
Se Se melangkah pergi meninggalkan Raja Wei dan Su Li An. Karena tidak tahu apa yang akan dia lakukan jika Raja Wei melihat nya di sana, dia memutuskan untuk melupakan saja hal ini dan segera pergi sebelum Raja Wei terbangun.
Su Li An membuka mata menatap kepergian Se Se dengan senyuman kemenangan di wajahnya. Perlahan dia melepaskan pelukan dari Raja Wei kemudian pergi meninggalkan pria itu.
Su Li An kembali ke tempat hiburan Mei Li Fang dengan hati yang gembira, dia merasa telah berhasil satu langkah untuk memisahkan Raja Wei dari Se Se.
Sementara itu Raja Wei yang baru terbangun dari tidur lelap nya tiba tiba saja meneteskan air mata. Dalam mimpi, Se Se meninggalkan dia dengan membawa ketiga anak anak nya dan pergi jauh dari Kerajaan Han.
Meskipun hanya mimpi, Raja Wei merasa sangat menderita ketika memikirkan Se Se akan meninggalkan nya sendiri. Raja Wei melanjutkan perjalanan nya untuk mencari Se Se, langkahnya terhenti ketika seseorang memanggil nya.
"Yang Mulia, Permaisuri telah di temukan." lapor salah satu anggota Pasukan Elang.
Raja Wei langsung tersenyum ceria ketika mendengar Se Se telah ditemukan. Dengan buru buru dia bertanya, "Di mana dia? Di mana Permaisuri saat ini?"
"Permaisuri telah kembali ke kediaman." jawab anggota Pasukan Elang itu.
"Ayo kita kembali...! Tunggu! Apa yang terjadi pada Permaisuri? Apakah dia baik baik saja? Apakah dia terluka?" tanya Raja Wei dengan wajah cemas.
"Permaisuri baik baik saja meskipun ada luka di bagian pundak nya, Permaisuri masih terlihat sehat dan nyawa nya tidak berada dalam bahaya." jawab anggota Pasukan Elang.
Wajah Raja Wei langsung lega mendengar jawaban dari anggota nya, dia segera kembali ke kediaman untuk bertemu dengan Se Se.
Sesampainya di kediaman, Raja Wei bergegas menuju ke kamar, dia melihat Se Se tidak berada di ruangan itu. Wajahnya kembali gelisah ketika mengingat mimpi buruknya tadi.
"Apakah dia akan pergi meninggalkan aku seperti dalam mimpi?" batin Raja Wei.
Terdengar suara percikan air dari kolam mandi, Raja Wei tersadar dari lamunan dan pergi menuju ke kolam mandi, hati nya terasa lega melihat Se Se sedang mandi di kolam.
"Sayang ...!" panggil Raja Wei.
Se Se mengarahkan pandangan mata nya ke arah Raja Wei, dia menatap pria itu dengan wajah dingin.
"Ada apa dengan nya? Kenapa dia menatap ku dengan wajah dingin seperti itu?" batin Raja Wei.
__ADS_1
Raja Wei turun ke kolam mandi dengan pakaian yang masih lengkap, dia segera memeluk Se Se dengan erat.
"Maaf, aku telah melakukan kesalahan. Maafkan aku ..." ucap Raja Wei.
"Kesalahan? Kesalahan apa yang dia maksud? Tidur dengan wanita lain? Menduakan hati nya?" muncul pertanyaan pertanyaan yang membuat gelisah di dalam hati Se Se.
"Xuan ... Apakah kamu memiliki wanita lain?" tanya Se Se.
"Aku akan mempercayai semua ucapan mu, tolong jawab 'Tidak'. Aku akan memaafkan semua hal yang telah berlalu, demi anak anak kita." batin Se Se.
"Apa yang sedang kau pikirkan? aku tidak akan pernah memiliki wanita lain selain kamu, Permaisuri. Hanya kamu ... satu satu nya wanita yang aku cintai. Hal itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun." jawab Raja Wei.
Se Se mulai menangis mendengar jawaban dari Raja Wei, hati nya terasa lega meskipun jawaban itu hanya lah kebohongan belaka untuk menenangkan hati nya.
"Xuan ... meskipun ini hanya kebohongan, aku berharap kebohongan ini akan terus berlanjut. Aku tidak akan sanggup kehilangan diri mu. Di dunia ini, hanya kamu satu satu nya orang yang memperlakukan aku dengan sangat baik hingga saat ini. Jika kamu meninggalkan aku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan di dunia yang asing ini." batin Se Se.
"Kenapa kamu menangis?" tanya Raja Wei.
Raja Wei menatap luka yang ada di pundak Se Se, dengan wajah cemas dia bertanya apa yang telah terjadi kepada nya selama dua hari ini.
Se Se menceritakan penculikan yang di lakukan oleh Su Guan Bin,dia juga menceritakan bahwa kediaman pria tua itu telah dia ledakkan hingga tak bersisa.
"Apa kamu terluka di tempat lain? Apakah pria tua itu melakukan hal aneh kepada mu?" tanya Raja Wei.
Se Se menggelengkan kepala, "Aku tidak terluka selain luka ini. Pria tua itu tidak sempat melakukan hal apapun kepada ku." jawab Se Se.
"Lalu kenapa wajah mu seperti ini? Kenapa kamu terlihat sangat sedih dan kecewa?" tanya Raja Wei.
"Aku hanya mengingat kenangan buruk yang terjadi beberapa hari ini." jawab Se Se sambil menundukkan kepalanya.
"Aku mengingat bagaimana tatapan mu saat melihat tubuh wanita itu, aku mengingat bagaimana pelukan hangat mu ketika memeluk tubuh wanita itu di hutan tempat kita bertemu." batin Se Se.
Raja Wei menghapus air mata yang masih mengalir di kedua sudut mata Se Se, dengan lembut dia mengecup seluruh wajah gadis itu.
__ADS_1
"Berhentilah menangis, hati ku terasa sakit melihat air mata mu." ucap Raja Wei.
"Aku juga merasa sakit, rasa sakit ini sangat sulit untuk dilupakan. Xuan ... Apa yang harus ku lakukan agar kamu tetap berada di sisi ku? Kenapa kamu harus menatap wanita lain? Apa kamu tahu betapa sakit dan perih hati ini saat mengetahui hal buruk yang telah kamu lakukan di belakang ku?" batin Se Se.
Air mata Se Se malah semakin deras, Raja Wei tidak mengerti apa yang sedang di tangisi oleh Permaisuri nya. Dia tidak mengetahui bahwa diri nya memeluk Su Li An saat berada di hutan, apalagi kejadian itu telah di lihat langsung oleh Se Se.
"Tolong berhentilah menangis, apa yang harus aku lakukan agar kamu berhenti menangis?" tanya Raja Wei.
Se Se hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan dari Raja Wei, pria itu semakin bingung dengan sikap Se Se yang pertama kali di lihatnya itu.
Gadis yang biasa nya jarang menangis untuk dirinya sendiri, saat ini dia sedang menangis dengan sangat sedih. Hati Raja Wei terasa teriris iris saat melihat air mata Se Se yang terus jatuh ke dalam air kolam.
"Aku harus melakukan sesuatu untuk menghentikan tangisan nya." batin Raja Wei.
Raja Wei mencium bibir Se Se, mereka berciuman selama beberapa waktu hingga napas kedua nya memburu. Perlahan ciuman itu turun ke leher gadis itu, tangan Raja Wei mulai bermain di area buah kembar yang menjulang tinggi di depan nya.
Suara desahan kini memenuhi seluruh ruangan itu, mereka berdua melepaskan rasa frustasi selama beberapa hari ini dengan saling bercumbu.
"Xuan ... Lagi!" ucap Se Se sambil menikmati ciuman Raja Wei di area sensitif nya."
Raja Wei tersenyum melihat gadis kecilnya kini sudah berhenti menangis, dia melanjutkan permainan dan mengikuti semua keinginan Se Se.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1