The Princess Story

The Princess Story
Ep 91. Ratu Wei Jia Li


__ADS_3

"Maksudmu... ada kemungkinan jiwa mu akan menghilang dari dunia ini?" tanya Raja Wei dengan nada cemas.


"Benar, walaupun itu belum pasti." jawab Se Se dengan wajah serius.


Raja Wei memeluk erat istrinya, dia berkata, "Jangan memikirkan hal yang belum pasti terjadi, kita hanya perlu menjalani hari-hari dengan bahagia bersama kedua bayi kecil."


"Jika saat itu tiba, aku akan mencari mu ke seluruh dunia. Aku akan mencari mu sampai akhir hayatku, tidak... aku akan mencari mu di kehidupan yang akan datang dan kehidupan selanjutnya. Aku akan terus mencari mu sampai dunia ini berakhir." benak Raja Wei.


Se Se menceritakan masa lalunya, dia bercerita bagaimana dirinya di bunuh dengan kejam oleh suami dan adik tirinya, juga tentang kemampuan yang di miliki oleh Se Se dalam hal pengobatan dan senjata aneh miliknya.


Mereka mengobrol hingga menjelang pagi, Se Se tertidur dalam pelukan Raja Wei. Pemuda itu dengan hati-hati membaringkan tubuh Se Se ke tempat tidur, dia masih memiliki pekerjaan penting hari ini.


Di ruang kerja, Yu bersama dua orang pria telah menunggu Raja Wei. Mereka memberi hormat saat Raja Wei masuk ke ruangan.


"Yang Mulia, pasukan pemberontak telah bergerak masuk ke Ibu Kota." lapor salah satu pemuda yang bernama Ti Liu.


Ti Liu adalah anggota Pasukan Elang yang di tugaskan menjadi mata-mata. Sementara pemuda di sebelah nya bernama Ti Chi, juga merupakan anggota Pasukan Elang. Ti Chi bertugas mengawasi pergerakan Pangeran 5, "Han Ze Liang".


"Yang Mulia, Pangeran 5 telah sembuh dan bisa berjalan kembali. Selir Fei mengundang tabib agung dari negara Zhou untuk menyembuhkan Pangeran 5." lapor Ti Chi.


"Awasi terus pergerakan mereka, tidak lama lagi mereka pasti akan melakukan pemberontakan." ucap Raja Wei dengan wajah dingin.


"Baik, Yang Mulia." jawab mereka serentak.


Ti Chi dan Ti Liu meninggalkan ruangan, Yu menyerahkan sebuah amplop kepada Raja Wei.


"Yang Mulia, surat ini di antarkan oleh Kasim Ibu Suri." lapor Yu.


Raja Wei membuka dan membaca isi surat.

__ADS_1


"Dua hari lagi akan ada acara persembahan untuk langit, Raja Wei beserta Permaisuri harus hadir di Istana untuk ikut acara persembahan."


Raja Wei melempar surat itu ke lantai, di matanya terlihat amarah dan dendam yang membara.


Yu mengerti kenapa Raja Wei bereaksi seperti itu, dua hari lagi adalah hari kematian ibu kandung Raja Wei. Hari itu adalah tragedi kelam yang sulit di lupakan olehnya.


Ibu kandung Raja Wei adalah Ratu Wei Jia Li. Ratu Wei Jia Li meninggal karena di fitnah oleh Ibu Suri yang saat itu masih menjadi Selir Kaisar Han Jing Guo, ayah dari Raja Wei.


Saat itu Ratu Wei Jia Li menghilang dalam perjalanan ke Vihara yang berada di puncak gunung Li'An. Ratu Wei Jia Li di temukan tiga bulan kemudian, dia di bawa kembali ke Istana.


Beberapa hari kemudian Ratu Wei Jia Li merasa mual dan tidak enak badan, tabib memeriksa Ratu Wei Jia Li. Tabib mengatakan Ratu sedang hamil, kandungan Ratu saat ini berusia dua bulan.


Kaisar Han Jing Guo murka saat mendengar kabar itu, Ratu Wei Jia Li di anggap telah selingkuh dengan laki-laki lain di luar Istana. Dia di hukum mati dengan menggantung diri menggunakan kain putih yang di siapkan oleh Selir Zhao, Zhao Ge Cing.


Setelah Ratu Wei Jia Li meninggal, Zhao Ge Cing di pilih menjadi Ratu baru. Ketika Kaisar meninggal, Pangeran Han Ze Yuan naik tahta dan Zhao Ge Cing di angkat menjadi Ibu Suri Kerajaan Han.


Tentu saja Ratu Wei Jia Li tidak selingkuh, itu semua hanya rencana licik yang di susun oleh Selir Zhao. Dalam perjalanan ke Vihara, Ratu Wei Jia Li diculik oleh beberapa bandit gunung, dia di sekap dalam sebuah kamar kecil di dalam hutan.


Saat itu Ratu memang telah hamil, namun yang tahu kabar kehamilan itu hanya Selir Zhao. Ratu Wei Jia Li tidak tahu dirinya tengah mengandung karena tabib menutupi hal itu darinya.


Tabib Istana bekerja untuk Selir Zhao, mereka merencanakan semua peristiwa yang terjadi pada Ratu Wei Jia Li. Mulai dari penculikan hingga perselingkuhan, semua itu sudah mereka rencanakan sejak mengetahui kehamilan Ratu Wei Jia Li


Raja Wei mengingat kembali hari di mana Ratu Wei Jia Li di hukum. Selir Zhao membawa sehelai kain putih ke kamar Ratu, dia melempar kain itu kepada Ratu yang sedang berlutut di lantai kamar.


Raja Wei bersembunyi di bawah tempat tidur dalam kamar Ratu, dia berharap ibunya akan khawatir dan mencari nya jika dia bersembunyi. Saat itu Raja Wei masih berusia 10 tahun, Raja Wei belum mengerti apa yang terjadi pada Ratu.


"Aku yang akan menggantikan posisimu sebagai Ratu." ucap Selir Zhao sambil melempar kain putih ke wajah Ratu Wei Jia Li.


Ratu Wei Jia Li memandang kain putih itu dengan mata berkaca-kaca, dia menahan air matanya di depan Selir Zhao.

__ADS_1


Selir Zhao menendang tubuh Ratu Wei Jia Li hingga tersungkur ke lantai, kemudian dia berkata, "Aku akan membunuh putra mu dan menjadikan putra ku sebagai pewaris tahta."


Ratu Wei Jia Li tanpa sengaja bertatapan mata dengan Raja Wei yang berada di bawah tempat tidur. Dengan gerakan tangan, Ratu Wei Jia Li menyuruh Raja Wei untuk tidak bersuara.


Ratu Wei Jia Li menatap Selir Zhao dengan penuh amarah, dia mengepal kedua tangannya dan berkata, "Walaupun aku mati, aku tidak akan pernah memaafkan mu. Suatu hari nanti, kau akan mati dengan tragis di tangan Han Ze Xuan."


"Hahaha... apa kau pikir anak kecil itu mampu membunuhku? Aku akan membunuhnya lebih dulu, seperti aku membunuhmu dan bayi dalam perutmu itu." ucap Selir Zhao yang kembali menendang perut Ratu Wei Jia Li.


Ratu Wei Jia Li memegang perutnya yang terasa sakit, darah mulai membasahi pakaian putihnya. Ratu Wei Jia Li merasa bahwa bayinya telah keguguran karena tendangan kuat dari Selir Zhao. Dia menangis dengan sedih meratapi nasib bayinya yang belum lahir.


Selir Zhao memerintahkan dua pelayan untuk menggantung Ratu Wei Jia Li. Mereka menendang dan memukul Ratu Wei Jia Li hingga menghembuskan napas terakhir. Mayat Ratu di gantung di dalam kamar dalam kondisi mengenaskan.


Raja Wei mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Selir Zhao. Dia juga menyaksikan semua penderitaan yang menimpa ibu kandungnya. Sejak saat itu, Raja Wei berubah menjadi monster kejam yang tidak memiliki perasaan.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Bagaimana cara Raja Wei balas dendam kepada Ibu Suri?


A. Menggantung Ibu Suri.


B. Menyiksanya perlahan.


C. Membunuhnya dengan sekali tebas.


D. Tulis jawaban dari teman-teman di kolom komentar.


Terima Kasih sudah mengikuti kisah ini sampai sekarang. Mohon saran dan pendapat dari teman-teman semua, agar karya saya bisa lebih baik lagi. Jangan lupa Vote dan Like 👍nya yah...


Love U ALL 💕💕💕

__ADS_1


Jangan lupa komen di bawah & jangan lupa bahagia 💖


Maaf authornya baweL ✌😁✌


__ADS_2