terlalu lama. Aku sangat merindukan mu, Xuan..." ucap Se Se.


"Aku juga merindukan mu, Permaisuri." jawab Raja Wei.


Raja Wei mencium bibir gadis yang sudah lama di rindukan nya, gadis itu membalas ciuman dari Raja Wei yang terasa menggairahkan. Sudah lama Raja Wei menahan hasratnya sejak kepergian Se Se dari kediaman, kali ini dia akan memuaskan hasrat nya itu meski harus meninggalkan pekerjaan penting yang belum selesai.


"Aku menginginkan mu, sayang!" ucap Raja Wei.


Se Se hanya mengangguk dan meneruskan ciuman mereka. Meskipun masih kesal karena melihat wanita lain memeluk tubuh suami nya, saat ini dia hanya ingin memuaskan kebutuhan suami nya yang telah lama dia tinggalkan sendirian.


"Xuan..."


"Hmm?"


"Aku mencintai mu!" ucap Se Se.


Raja Wei menghentikan aksi nakalnya yang sedang menikmati kulit tubuh istrinya yang mulus, dia menatap mata gadis itu dan kemudian bertanya, "Apa yang terjadi selama kepergian mu?"


"Tidak terjadi apa-apa, tapi aku sudah mengetahui tentang ibu dan nenek ku di masa lalu." jawab Se Se.


"Lalu kenapa kamu tiba tiba kamu berkata 'Aku mencintai mu?' Kata kata itu, di masa lalu kamu tidak pernah mengatakan nya lebih dulu." ucap Raja Wei dengan wajah gelisah.


"Aku juga mencintai mu, Se Se." jawab Raja Wei.


"Ada apa dengan firasat buruk ini? Kenapa dia bertingkah seperti ini?" batin Raja Wei.


Setelah berkali kali memuaskan kebutuhan batin nya, Raja Wei membawa tubuh Se Se keluar dari kolam dan mengeringkannya dengan kain bersih. Dia memakaikan kembali pakaian istrinya dan membawanya ke tempat tidur.


"Istirahat lah lebih dulu, aku masih ada pekerjaan." ucap Raja Wei setelah mengecup kening istri nya.


Se Se yang memang sudah kelelahan akhirnya tidur lelap tanpa menjawab ucapan dari Raja Wei, pria itu tersenyum melihat wajah istrinya yang kelelahan. Dia bersyukur gadis kecilnya kini telah kembali.


"Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan kamu pergi kemana mana tanpa diri ku! Aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama." batin Raja Wei.


Raja Wei pergi meninggalkan kamar, dia kembali ke ruang kerja setelah meminta Yu untuk memanggil Ti Liu.


"Liu, apa yang terjadi selama satu tahun ini?" tanya Raja Wei.

__ADS_1


"Kami hanya pergi selama beberapa hari, tapi di sini telah lewat satu tahun." jawab Ti Liu.


Rana Wei mengerutkan kening, "Kami?" ucap Raja Wei dengan wajah kesal.


"Maksud saya, saya dan Permaisuri." jawab Ti Liu.


"Apakah beberapa hari ini kamu menjadi sangat dekat dengan Permaisuri hingga berani menyebut kata kami?" tanya Raja Wei dengan perasaan cemburu.


Raja Wei memang sangat posesif jika menyangkut masalah Se Se, dia tidak suka ada pria lain yang dekat dengan istrinya meskipun itu hanyalah hubungan pelayan dan majikan.


"Maaf Yang Mulia, saya yang telah salah berkata." jawab Ti Liu.


"Katakan pada ku apa saja yang terjadi selama kalian pergi!" perintah Raja Wei.


Ti Liu mulai menceritakan semua hal yang telah dia lalui bersama Se Se, namun dia melewatkan satu hal, yaitu ketika mereka datang ke kediaman Raja Wei di saat pria itu masih berumur 10 tahun.


Ti Liu sengaja merahasiakan hal itu akrena menurut Ti Liu sebaiknya Permaisuri sendiri yang mengatakan tentang hal itu kepada Raja Wei.


"Apa itu saja hal yang kalian lakukan di masa lalu?" tanya Raja Wei.


"Ya, Permaisuri segera kembali ke sini setelah kembali ke masa ini. Beliau bahkan menahan rasa lapar dan lelah agar bisa segera sampai di kediaman." jawab Ti Liu.


"Kamu boleh kembali ke kamar, kamu juga pasti sangat lelah menemani Permaisuri selama perjalanan. Terima kasih sudah melindungi Permaisuri dan Terima kasih telah membawanya kembali ke sini." ucap Raja Wei.


Ti Liu memberi hormat sebelum meninggalkan ruangan itu. Dia menutup pintu ruangan setelah keluar, dalam hati dia merasa lega karena majikan nya tidak marah atas keterlambatan nya kembali ke kediaman.


"Apa yang harus ku lakukan untuk segera menyingkirkan wanita gila itu?" batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2