The Princess Story

The Princess Story
Ep 164. Perasaan yang tidak di sadari


__ADS_3

Putri Yuan Cin Cu mengingat kejadian di masa lalu saat dia berkunjung ke Kerajaan Han, saat itu Han Ze Xing tidak dapat menggerakkan kakinya. Dia hanya duduk di kursi tanpa bisa melakukan apapun.


Ketika Putri Yuan Cin Cu mengetahui keadaan Han Ze Xing yang cacat, dia merasa Han Ze Xing akan tidak nyaman jika dia terus menerus menatap nya. Itu sebabnya dia menjauhi Han Ze Xing tanpa mengetahui perasaan Han Ze Xing yang sebenarnya.


Han Ze Xing pernah mengetuk pintu kamar Putri Yuan Cin Cu, ketika dia membuka pintu, hatinya sangat terkejut karena gembira dan senang melihat Han Ze Xing. Namun karena malu, dia segera menutup kembali pintu kamar. Saat dia membuka kembali pintu kamar, Han Ze Xing telah meninggalkan tempat itu.


Tidak di sangka kejadian di masa lalu itu telah membuat Han Ze Xing begitu terluka. Salah paham yang tidak bisa di jelaskan di antara mereka berdua telah membuat dinding pembatas yang sulit di runtuhkan.


Han Ze Xing pergi ke kamar Zhou Yi Thing setelah meninggalkan Putri Yuan Cin Cu. Zhou Yi Thing duduk di depan taman sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Bayi ku, kita akan berpisah begitu kamu lahir. Apakah kamu akan menyalahkan ibu mu yang tidak berguna ini?" ucap Zhou Yi Thing sambil mengelus perut nya.


"Kamu tidak akan pernah berpisah dengan bayi kita." jawab Han Ze Xing.


Zhou Yi Thing menolehkan pandangan nya ke arah Han Ze Xing. Kali ini, dia tidak kaget atau pun takut melihat kedatangan pria itu.


"Kenapa anda bisa datang ke sini malam malam Yang Mulia?" tanya Zhou Yi Thing.


"Xing, panggil aku Xing atau Ze Xing. Mulai sekarang, kamu adalah satu-satu nya wanita milik ku!" ucap Han Ze Xing sambil menarik lengan Zhou Yi Thing.


Zhou Yi Thing kini berada di dalam pelukan Han Ze Xing, Thien Si Rui dan Se Se menatap mereka dari kejauhan.


"Sepertinya hal ini akan menjadi masalah yang rumit." ucap Thien Si Rui.


"Semoga mereka bisa bahagia bersama selamanya." ucap Se Se mendoakan kebahagiaan Han Ze Xing dan Zhou Yi Thing.


Zhou Yi Thing mendorong tubuh Han Ze Xing dan segera menjauh dari nya.


"Yang Mulia, apa yang anda lakukan?" tanya Zhou Yi Thing.


"Aku sudah mengatakan nya dengan sangat jelas. Mulai sekarang, kamu satu satu nya wanita milik Han Ze Xing." jawab Han Ze Xing dengan penuh keyakinan.


"Jangan bercanda Yang Mulia, Raja Wei dan Permaisuri sudah mengatakan kepada saya bahwa Kaisar tidak akan menyetujui pernikahan kita." ucap Zhou Yi Thing.


"Aku yang akan menikah dengan mu, bukan Kaisar. Aku akan memastikan bahwa hanya kamu yang akan di akui sebagai Putri Mahkota." ucap Han Ze Xing.


"Tolong pergilah Yang Mulia! Tolong tinggalkan saya sendiri. Saya tidak ingin menikah dengan anda, saya juga tidak ingin menjadi Putri Mahkota." jawab Zhou Yi Thing.

__ADS_1


"Kenapa kamu terus menerus menolak? Apakah aku tidak pantas untuk menjadi suami mu?" tanya Han Ze Xing.


"Bukan pantas atau tidak, tapi tidak ada cinta di antara kita. Hubungan tidak sehat ini hanya akan menjadi bencana di masa depan." jawab Zhou Yi Thing.


"Cinta? Apakah kamu mengharapkan cinta dari ku?" tanya Han Ze Xing.


"Saya bukan mengharapkan cinta dari anda, karena saya juga tidak mencintai anda Yang Mulia. Saya hanya ingin menikah dengan orang yang mencintai saya apa adanya dan menerima segala kekurangan saya." jawab Zhou Yi Thing.


"Cinta, itu adalah hal paling sulit yang tidak bisa aku berikan. Karena hati ku... sudah ku berikan untuk wanita lain." batin Han Ze Xing.


"Jika anda tidak punya urusan lain, saya pamit dulu Yang Mulia." ucap Zhou Yi Thing.


"Dasar bodoh!" ucap Raja Wei yang baru saja keluar dari tempat persembunyian nya.


"Paman ..."


"Kenapa kamu sangat bodoh dalam urusan wanita?" tanya Raja Wei.


"Aku tidak bisa memberikan cinta untuk nya." jawab Han Ze Xing.


"Kalian, kenapa kalian semua ada di sini?" tanya Han Ze Xing.


"Tentu saja kami di sini untuk menonton pertunjukkan anda." jawab Thien Si Rui.


Wajah Han Ze Xing langsung merona ketika mengetahui semua pembicaraan nya dengan Zhou Yi Thing telah di dengar oleh ketiga orang itu.


"Kenapa telinga dan wajah anda memerah Yang Mulia?" goda Se Se.


"Itu karena aku merasa malu." jawab Han Ze Xing yang wajahnya semakin memerah.


"Hahaha... Ze Xing masih anak-anak yang pemalu." ucap Raja Wei.


"Apa anda yakin jika anda tidak memiliki perasaan untuk Zhou Yi Thing?" tanya Se Se sekali lagi.


"Aku tidak tahu, tapi sepertinya aku tidak memiliki perasaan khusus untuknya." jawab Han Ze Xing.


"Coba pikirkan jika saat ini Zhou Yi Thing menghilang, apa yang akan anda rasakan?" tanya Se Se.

__ADS_1


"Aku akan mencarinya sampai ketemu." jawab Han Ze Xing.


"Kenapa anda harus mencari gadis itu jika anda tidak menyukai nya?" tanya Thien Si Rui.


"Itu karena aku harus bertanggung jawab atas dirinya." jawab Han Ze Xing.


"Kalau begitu, saya akan mengganti pertanyaan saya. Bagaimana bila Zhou Yi Thing menikah dengan pria lain, apa yang akan anda lakukan?" tanya Se Se.


"Saya ..." Han Ze Xing tidak tahu bagaimana harus menjawab.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, wanita itu milik ku, dia tidak boleh menikah dengan pria lain." batin Han Ze Xing.


"Sepertinya Yang Mulia sudah punya jawaban nya di dalam hati. Pikirkan lah apa yang anda rasakan terhadap gadis itu, apakah hanya sekedar rasa tanggung jawab atau anda sudah menyerahkan hati anda untuknya tanpa anda sadari Yang Mulia." ucap Se Se.


Mereka bertiga meninggalkan Han Ze Xing sendirian di taman, masing-masing kembali ke kamar karena hari sudah larut malam.


Han Ze Xing kembali ke Istana Matahari, selama di perjalanan, dia terus memikirkan kata-kata Se Se.


"Apakah aku menyukai gadis itu? Apakah aku mencintai nya tanpa aku sadari?" batin Han Ze Xing.


Sesampainya di Istana, Han Ze Xing melukis sesuatu di kertas secara asal. Tanpa dia pikirkan, lukisan yang dia lukis adalah Zhou Yi Thing yang sedang bermain mengejar kupu-kupu di taman bunga.


Ketika lukisan itu selesai, Han Ze Xing mulai menyadari sesuatu. Dia menyadari bahwa hatinya sekarang sudah dipenuhi oleh Zhou Yi Thing.


"Benar, aku ... menyukai dan mencintai gadis itu." gumam Han Ze Xing.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2