The Princess Story

The Princess Story
Episode 259


__ADS_3

"Pria ini tampak sangat gugup, mungkin sebaiknya aku membiarkan dia menenangkan diri sebentar sebelum berbicara dengannya." batin Se Se.


Namun tanpa disangka pria itu langsung berdiri, dia memberi hormat kepada Se Se. Kemudian dia berkata, "Yang Mulia, terima kasih karena anda sudah mengobati luka saya."


"Apa kamu sudah siap berbicara denganku?" tanya Se Se.


"Ya, maafkan saya karena sudah membuang banyak waktu Yang Mulia." ucap Max.


"Tidak apa-apa. Pertama, sebutkan siapa dirimu!" ucap Se Se dengan wajah serius.


"Nama saya Max, saya adalah pengawal dari Pangeran Yohanes yang saat ini menjadi buronan." ucap Max tanpa ragu-ragu.


"Aku sudah bertekad untuk menyerahkan diri, aku tidak boleh berhenti di tengah jalan. Jangan takut, cepat atau lambat masalah ini memang harus aku hadapi. Lebih baik aku menyerahkan diri sebelum menjadi target buronan selanjutnya." benak Max.


"Pengawal Pangeran Yohanes? Apakah kamu ditugaskan untuk membunuhku?" tanya Se Se.


"Tidak Yang Mulia, saya datang untuk menyerahkan diri." ucap Max.


"Apa maksudmu? Kamu ingin menyerahkan diri karena kamu adalah pengawal Pangeran Yohanes?" tanya Se Se yang bingung dengan pernyataan Max.


"Pangeran Yohanes sudah mati, dan saya..." Max ragu untuk meneruskan kalimatnya.


"Jika pria itu sudah mati, seharusnya kamu melarikan diri, bukannya malah menyerahkan diri. Sekarang katakan apa tujuanmu yang sebenarnya!" ucap Se Se dengan wajah serius.


Max menghela napas panjang, dia merasa sangat gugup dan takut, namun dia mencoba menenangkan hatinya agar tidak membuat kesalahan di depan Permaisuri.


"Saya datang untuk menyerahkan diri karena saya yang telah membunuh Pangeran Yohanes." ucap Max.


"Apa kamu dapat membuktikan ucapanmu?" tanya Se Se.

__ADS_1


Max mengangguk, ia kemudian menjawab, "Ya, saya memiliki kepala Pangeran Yohanes."


"Apa aku sudah salah menilainya? Bagaimana bisa seorang pengawal membunuh Tuan yang seharusnya dia lindungi?" batin Se Se.


"Apa kamu sadar kesalahan sebesar apa yang telah kamu lakukan?" tanya Se Se.


"...."


Max terdiam, dia tentu saja tau apa kesalahan yang sudah dia perbuat. Namun dia tidak memiliki pilihan lain, jika waktu bisa dikembalikan ke saat itu, Max masih akan tetap memilih pilihan yang sama.


"Aku akan melindungi wanita yang aku cintai meskipun harus membayar dengan nyawaku." benak Max.


"Max, aku tidak tau kenapa kamu melakukan itu, tapi aku yakin kamu pasti memiliki alasan yang kuat. Jadi apa tujuanmu datang kesini? Apakah kamu perlu seseorang untuk menutupi kesalahanmu? Atau kamu perlu seseorang dengan pangkat yang tinggi untuk melindungi nyawamu dari hukuman mati?" tanya Se Se secara langsung.


"Tidak bisa dipungkiri lagi, Permaisuri Raja Wei benar-benar seorang wanita yang cerdas. Dia bahkan sudah menebak dengan tepat alasanku datang kemari." batin Max.


Karena Max tidak menjawab, Se Se kembali bertanya. "Kamu ingin memohon agar nyawamu diselamatkan?"


Se Se menatap Max, dalam pikirannya dia berkata, "Pria ini, aku yakin dia tidak akan membunuh Yohanes jika bukan karena terpaksa."


"Kenapa kamu membunuh Pangeran Yohanes?" tanya Se Se.


Max menundukkan wajahnya, dia mengingat kembali perlakuan Pangeran Yohanes terhadap Li Ying. Max memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Se Se agar wanita itu mau memberikan uluran tangannya.


"Apakah selama ini Tuan mu memperlakukan kalian seperti itu?" tanya Se Se penasaran.


Max mengangguk, dia kembali menceritakan perilaku Pangeran Yohanes yang tidak diketahui oleh orang lain.


"Pangeran Yohanes selalu menyiksa kami jika ada hal yang tidak berjalan lancar sesuai keinginannya. Tak jarang, saya juga diberi hukuman cambuk jika tidak menyelesaikan tugas dengan baik. Mohon maafkan kekasaran saya Yang Mulia." ucap Max, pria itu melepaskan pakaian yang dia kenakan.

__ADS_1


Se Se menatap tubuh Max dengan mata yang terbelalak, tidak ada satu inchi pun kulit yang masih mulus di tubuh pria itu selain kaki, tangan dan wajahnya yang tidak bisa ditutupi oleh pakaian.


"Benar-benar bajingan brengsek yang gila!" pikir Se Se.


"Max, pakai kembali bajumu!" perintah Se Se.


"Maafkan saya Yang Mulia." ucap Max sambil memakai kembali pakaiannya.


"Kenapa kamu menahannya selama ini?" tanya Se Se.


"Saya tidak punya pilihan, saya sudah bekerja keras untuk menjadi prajurit yang kuat. Namun suatu hari, tiba-tiba saja saya mendapatkan posisi sebagai pengawal Pangeran Yohanes. Saya tentu saja tidak menolak karena saat itu saya masih berpikir jika Pangeran Yohanes adalah orang yang baik.


Ketika saya sadar jika apa yang saya yakini itu salah, sudah terlambat untuk mengundurkan diri. Pria itu, dia membunuh semua pelayan dan pengawal yang tidak lagi bekerja untuknya. Dia membungkam mereka semua agar tidak ada yang menyebarkan kekejamannya." jawab Max.


"Aku akan memikirkan cara untuk menyelamatkan nyawamu, tapi dengan satu syarat." ucap Se Se.


"Apa syaratnya Yang Mulia?" tanya Max.


"Kamu tidak diijinkan kembali ke negara asalmu. Kamu harus tinggal dan menetap di negara ini!" ucap Se Se.


Max terkejut mendengar syarat yang diajukan oleh Se Se, dia tidak menyangka wanita itu akan membuat syarat yang menguntungkan dirinya dan Li Ying. Max memang tidak bisa kembali ke negaranya lagi, jika dia kembali kesana, dia pasti akan dihukum mati karena telah membunuh Pangeran Yohanes.


"Yang Mulia..." Max menatap Se Se dengan wajah yang kini di basahi oleh air mata. Pria itu menghapus air matanya dengan punggung telapak tangan. Dia kemudian melanjutkan ucapannya, "Sebelum saya kesini, saya selalu mendengar cerita orang-orang tentang anda. Permaisuri yang sangat baik hati dan selalu membantu orang lain tanpa melihat status mereka.


Tapi ketika saya menuju ke tempat ini, saya masih meragukan kebaikan anda yang diceritakan oleh orang-orang itu. Meskipun begitu, saya tetap memilih untuk menemui Yang Mulia karena tidak ada lagi pilihan yang lebih baik selain Yang Mulia.


Dan sekarang, saya sangat bersyukur. Saya sangat bersyukur sekali sudah mendatangi tempat ini dan sudah memilih Yang Mulia untuk menyelamatkan hidup saya. Saya tidak tau bagaimana cara untuk membalas budi anda. Tapi jika suatu hari nanti Yang Mulia membutuhkan bantuan saya yang rendahan ini, saya pasti akan membantu anda dengan senang hati. Terima kasih... Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia." ucap Max yang kembali meneteskan air mata.


"Beberapa hari ini, dia pasti sangat ketakutan. Ketakutan itu telah keluar bersama air matanya yang dia tumpahkan disini. Aku berharap dia akan bahagia bersama gadis itu, Li Ying. Semoga saja jalan hidup yang akan mereka tempuh selanjutnya akan lebih mudah. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menolong pria malang ini." benak Se Se.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2