The Princess Story

The Princess Story
Ep 172. Bertemu dengan Raja Wei di masa kecil


__ADS_3

"Permaisuri, maafkan saya. Ini adalah tempat tinggal saya di masa kecil." jawab Ti Liu.


"Masa kecil mu?" tanya Se Se.


"Benar, saya tidak tahu kenapa kita bisa sampai di sini. Tapi saya benar-benar tidak memikirkan tempat ini saat membuka pintu." ucap Ti Liu.


"Mungkin ini adalah ingatan mu yang terkubur di dalam hati." jawab Se Se.


Se Se mengeluarkan sebuah senter dari ruang dimensi, dia melihat ke sekeliling ruangan.


Seorang anak kecil meringkuk di tanah, anak itu terluka dan mengeluarkan banyak darah.


Se Se mendekat dan memeriksa anak kecil itu, dengan hati hati dia mengobati luka nya. Ti Liu hanya diam memperhatikan gadis itu mengobati anak kecil itu tanpa melakukan apapun.


"Brakkk!"


Pintu ruangan itu di tendang oleh seorang pria berbadan gemuk, Se Se dan Ti Liu segera bersembunyi di balik tumpukan jerami.


"Hei kau, anak malas! Cepat bangun atau ku patahkan kaki mu!" ucap pria gemuk itu.


Anak kecil itu membuka mata nya, dengan badan yang terluka dia berusaha berdiri dan berjalan. Karena tubuhnya yang lemah dan kesakitan, anak kecil itu terjatuh ke tanah.


Pria gemuk menendang anak kecil itu dengan penuh amarah, "Dasar tidak berguna!" ucapnya sambil menendang tubuh lemah anak kecil itu.


Karena tidak tahan lagi melihat perlakuan kasar dari pria gemuk itu, Se Se keluar dan memukul kepala pria itu menggunakan sebuah balok kayu yang dia ambil dari tanah.


"Bawa dia pergi!" perintah Se Se kepada Ti Liu.


Ti Liu menggendong anak kecil itu dan membawa nya pergi, mereka menyewa kamar di sebuah penginapan yang terdekat di sana.


"Tolong bawakan air hangat untuk ku!" perintah Se Se.


Se Se kembali memeriksa dan mengobati luka anak kecil itu, tanpa dia sadari, air mata mulai menetes membasahi kedua pipi nya.


"Kenapa anak kecil seperti ini harus menderita?" gumam nya dengan suara yang masih terdengar.


Ti Liu menatap majikan nya itu dengan perasaan yang tidak menentu, entah rasa terima kasih atau kagum. Gadis di hadapan nya saat ini sangat berbeda dengan kaum bangsawan yang sering dia lihat.


"Permaisuri tidak merasa jijik dengan luka yang bernanah itu, dia bahkan mengobati sendiri luka di tubuh anak itu. Benar-benar wanita yang sangat luar biasa." batin Ti Liu.


"Permaisuri, jangan menangis lagi. Mata anda akan membengkak nanti." ucap Ti Liu.


"Aku tidak ingin menangis, tapi air mata ini tidak ingin menuruti pikiran ku." jawab Se Se.


"Permaisuri, biar saya saja yang mengobati luka anak itu. Luka nya penuh nanah dan sangat mengerikan, anda pasti merasa jijik dengan luka itu." ucap Ti Liu.

__ADS_1


"Aku tidak pernah merasa jijik saat mengobati luka seseorang, anak ini sangat kasihan. Ke mana orang tua nya? Kenapa mereka tega meninggalkan anak kecil ini sehingga dia di siksa oleh pria gemuk itu?" ucap Se Se.


"Pria itu adalah ayah nya, dia tidak pernah menganggap anak kecil ini sebagai anak kandung nya." jawab Ti Liu.


"Kenapa kamu mengetahui hal itu?" tanya Se Se sambil mengarahkan pandangan nya ke arah Ti Liu.


"Saya hanya menebaknya." jawab Ti Liu.


Ti Liu keluar dari ruangan itu, dia tidak dapat menahan tangisan nya lagi. Dia keluar karena tidak ingin Se Se melihat dia menangis. Menurutnya, akan sangat memalukan jika pria menangis di depan wanita.


Setelah beberapa saat, anak kecil itu mulai membuka mata nya. Se Se meminta nya tidur kembali jika lelah, namun anak kecil itu terus menatap nya dengan wajah ketakutan.


"Jangan takut, aku bukan orang jahat." ucap Se Se sambil mengelus kepala anak kecil itu.


"Siapa anda?" tanya anak kecil itu.


"Saya adalah Permaisuri Raja Wei, nama saya Huang Se Se. Siapa nama mu adik kecil?" tanya Se Se.


"Aku... nama ku ... Hahhh... Aku tidak punya nama." jawab anak kecil itu.


"Bagaimana bisa kamu tidak memiliki nama? Apakah orang tua mu tidak memberi nama untuk mu?" tanya Se Se.


"Mereka membenci ku, setiap hari mereka memukul dan menyiksa ku." jawab anak kecil itu dengan wajah sedih.


"Apa kamu mau ikut dengan ku?" tanya Se Se.


"Tentu saja, aku akan membawa mu ke tempat di mana tidak ada orang yang akan menyiksa mu. Apakah kamu bersedia ikut dengan ku?" tanya Se Se.


Anak kecil itu mengangguk dengan semangat, "Aku mau, aku mau ikut." jawabnya.


"Istirahat lah, luka mu sangat parah. Kita akan pergi setelah luka mu membaik." ucap Se Se.


Anak kecil itu tertidur dengan nyenyak dalam beberapa menit saja, Se Se keluar dari kamar. Dia melihat Ti Liu sedang berdiri melamun di depan pintu.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Se Se.


"Permaisuri..."


"Hmm?"


"Anak itu..."


"Itu mereka, cepat tangkap mereka! Mereka telah menculik anak ku!" ucap pria gemuk kepada beberapa pengawal.


Pengawal mulai menyerang Ti Liu dan Se Se, pria gemuk itu melapor ke pihak pengadilan bahwa anaknya telah di culik.

__ADS_1


Setelah pengawal pengawal itu di lumpuhkan, Se Se dan Ti Liu membawa anak kecil itu pergi dari penginapan. Ti Liu mengarahkan jalan ke kediaman Raja Wei yang saat itu belum di jaga dengan ketat.


Ti Liu mengetuk pintu kediaman, Se Se merasa heran kenapa Ti Liu membawa nya ke kediaman Raja Wei. Dia akan kaget melihat nya di tempat ini.


Namun perkiraan gadis itu tentu saja salah, Raja Wei saat ini masih berumur 10 tahun. Dia masih anak anak yang tidak mengenal wajah Se Se.


Seorang pelayan membuka pintu, dia bertanya kepada Ti Liu ada urusan apa.


"Saya datang untuk melapor kepada Pangeran." jawab Ti Liu.


"Pangeran?" batin Se Se.


Seorang anak kecil muncul dari balik pintu, anak kecil itu bertanya kepada Ti Liu, "Apa yang ingin kamu laporkan kepada ku?"


"Saya ingin menitipkan anak ini kepada anda Yang Mulia." ucap Ti Liu.


"Yang Mulia? Siapa anak kecil ini?" batin Se Se.


Pria lain muncul dari balik pintu, kali ini pria dewasa dan dia memanggil anak kecil itu dengan nama "Xuan"


"Xuan, siapa yang datang mencari mu?"


"Entahlah, aku tidak mengenal mereka." jawab anak kecil itu.


"Xuan... dia Han Ze Xuan? imut sekali wajah nya saat dia kecil." batin Se Se.


"Nama mu Xuan?" tanya Se Se.


"Kurang ajar sekali kau berani menyebut nama Pangeran!" ucap pria dewasa yang baru saja tiba.


Se Se tidak memperdulikan ucapan pria itu, dia jongkok di depan Raja Wei kecil kemudian berkata, "Menikahlah dengan ku saat kamu besar nanti!"


"Akan ku pertimbangkan karena wajah mu sangat cantik." jawab Raja Wei kecil.


Se Se tidak tahan melihat keimutan wajah Raja Wei kecil, dia memeluk dan mengecup kedua pipi dan bibir nya.


"Cup Cup Cup!"


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2