The Princess Story

The Princess Story
Ep 133. Pertemuan kembali


__ADS_3

Raja Wei dalam perjalanan menuju Kerajaan Langit, dia membawa Yu dan beberapa Pasukan Elang.


"Tolong...!"


"Tolong...!"


Suara teriakan minta tolong berasal dari depan rombongan Raja Wei, Pasukan Elang dengan siaga mengelilingi kereta kuda dan memasang waspada.


Yu mencari arah sumber suara dan melihat seorang gadis muda berlari ke arah rombongan.


"Yang Mulia, suara itu berasal dari seorang gadis yang tidak jauh dari depan kereta kuda kita. Apakah kita perlu menolongnya?" lapor Yu.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Raja Wei.


"Dua orang pria sedang mengejar nya." jawab Yu.


"Selamatkan gadis itu! Berhati-hatilah jangan sampai jatuh dalam jebakan." perintah Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.


Gadis itu tertangkap oleh pria yang sedang mengejarnya, mereka menjambak rambut gadis itu dan menyeretnya masuk ke dalam hutan pepohonan lebat.


Yu mengejar mereka bersama dua orang Pasukan Elang. Sesampainya di hutan, mereka membunuh dua pria yang menyeret gadis itu.


"Hiks... hikss... Tolong lepaskan saya, Tolong lepaskan kakak saya." ucap gadis kecil itu dengan suara bergetar dan menangis ketakutan.


"Nona, kami datang untuk menyelamatkan anda. Tenangkan diri anda!" ucap Yu.


Gadis kecil itu mengangkat wajahnya yang sejak tadi menunduk, dia segera berlutut saat menyadari pria dihadapannya adalah pengawal pribadi Raja Wei.


"Tuan, tolong selamatkan kakak saya! Mereka membawanya ke dalam sebuah gubuk. Hiks..." mohon gadis kecil itu sambil menangis.


"Gubuk mana yang anda maksud? Bawa kami ke sana." ucap Yu.


Gadis kecil itu segera berdiri dan membawa Yu beserta dua rekannya ke gubuk yang ada di tengah hutan.


"Brakkk!"


Yu menendang pintu gubuk, dia terkejut ketika melihat sosok gadis yang sedang di lecehkan oleh beberapa pria di dalam gubuk.


Yu dan dua rekannya membunuh semua pria yang ada di dalam gubuk. Seorang gadis menangis sambil meringkuk di atas tanah, tubuhnya penuh bekas luka dan gigitan dari pria-pria bejad yang telah memperkosanya.

__ADS_1


Yu melepaskan jubah luarnya, dia menutup tubuh gadis itu. Yu tidak menyangka gadis yang mereka lepaskan nyawanya harus menderita dan mendapat hinaan seperti ini.


Ya, gadis itu adalah putri dari Kaisar Zhou yang telah mereka bunuh beberapa hari yang lalu. Zhou Yi Thing dan Zhou Yi Mei.


Mereka berhasil menyelamatkan nyawa dan kehormatan Zhou Yi Mei namun kakaknya Zhou Yi Thing telah digilir oleh beberapa pria yang baru saja mereka bunuh.


Zhou Yi Mei memeluk kakaknya dan menangis dengan keras, Yu bingung dan iba melihat keadaan kedua gadis itu.


Yu memerintahkan salah satu rekannya untuk melaporkan hal ini kepada Raja Wei, sementara mereka menunggu di sana.


"Bawa saja mereka ikut bersama kita." ucap Raja Wei setelah mendengar laporan dari Ti San, anggota Pasukan Elang.


Ti San kembali dan menyampaikan apa yang di perintahkan oleh Raja Wei. Yu menggendong Zhou Yi Thing yang terlihat lemah dan gemetaran.


Raja Wei keluar dari kereta kuda agar Zhou Yi Thing dan Zhou Yi Mei dapat beristirahat di dalam kereta kuda.


Perjalanan mereka dilanjutkan hingga tengah malam, mereka mendirikan tenda dan beristirahat di dalam tengah hutan. Raja Wei sengaja memilih jalur hutan agar lebih cepat tiba.


Tengah malam terdengar suara tangisan dari Zhou Yi Thing, Raja Wei hanya menatap kereta kuda tanpa mengganggu mereka berdua yang masih ada di dalam sana.


Hingga pagi hari, Raja Wei belum tertidur sejenak pun. Mereka melanjutkan perjalanan setelah sarapan seadanya. Pasukan Elang menangkap beberapa ekor burung dan membuat makanan dari daging burung itu sebagai sarapan mereka.


Akhirnya rombongan tiba di perbatasan Kerajaan Langit, mereka beristirahat sebentar di sebuah restoran karena Zhou Yi Mei kelaparan.


Zhou Yi Thing tidak menyentuh makanan nya, sedangkan Zhou Yi Mei makan dengan sangat lahap. Melihat cara makan Zhou Yi Mei, Raja Wei teringat dengan Se Se yang selalu makan dengan lahap. Dia semakin merindukan gadis kecilnya.


Setelah mereka selesai makan, Raja Wei dan rombongan berangkat ke Istana. Thien Si Rui menerima laporan dari penjaga pintu gerbang. Dia memerintahkan penjaga untuk mengantar Raja Wei langsung menuju ke Istana Bulan.


Se Se berada di depan kamar, Istana bulan yang dia tempati memiliki taman bunga yang sangat indah. Dia berdiri dan kenikmati keindahan bunga di sana sambil menggendong kedua bayinya.


Raja Wei baru saja tiba, dia turun dari kudanya dan menatap Se Se dari jauh. Pria itu bahagia bisa melihat wajah gadis yang setiap hari di rindukannya.


Raja Wei berjalan mendekat ke arah Se Se dan memeluknya dari belakang. Se Se terkejut sesaat, namun setelah mengenali aroma tubuh pria yang sedang memeluknya, hatinya langsung lega dan gembira.


"Aku sangat merindukan mu." ucap Raja Wei.


Se Se meneteskan air mata nya, perasaan yang selama ini dipendam akhirnya dia keluarkan. Air mata jatuh mengenai lengan Raja Wei, dia membalikkan tubuh Se Se dan menatap wajahnya.


"Jangan menangis, aku tahu aku telah membuat mu menderita. Tolong jangan menangis, marahi saja aku sepuas mu." ucap Raja Wei.


"Hiks... Hiks... Terima kasih telah datang kemari untuk menjemputku." ucap Se Se sambil menangis.

__ADS_1


Raja Wei memberi tanda pada Yu untuk mendekat, dia menyerahkan kedua bayinya dalam gendongan Yu.


Raja Wei kembali memeluk Se Se, dia menciumnya dengan rakus dan gadis itu membalas ciumannya dengan penuh cinta.


Thien Si Rui menatap kedua pasangan itu dari kejauhan, hatinya terasa sakit namun dia tidak memiliki hak untuk marah ataupun cemburu.


Setelah beberapa saat, Thien Si Rui melangkah menjauh dan kembali ke ruangannya.


Sementara Zhou Yi Thing dan Zhou Yi Mei membuka tirai untuk melihat kejadian apa yang membuat para Pasukan Elang bergosip heboh di luar kereta.


"Yang Mulia kita memang sangat mencintai Permaisuri."


"Permaisuri kelihatan sangat gembira."


"Yang Mulia pasti sangat merindukan Permaisuri selama ini.


"Aku harap tuan kita bisa bahagia selamanya bersama Permaisuri."


"Kakak, mereka terlihat saling mencintai." ucap Zhou Yi Mei.


"Ya, gadis itu sangat beruntung." jawab Zhou Yi Thing.


"Tidak seperti diri ku yang sudah kotor ini, mungkin selamanya aku tidak akan bisa bahagia lagi." batin Zhou Yi Thing.


Raja Wei membawa Se Se ke Istana Utama untuk berpamitan dengan Thien Si Rui, namun pria itu beralasan bahwa dirinya sibuk dan menyuruh Kasim untuk mengantarkan mereka keluar Istana.


Raja Wei hanya membawa satu kereta kuda dan saat ini berisi dua gadis muda. Dia tidak bisa membiarkan Permaisuri bersama kedua bayinya duduk bersama dua orang asing di dalam kereta kuda yang sempit.


"Katakan kepada Thien Si Rui aku ingin meminjam kereta kuda." ucap Raja Wei kepada Kasim.


" .... "


"Siapa orang ini? Berani sekali dia meminjam kereta kuda dari Istana Langit." batin Kasim.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2