The Princess Story

The Princess Story
Ep 214. Aku pulang!


__ADS_3

"Yang Mulia, kita sudah tiba di perbatasan." lapor Yu.


"Cari penginapan yang terdekat! Kita harus istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ini." perintah Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu sambil memberi hormat.


Setelah beberapa menit, Yu menemukan penginapan yang terlihat kumuh dan tidak layak. Namun karena Raja Wei memerintahkan untuk mencari penginapan terdekat, Yu akhirnya memberhentikan kereta kuda di penginapan itu.


Raja Wei turun dari kereta, dia masuk ke dalam penginapan tanpa terlihat keberatan dengan keadaan penginapan itu.


"Pesan lah apa saja yang kalian inginkan! Kita akan istirahat dulu di sini." ucap Raja Wei kepada para pengawal.


Yu duduk satu meja dengan Raja Wei, sementara pasukan yang lain duduk di meja terpisah.


"Yang Mulia, dari mana kita harus memulai penyelidikan tentang wanita itu?" tanya Yu.


"Cari tahu bangsawan siapa saja yang pernah mengunjungi kerajaan Ming. Kita akan mulai dari pria yang suka bermain wanita." ucap Raja Wei.


"Walaupun kita menemukan wanita itu, belum tentu bangsawan itu akan mengembalikan nya ke kerajaan Ming." ucap Yu.


"Kamu berpikir terlalu jauh, kita bahkan tidak tahu apakah wanita itu sudah mati atau masih hidup. Kita hanya perlu mencari seseorang yang harus bertanggung jawab atas kejadian penculikan ini." ucap Raja Wei.


"Saya memang belum mengerti, bukankah kita harus mencari wanita itu untuk di kembalikan kepada Pangeran Ming Luo Xi?" tanya Yu.


"Menurut mu, apa yang akan di lakukan oleh seorang pria yang memaksa wanita untuk ikut dengan nya?" tanya Raja Wei.


" ... "


Yu hanya diam tidak menjawab, terlintas jawaban di pikiran nya namun sulit untuk di ungkapkan.


"Aku rasa kamu sudah tahu jawabannya, lalu menurut mu, apakah Pangeran Ming Luo Xi akan menerima permintaan maaf dari kita hanya karena telah mengembalikan wanita itu kepada nya setelah banyak hal buruk yang menimpa wanita itu?" tanya Raja Wei.


"Tidak, Pangeran Ming Luo Xi pasti akan membalaskan dendam demi wanita itu." jawab Yu.


"Itulah sebabnya kita harus menemukan pelaku dan membawa orang itu kepada Pangeran Ming Luo Xi. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatan jahat nya itu!" ucap Raja Wei.


"Bagaimana jika Pangeran Ming Luo Xi tetap akan melanjutkan rencana peperangan ini meskipun kita menyerahkan pelaku kepada nya?" tanya Yu.


"Jika itu terjadi, maka aku akan melenyapkan dia lebih dulu sebelum peperangan ini di mulai." jawab Raja Wei.


"Bukan kah hal itu akan semakin memicu peperangan kali ini Yang Mulia?" tanya Yu.


"Ya, tapi kita harus membunuh induk nya dulu agar lebih mudah melenyapkan anak anak nya." jawab Raja Wei.


"Maksud Yang Mulia, kita akan membunuh Pangeran Ming Luo Xi agar pasukan Kerajaan Ming mundur?" tanya Yu.


"Ya, karena hanya dia yang menginginkan perang ini. Berbeda dengan Kaisar Ming yang menentang keputusan nya." jawab Raja Wei.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


KEDIAMAN RAJA WEI


"Permaisuri, saya sudah menyelidiki apa yang di katakan oleh Nona Long Yi Yi. Memang benar di rumah itu banyak wanita yang di jadikan alat jual beli satu malam, dan ..." Ti Liu menghentikan perkataan nya.

__ADS_1


"Dan apa??" tanya Se Se.


"Itu ... " Ti Liu menundukkan wajahnya.


"Apa? katakan laporan hasil penyelidikan dengan lengkap!" ucap Se Se kesal.


"Hahhh...!" Ti Liu menghela napas.


"Bukan hanya wanita dewasa saja, beberapa anak anak yang masih berusia 12 tahun juga sudah di jadikan alat jual beli oleh Tuan besar Long." ucap Ti Liu.


Se Se memegang dan memijit pelan keningnya yang terasa sakit, dia merasa stress dan frustasi menghadapi masalah ini. Selain harus berhadapan dengan Tuan besar Long, dia juga pasti harus berhadapan dengan para bangsawan yang menjadi pelanggan Tuan besar Long.


"Liu ... Menurut perhitungan mu, kapan Yang Mulia akan kembali?" tanya Se Se


"Mungkin dalam waktu dekat Yang Mulia sudah kembali." jawab Ti Liu.


"Apa yang harus ku lakukan untuk menolong para wanita itu?" tanya Se Se.


"Maaf Permaisuri, saya tidak tahu cara menyelamatkan nyawa orang lain selain Permaisuri dan Yang Mulia." jawab Ti Liu.


Se Se menatap Ti Liu dengan wajah dingin yang jarang dia perlihatkan di depan Ti Liu.


"Keluarlah! Aku ingin sendirian." ucap Se Se.


"Baik Permaisuri." ucap Ti Liu sambil menunduk.


Se Se duduk sambil menengadahkan kepalanya ke atas menatap langit langit kamar.


"Xuan, di mana kamu sekarang? Apa yang kamu lakukan? Aku sangat merindukan mu ... Cepatlah kembali ..." batin Se Se.


"Tok Tok Tok!"


"Siapa?" tanya Se Se.


" ... "


"Tok Tok Tok!"


Pintu kamar kembali di ketuk.


"Siapa di luar?" tanya Se Se lagi sambil menatap ke arah pintu.


" ... "


Kali ini pun masih tidak ada jawaban.


"Tok Tok Tok!"


Se Se kesal karena suara pintu yang terus mengganggu nya, dia bangkit dan membuka pintu kamar.


" ... "


Seperti hari yang lalu, pintu kamar di ketuk namun tidak ada siapapun yang terlihat di depan pintu.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya yang sedang bermain kucing kucingan dengan ku?" batin Se Se.


Se Se menutup pintu kamar, dia kembali ke kursi dan duduk sambil menatap ke arah pintu.


"Tok Tok Tok!"


Se Se menatap ke arah pintu namun tidak ada bayangan yang terlihat di sana meskipun terdengar suara pintu di ketuk.


"Apakah ada hantu di sini?" gumam Se Se.


"Tok Tok Tok!"


"Hey brengsek, jika kau adalah manusia maka tunjukkan diri mu, dan jika kau adalah hantu maka pergilah sekarang juga! Jangan membuat keributan di sini! Aku tidak punya waktu untuk bermain dengan mu!" bentak Se Se.


namun ... beberapa saat kemudian ...


"Tok Tok Tok!"


Suara pintu yang diketuk masih saja terdengar.


"Hantu yang menyebalkan!" ucap Se Se.


Se Se akhirnya membuka pintu lagi, namun kali ini dia tidak menutup nya lagi. Dia kembali duduk sambil menatap ke arah pintu untuk menunggu orang yang telah mengganggu nya beberapa hari ini.


Namun pintu yang terbuka tidak lagi di ketuk, dan tidak ada siapapun yang menunjukkan diri di sana.


"Siapa sebenarnya orang yang menjahili ku?" batin Se Se.


"Drap Drap Drap!"


Terdengar suara langkah kaki dari luar.


"Permaisuri, Yang Mulia sudah kembali!" lapor seorang pengawal.


"Xuan sudah kembali?" tanya Se Se memastikan.


"Ya, Yang Mulia baru saja tiba di kediaman." jawab pengawal itu.


Se Se berlari ke arah pintu gerbang untuk menyambut kepulangan Raja Wei. Namun dia sangat terkejut melihat tubuh Raja Wei yang di penuhi oleh darah.


"Xu ... Xuan ...!" ucap Se Se dengan tatapan panik.


"Yang Mulia, ada apa dengan Yang Mulia?" tanya Ti Liu.


"Aku pulang." ucap Raja Wei sambil tersenyum menatap wajah Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2