The Princess Story

The Princess Story
Episode 274


__ADS_3

Wanita itu bukannya takut terhadap para penculik, dia hanya ingin membawa para penculik ke tempat yang jauh dari kamar pasien dan anak-anaknya. Namun tanpa disangka, Zhun Tian sudah mengetahui keberadaan para penyusup.


Zhun Tian membawa pedangnya, dia menyerang para penculik yang mencoba mengejar Se Se. Dalam hitungan detik saja semua pria itu jatuh ke tanah dalam kondisi yang mengerikan.


Penjaga yang mendengar keributan segera mendekat ke lokasi, mereka melihat mayat para penculik yang sudah berlumuran darah di sana. Se Se melompat turun dari atap, dia menatap Zhun Tian dengan mata tajamnya.


Zhun Tian tiba-tiba saja menyadari kesalahannya, dalam hati dia berpikir, "Apakah dia akan ketakutan, jika dia tau aku adalah orang yang kejam seperti ini? Apakah dia akan mengabaikan aku, jika dia tau aku adalah seorang pembunuh yang berdarah dingin? Seharusnya aku tidak membunuh mereka di depan wanita ini."


Se Se memerintahkan para penjaga untuk membersihkan mayat-mayat yang ada di sana. "Terima kasih!" ucap Se Se saat dia mendekat ke arah Zhun Tian.


Zhun Tian tampak terkejut dengan sikap wanita itu, "Kau... Kau tidak takut denganku?" tanya Zhun Tian dengan rasa penasaran dan gelisah.


"Kenapa aku harus takut dengan orang yang sudah menyelamatkan nyawaku?" tanya Se Se kembali dengan wajah bingung.


"Kamu memang benar-benar wanita yang aneh!" ucap Zhun Tian dengan perasaan lega.


"Bukankah lebih aneh jika aku merasa takut terhadap orang yang sudah menyelamatkan nyawaku?" tanya Se Se dengan wajah serius.


Zhun Tian tersenyum, dia merasa senang karena wanita itu tidak merasa takut kepadanya. Apalagi sikap Se Se terhadapnya masih ramah seperti biasanya meskipun dia sudah melihat kekejaman Zhun Tian.


"Aku akan memeriksa kamar anak-anak, tolong bantu aku memeriksa kamar Ti Liu!" pinta Se Se kepada pria itu.


"Ti Liu?" tanyanya dengan wajah bingung.


"Ah... Maksud ku kamar yang berada di sebelah kiri kamar ku itu." ucap Se Se menjelaskan.


Zhun Tian segera pergi menuju ke kamar Ti Liu, dia memeriksa sekeliling kamar. Ketika dia sudah memastikan jika kamar itu aman, Zhun Tian melihat Ti Liu yang masih berbaring di atas ranjang.


"Apakah orang ini yang bernama Ti Liu?" tanya Zhun Tian sambil menatap wajah Ti Liu.


"Sepertinya bukan aku saja satu-satunya pasien di sini." batin Zhun Tian.


Se Se memeriksa kamar anak-anaknya, ketiga anaknya tidur di dalam satu kamar. Itu dilakukan mengingat banyaknya musuh yang sering menargetkan Raja Wei. Penjagaan di kamar anak-anak lebih ketat dari kamar yang lain, itu sebabnya mereka dikumpulkan dalam satu kamar saja agar lebih mudah di pantau.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya orang yang mengirim para penculik itu? Sayangnya semua penculik itu sudah mati, aku jadi tidak bisa mendapatkan informasi dari mereka." batin Se Se.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Raja Wei mendapatkan surat dari salah satu penjaga di kediaman, di dalam surat itu tertulis kejadian malam datangnya para penyusup yang mencoba untuk menculik Permaisuri.


"Bajingan itu perlu diberi pelajaran!" ucap Raja Wei sambil meremas surat yang ada di tangannya.


Raja Wei bisa menebak dengan pasti siapa pelaku dibalik orang yang berusaha menculik istrinya. Dia bersumpah akan menghancurkan orang itu hingga ke akar-akarnya.


Ti Er muncul dari balik tirai, dia memberitahu kepada Raja Wei jika situasi sudah berjalan sesuai dengan rencana mereka. Raja Wei melempar kertas surat yang di remasnya tadi ke sembarang arah, pria itu kemudian keluar dari ruangan itu.


Ti Er memungut surat yang di buang oleh Raja Wei tadi, dia membuka dan membaca surat itu. "Astaga... Kenapa mereka selalu menargetkan wanita yang lebih lemah? Apakah mereka masih punya rasa malu? Dasar bajingan tak tau diri! Seharusnya aku memberinya pelajaran sebelum kembali ke sini!" batin Ti Er.


Pria itu merobek surat itu menjadi bagian-bagian kecil kemudian melemparkan kertas-kertas itu ke udara.


Ti Er keluar mengikuti langkah kaki Raja Wei, mereka menuju ke perkemahan yang ada di dalam hutan. Ye Yuan dan Yang Fei Xi sudah menunggu kedatangan Raja Wei di sana.


"Kita tidak punya waktu untuk ini, tegakkan punggung kalian dan dengarkan dengan baik apa yang akan aku katakan!" ucap Raja Wei sambil berjalan menuju ke tempat duduknya.


Ti Er berjaga di depan kemah, ketiga orang itu berada di dalam untuk mendengarkan penjelasan dari rencana yang sudah di susun oleh Raja Wei.


Beberapa jam berlalu, Ti Er masih siap siaga di depan pintu kemah. Pria itu melihat sosok bayangan yang mendekati kemah, dengan segera Ti Er mengikuti bayangan orang itu.


"Siapa kau?" tanya Ti Er saat menatap wajah pria asing yang belum pernah dia lihat.


"Aku tidak datang untuk mencari perselisihan, bisakah kau berpura-pura tidak melihatku?" ucap pria itu.


"Kau ini sedang bicara omong kosong apa hah?" ucap Ti Er dengan wajah kesal.


"Kau bukan lawanku, jadi turuti saja saat aku memintanya dengan baik-baik!" ucap pria itu.


"Ckkk! Si brengsek ini! Katakan siapa namamu dan apa mau mu datang ke tempat ini? Apa kau mata-mata dari Negara Xi?" tanya Ti Er bertubi-tubi tanpa memberikan kesempatan untuk pria itu menjawab.

__ADS_1


"Kau ini bawel sekali ya!" ucap pria itu.


Raja Wei mendengar keributan dari luar, dia melangkah keluar dari kemah untuk melihat siapa yang membuat keributan di sana.


"Kau lagi!" ucap Raja Wei ketika melihat wajah Huo Feng.


"Hai... Lama tak bertemu!" sapa Huo Feng dengan senyuman di wajahnya.


"Yang Mulia, anda mengenal orang ini?" tanya Ti Er dengan wajah penasaran.


"Tidak, aku tidak mengenalnya!" jawab Raja Wei.


"Hey, kalian manusia memang tidak tau terima kasih ya! Sudah berkali-kali aku membantumu, dan saat ini kau bilang tidak mengenal aku. Dasar tidak punya hati nurani!" Huo Feng mengomel panjang dan lebar di sana hingga Ye Yuan dan Yang Fei Xi ikut keluar dari kemah.


"Siapa orang ini?" tanya Yang Fei Xi.


Ye Yuan menatap wajah Huo Feng, dia mengingat wajah pria itu. "Dia adalah pria bersayap yang menyelamatkan aku waktu itu." batin Ye Yuan.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Raja Wei.


"Aku datang untuk membantu kalian." jawab Huo Feng.


Raja Wei menatap Huo Feng dengan tatapan menyelidik, dia tidak percaya pria selicik Huo Feng ingin membantu mereka secara cuma-cuma.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Raja Wei.


"Kau memang sangat peka, aku ingin meminta satu orang." jawab Huo Feng.


"Siapa orang yang kau inginkan?" tanya Raja Wei dengan wajah kesal.


Huo Feng mengarahkan tatapan matanya ke arah Ye Yuan, dia menunjuk pria itu sambil berkata, "Aku menginginkan pria ini!"


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2